PERTANYAAN 2: DARI PEMBACA KITAB FAHIMNA

pensilPertanyaan:

Kalau ada kata “قَلَمٌ” dan “حَامِدٌ” ingin dibentuk menjadi MUDHOF-MUDHOF ILAIH, bagaimana jadinya? Apakah “حَامِدٌ” harus diberi alif-lam?

(Pertanyaan ini disampaikan via SMS dengan pengubahan redaksi)

Jawaban:

1. Pembahasan MUDHOF-MUDHOF ILAIH telah dibahas dengan jelas pada KITAB FAHIMNA PEMULA pada halaman 42.

2. MUDHOF umumnya adalah isim NAKIROH, sedangkan MUDHOF ILAIH umumnya adalah ISIM MAKRIFAT. (Penjelasan isim NAKIROH & MAKRIFAT bisa dilihat di KITAB FAHIMNA PEMULA hal. 29)

Contoh:

“رسولُ اللهِ” (Utusan Allah)

“ولدُ زيدٍ” (Anak Si Zaid)

3. Biasanya MUDHOF tertulis TANPA ALIF-LAM, sedangkan MUDHOF ILAIH dengan ALIF-LAM. Dan ini yang paling sering dijumpai. Lihat contoh di surat An-Nas.

4. Namun, MUDHOF ILAIH juga bisa berupa ISIM NAKIROH. Dan tentu saja konsekuensinya berbeda dengan MUDHOF ILAIH berupa ISIM MAKRIFAT.

Coba perhatian beda dari dua contoh berikut:

“ثَوْبُ رَجُلٍ” (Baju laki-laki)

“ثَوْبُ الرَّجُلِ” (Baju laki-laki itu)

5. NAMA ORANG umumnya tertulis tanpa alif-lam dan tidak perlu diberi alif-lam karena sudah termasuk ISIM MAKRIFAT. Sehingga jika berkedudukan sebagai MUDHOF ILAIH tetap tidak diberi ALIF-LAM. Jadi jawaban dari pertanyaan di atas adalah “قَلَمُ حَامِدٍ” (Pena Si Hamid)

Wallahu a’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers

%d bloggers like this: