ASAH KAPAKMU

Sobat…..

Belajar boleh kenceng, tapi jangan lupa untuk ngasah kapakmu.

“Lho, emangnya kita tukang nebang pohon pake ngasah kapak segala!”

He..he…begini masudnya, fren. Kalian pernah denger nggak kisah tentang seorang penebang pohon? Kisah ini cuma sekedar ilustrasi untuk menjelaskan maksud dari “mengasah kapak”. Begini ceritanya.

Di sebuah desa ada seorang penebang kayu. Namanya Si….mmm…..siapa ya….mmm….terserah deh siapa aja. Suatu hari dia pergi ke hutan dengan membawa kapaknya untuk menebang pohon. Dia bekerja dengan semangatnya. Targetnya ialah menebang pohon sebanyak-banyaknya.

Pada hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Penebang pohon tersebut sangat senang dengan hasil yang diperolehnya sehingga dia pun berencana untuk bekerja lebih keras keesokan harinya. Namun pada akhir hari ke-2 dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia berusaha bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan.

Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. Setelah seminggu, akhirnya dia berputus asa dan merenung di bawah pohon hingga akhirnya dia bertanya kepada dirinya sendiri ”Kapan terakhir kali saya mengasah kapak?”

Dia kemudian sadar bahwa dia tidak pernah mengasah kapak karena tidak punya waktu untuk itu. Dia terlalu sibuk untuk menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga hingga lupa untuk mengasah kapaknya. Dia teringat pada hari pertama bekerja, dengan kapak baru dan terasah, dia bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama bahkan lebih besar namun menggunakan kapak yang tidak diasah, hasilnya semakin menurun. Akhirnya dia memutuskan untuk mengasah kapaknya dan keesokan harinya dia dapat menebang 8 pohon lagi.

Nah, sobat. Kalian udah ngerti kan sekarang maksud dari “ngasah kapak”? Sip, bener banget.  Dalam belajar kita boleh aja semangat. Tapi jangan lupa untuk istirahat, fren. Sebab otak kita butuh pendinginan. Kalo terus-terusan doporsir, ntar otak kita bisa panas. Kalo udah panas, otak kita nanti nggak bisa dipake buat memahami materi yang sedang kita pelajari dengan maksimal. Malahan bisa-bisa ntar otak kita malah meledak karena saking panasnya (he..he…emangnya kompor bisa meledak…).

Jadi gitu, fren….

Kalau kamu lagi belajar di kelas, setiap jeda pelajaran gunakanlah untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajarmu di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, nanti kan badan jadi segar lagi dan otak pun siap menerima materi baru.

So, jangan lupa, ASAH KAPAKMU!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: