SEBUAH RENUNGAN

Kawan……

Mari kita duduk sejenak. Lupakan dulu semua persoalan yang mungkin sedang kalian hadapi. Marilah kita merenung. Pejamkan mata kalian.

Kawan…

Coba kalian bayangkan bahwa kalian telah tumbuh menjadi seorang pemuda dewasa. Bayangkan bahwa kalian telah memasuki dunia kerja, dan kalian telah layak untuk hidup berumah tangga.

Sekarang, coba kalian jawab beberapa pertanyaan berikut ini.

  • Waktu terus berjalan

    Seolah nafas

    Jika dia telah terhembus

    Maka tidak akan pernah kembali lagi

  • Di mana kalian akan bekerja nanti?
  • Pingin punya jabatan sebagai apa?
  • Pingin dapat gaji berapa?
  • Ingin punya keahlian apa?
  • Ingin dikenal orang sebagai apa?
  • Ingin menyekolahkan anak di mana?
  • Ingin tinggal di mana?
  • Ingin punya kendaraan apa?
  • Ingin ….

Jawaban dari semua ini sungguh sangat tegantung dari benih yang sedang kalian tanam saat  ini.

 

Kawan…

Apa yang sudah kalian persiapkan untuk masa depan kalian? Apakah bekal kalian sudah cukup! Sudahkan kalian pikirkan dari sekarang?

Kawan….

Jika kalian ingin melihat berbagai macam buah tumbuh di pekarangan kalian, maka persiapkanlah dari sekarang. Tanamilah berbagai macam biji buah-buahan. Kemudian siramilah setiap hari. Rawatlah dengan baik. Maka, kelak kalian akan memetik hasilnya.

Namun, jika kalian tidak berbuat apa-apa. Maka kelak kalian hanya akan melihat semak belukar tumbuh di pekarangan kalian. Kalian tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalian hanya akan bisa menyesali diri melihat pekarangan tetangga penuh ditumbuhi pohon buah yang beraneka ragam.

Kawan….

Tidakkah kalian perhatikan. Sudah terlalu banyak orang-orang yang terjerumus dalam kubangan lumpur penyesalan. Oleh sebab apa? Oleh sebab mereka telah meyia-nyiakan masa mudanya. Mereka tidak mengisinya untuk mempersiapkan bekal masa depannya.

Belum sampaikah ke telinga kalian ungkapan penyesalan….

”Kenapa saya dulu nggak belajar serius…..”

”Kenapa saya dulu sering malas ngerjain PR…”

”Kenapa saya dulu sering bolos..”

”Kenapa saya dulu nggak menekuni bidang tertentu…”

”Kenapa saya dulu banyak menunda-nunda ….”

”Kenapa saya dulu tidak banyak mencari informasi…”

”Kenapa saya dulu ikut-ikutan teman….”

”Kenapa saya dulu nggak banyak mencari teman….’

”Kenapa saya dulu banyak tidur…’

”Kenapa saya dulu sering menyontek pekerjaan teman….”

”Kenapa saya dulu kurang bersosialisasi…”

”Kenapa saya berteman dengan si……”

”Kenapa saya dulu malu untuk bertanya …..”

”Kenapa saya dulu banyak nonton TV”

”Kenapa saya dulu bergaul bebas”

”Kenapa saya dulu……”

Kawan….

Kalian tentu tidak ingin jadi orang yang menyesal dalam hidup ini, bukan? Oleh karena itu, mumpung belum terlambat, segeralah berbenah. Segeralah perbaiki diri. Selagi nafas kalian masih berhembus. Selagi darah kalian masih mengalir. Selagi jantung kalian masih berdetak. Bangkitlah! Sambutlah mentari pagi yang bersinar cerah. Hidup kita harus berubah menjadi lebih baik!

Ingat kawan! Orang-orang yang sukses berjuang merobah nasibnya, dan orang-orang yang gagal menerima nasibnya itu sebagai sebuah kekalahan.

Terakhir, coba kalian simak bait-bait puisi berikut ini. Renungilah makna yang terkandung di dalamnya. Semoga kita semua tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menyesal.

Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti.

\’Menyesal\’ Karya: Ali Hasjmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: