TENTUKAN TARGET

Gimana sobat, udah pada siap untuk belajar? Kalo masih ngantuk, coba cuci muka dulu biar seger.

Oke deh, sekarang, langkah pertama yang kudu kamu lakukan adalah membuat target. Coba kamu tetapkan target yang ingin kamu raih semester ini. Misalnya kamu bikin target: Rata-rata nilai ujian Matematika, Fisika, Biologi, ……….dll. di atas 8.00. Atau rata-rata nilai rapor di atas 9.00.
Kamu tentu udah tau kan kenapa kita perlu bikin target segala? Yup, bener banget. Supaya aktivitas kita sehari-hari jadi terarah. Supaya segala tindakan yg kita lakukan dalam hidup jadi efektif dan efisien.
Oya sobat. Ada sebuah kisah menarik nih tentang pentingnya penentuan target atau tujuan dalam hidup ini. Ceritanya begini…
“Sekelompok peneliti pernah melakukan riset terhadap alumni jurusan manajemen kerja di salah satu perguruan tinggi di Barat. Riset ini mereka lakukan setelah alumnus tersebut mengarungi hidup pasca perguruan tinggi sekitar 10 tahun. Pertanyaan yang mereka ajukan adalah: Apakah Anda telah menemukan peningkatan dan kesuksesan dalam melaih target materi yang telah ditentukan?
Peneliti itu menyimpulkan, ternyata 83% responden dari mereka sama sekali tidak punya target hidup, meski kenyataannya setiap hari mereka sibuk dengan pekerjaan. Lalu sebanyak 14% responden mengaku memiliki target tapi hanya sebatas pikiran dan tidak tertuang dalam sebuah konsep. Hanya 3% dari mereka mengaku punya target tertulis.
Hasil riset itu membuktikan, penghasilan kelompok kedua (14%) jauh lebih besar hingga tiga kali lipat dari penghasilan kelompok pertama (83%). Adapun penghasilan kelompok ketiga mencapai 10 kali lipat dari penghasilan kelompok pertama yang sama sekali tidak punya target hidup. Renungkanlah!”
Sobat…
Mungkin ada temen kita yang berpendapat begini. “Ah, kalo saya mah nggak perlu bikin target-targetan segala. Ntar malah pusing. Ujung-ujungnya ntar saya bisa stres mikirin tuh target. Kalo saya mah yang penting belajar aja yang rajin. Kalo saya rajin belajar, ntar juga dapet nilai tinggi.”
Gimana, ada nggak temen kalian yang punya pendapat kayak gini? Atau jangan-jangan kamu sendiri yang punya prinsip hidup kayak gini.
Hmm….memang. Kadang ada siswa yang ngerasa kalo bikin target ntar malah jadi stress. Apalagi targetnya itu adalah sesuatu yang tinggi yang kayaknya berat untuk dicapai. Akhirnya dia lebih suka untuk belajar tanpa membuat target terlebih dahulu.
Ya sebenarnya nggak masalah sih. Silakan saja kalo kamu nggak punya target spesifik dalam belajar. Yang penting kamu tetep rajin belajar kan?
“Mmm…kalo saya sih kayaknya lebih memilih bikin target aja deh, biar hidup saya jadi terarah. Tapi ngomong-ngomong, gimana caranya supaya saya nggak stress nantinya? Ada masukan nggak?”
Oh, tentu saja ada, fren. Begini. Misalnya begini. Coba kamu perhatikan ilustrasi berikut ini.
Ceritanya ada seorang pemuda yang tinggal di sebuah kerajaan. Pemuda ini hidup miskin dan sebatang kara. Namun dia punya keinginan besar. Apa itu? Dia ingin menikah dengan seorang puteri raja.Suatu hari dia datang menemui sang raja.

“Om raja, izinkan saya menikah dengan puteri om ya?”
Sang raja terdiam sejenak memperhatikan pemuda ini dari ujung rambut sampe ujung kaki. Dalam hati dia salut juga dengan keberanian pemuda ini melamar puterinya. Diapun tertarik untuk menguji kecerdasan pemuda ini.
“Boleh saja. Tapi dengan syarat.”
“Apa tuh?”
“Kamu kudu menebang semua pohon besar yang ada di hutan belakang kerajaan. Dan kamu harus menyelesaikannya dalam waktu 3 hari. Kalo kamu sanggup, maka kamu akan saya nikahkan dengan puteri saya sekaligus saya kasih bonus uang 100 juta. Tapi kalo gagal maka kamu akan saya hukum gantung. Gimana, sanggup boy?”
Pemuda ini terlihat agak ragu. Sebab pekerjaan ini bisa dibilang mustahil bisa dia lakukan. Sebenarnya bisa saja dia menggaji orang untuk membantunya menebang pohon. Tapi dia nggak punya duit untuk mengupah orang. Jangankan buat ngupah orang, buat makan sehari-hari aja susah.
“Begini om raja”, ucap sang pemuda kemudian. “Saya minta waktu semalam untuk memikirkannya dulu.”
“Oke deh kalo gitu.”
Pemuda ini pun kemudian keluar.
Sambil berjalan pulang pemuda ini terus berfikir keras. Gimana caranya nebang pohon sebanyak itu. Kira-kira ada 100 pohon besar yang harus dia tebang. Untuk menebang satu pohon saja butuh waktu beberapa jam lamanya.
Pemuda ini terus berpikir keras. Semalaman dia nggak bisa tidur. Badannya tampak lemas karena seharian lupa makan karena terus menerus memikirkan cara untuk bisa berhasil menikahi puteri raja. Lama kelamaan dia jadi stress juga memikirkan hal ini. Tapi tiba-tiba, di tengah malam yang gelap gulita, dia melompat dari tempat tidurnya. Sambil mengepalkan tinjunya ke langit dia berteriak keras, “YES! AKU TAU CARANYA”.
Keesokan harinya, dia datang menemui sang raja kembali.
“Om raja, aye siap untuk menerima tantangan ini. Tapi, sudilah kiranya om raja menulis sebuah surat pernyataan plus tanda tangan dan stempel resmi kerajaan.”
“Boleh, siapa takut!”
Raja pun kemudian menyuruh sekretarisnya untuk menulis sebuah pernyataan yang isinya: “Kami nyatakan bahwa pemuda yang bernama Faiz siap untuk menjalani tantangan menebang 100 pohon di hutan. Jika berhasil, maka dia akan dinikahkan dengan puteri raja plus mendapatkan bonus uang 100 juta. Tertanda: Raja Majamanis”
Pemuda ini pun kemudian keluar sambil membawa surat pernyataan dari sang raja. Dia segera menuju ke kampungnya. Dia kumpulkan orang-orang kampung.
“Woi orang-orang kampung, siapa yang mau duit 1 Juta?”
Mereka pun serentak menjawab, “Sayaaaaaa…..!”
“Oke deh. Kalo mau, kalian tebang semua pohon-pohon besar yang ada di hutan. Satu pohon saya hargain 1 juta.”
“Ah yang bener Iz? Gimana elo bisa gaji kita-kita. Elo kan orang miskin?”, tanya salah seorang dari penduduk kampung.
“Iye nih,” sahut orang yang lain lagi. “Utang di warteg aja numpuk”.
“Oh, tenang aja boz. Nih liat….”, pemuda ini kemudian mengeluarkan surat pernyataan yang dibuat oleh sang raja.
Penduduk kampung pun kemudian percaya karena melihat ada tanda tangan raja plus stempel asli kerajaan. Mereka pun kemudian berbondong-bondong ke hutan untuk menebang pohon.
Singkat cerita, dalam waktu dua hari 100 pohon sudah berhasil ditebang. Pemuda ini pun kemudian berhasil menikah dengan puteri raja. Dan merekapun hidup bahagia selamanya.

***

Nah sobat, dari ilustrasi di atas, apa yang bisa kamu ambil pelajaran terkait dengan tema perbincangan kita. Ada yang tau?
“Saya tau, Pak!”
Apa?
“Supaya kita nggak stress saat bikin tujuan, kita kudu tau gimana cara meraih tujuan itu.”
Cerdas! Bener banget, fren. Kalo kamu nggak pingin stress bin tertekan saat memiliki tujuan besar, kamu kudu tau gimana cara menggapai tujuanmu itu. Kamu kudu cari informasi cara termudah dan teraman untuk berjalan menuju target yang ingin kamu capai. Makanya dalam buku ini, kamu kami kasih tau gimana caranya untuk menggapai impianmu. Salah satu tujuannya ya itu, supaya kamu nggak stress sewaktu bikin target tinggi.
Kamu masih inget kan pembahasan tentang 5 Langkah Meraih Impian? Setelah bikin target, maka apa yang kudu kamu lakukan? Apa ayo ??? Masih inget kan? Kalo lupa, coba deh baca lagi penjelasan tentang 5 Langkah Meraih Impian. Coba buka halaman mmm…..halaman berapa ya….?? Mmm….coba aja deh cari sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: