DULU BODOH SEKARANG JENIUS

Sobat muda….

Kamu biasanya dapet nilai berapa kalo ujian di sekolah? Apa…..?!! Maaf nggak kedengeran……dapet berapa? Tolong suaranya dikencengin dikit…..Apa…….?? Dapet nilai jelek terus! Wah, selamet deh kalo gitu….

Lho, gimana sih! Masa  dapet nilai jelek malah dikasihi selamat !!!

He.he..he…Sabar dulu sobat. Jangan buru-buru cemberut gitu dong. Maksudnya begini.

Kamu pernah denger nggak kisah tentang seorang anak sekolah di Singapura yang awalnya sering dapet nilai jelek. Bahkan waktu kelas 3 SD dia pernah dikeluarin dari sekolah karena saking bodohnya. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk ke sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan nggak diterima di sekolah yang baik itu, anak ini termasuk yang paling bodoh. Diantara bentuk kebodohannya, dia nggak bisa ngerjain soal anak kelas 4 SD waktu dia udah duduk di kelas 1 SMP. Nah lho, parah nggak tuh! Tapi kemudian dia bisa berubah menjadi siswa yang jenius. Dia bisa masuk ke SMU terbaik di Singapura. Kemudian, sewaktu kuliah, dia dinobatkan sebagai salah satu mahasiswa jenius karena sering manjadi juara.

Ah, masak sih ada anak  yang tadinya bodoh banget trus tiba-tiba jadi jenius. Kayak di film ajah…Ngayal banget deh!

Yee…nggak percaya kalo dibilangin. Ya udah, dengerin sendiri nih kisah selengkapnya. Simak baik-baik ya. Awas jangan pada tidur ! He..he….

”Namanya Adam Khoo. Dia berasal dari Singapura. Pada umur 26 tahun dia telah menjadi milyuner di Singapura. Ia pun merupakan motivator ternama. Buku hasil karyanya terbukti laris di pasaran. Seminar dan pelatihannya pun selalu dibanjiri peserta. Namun, tahukah kamu kalo Adam Khoo punya pengalaman masa kecil yang menyedihkan.

Ketika masuk SD, Adam Khoo benci membaca, maunya hanya main game komputer dan nonton TV. Karena nggak belajar, banyak nilai F yang membuat dia semakin benci gurunya, benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah.

Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk ke sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan nggak diterima di sekolah yang baik itu, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh. Di antara 160 murid seangkatan, Adam Khoo menduduki 10 terbawah.

Orang tuanya panik dan mengirimnya ke banyak les, tapi hal itu nggak menolong sama sekali. Di sebuah sekolah dengan nilai 0-100, rata-rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya, ”Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”. Nah, lho!

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajar oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. IA YAKIN BAHWA DIA BISA. Ditunjukkan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong, ”Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negatif.” Kata-kata ini memengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa KALAU ADA ORANG YANG MENDAPATKAN NILAI A, DIA JUGA BISA. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naif, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negatif.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk ke Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik di sana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar (yang selama ini tidak diajarkan di sekolah manapun), menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena nggak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi loyo karena ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impiannya dan mengubah sejarah.

Dalam waktu tiga bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. Dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS), dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 1% mahasiswa yang dianggap jenius.”

 

***

Hayo…., percaya kan sekarang. Nah makanya, kalo kamu sekarang sering dapet nilai jelek, kamu nggak usah sedih. Kamu masih punya kesempatan untuk menjadi jenius dan berprestasi di sekolah. Jadi, selamat deh kali gitu!

Wah, seru juga tuh cerita Andrew Hoo. Ada cerita  lain nggak selain Andrew Hoo?

Oo..tentu saja ada kawan. Kamu tentu kenal kan dengan Einstein. Itu loh pencetus teori relativitas E = mC2.  Dia banyak dikenal orang dengan kejeniusan otaknya. Namun tahukah kamu, waktu kecil dia dikira terbelakang karena baru bisa bicara pada usia 4 tahun dan membaca pada usia 9 tahun. Guru SMA-nya bahkan menyarankan agar Einstein berhenti sekolah saja karena dianggap nggak mampu mengikuti pelajaran. Tentunya dari sejarah kita mengetahui bahwa sekian tahun kemudian, Einstein menemukan teori relativitas dan karya-karyanya masih dikagumi hingga kini. Namun bayangkan, orang sejenius Einstein pernah dianggap idiot!

Selain Einstein, kamu juga tentu kenal kan dengan Thomas Alfa Edison, si penemu bola lampu. Waktu kecil dia juga dianggap bodoh. Bahkan sewaktu SD dia dikeluarkan dari sekolah. Kemudian, ibunyalah yang mendidiknya langsung.  Namun beberapa tahun kemudian, banyak orang yang mengakui kemampuan Edison sebagai seorang yang berkreatifitas tinggi dan sangat jenius. Majalah Life menggelarinya manusia nomor satu di milenium kedua. Jumlah barang-barang yang berhasil diciptakannya membuat orang-orang terpana, hingga mencapai seribu lebih. Ia selalu mempatenkan penemuannya lebih banyak daripada siapa pun di dunia ini, kurang lebih satu kali setiap tahun selama enam puluh lima tahun berturut-turut. Gimana, dahsyat kan, bro?!

 

***

 

Sobat pelajar….

Kamu tau nggak, kenapa kami sampaikan kisah-kisah di atas ke kamu-kamu semua?

“Nggak”.

Jadi begini kawan. Sebenarnya, lewat kisah di atas, kami cuma ingin ngasih tau kalo sebenarnya setiap kita punya potensi untuk menjadi orang cerdas dan berprestasi. Sebab, kita semua sama-sama telah diberi bekal oleh Sang Pencipta berupa akal untuk berfikir. Nah, kalo kita bisa gunain akal kita dengan baik, kita bakalan bisa menjadi orang yang cerdas. Yakin deh sobat!

Trus, kita juga kudu inget, fren. Setiap manusia terlahir ke dunia ini dalam keadaan bodoh. Nggak ada yang begitu lahir langsung jadi orang pinter. Ya nggak ?!

Coba aja kamu liat orang-orang jenius yang ada sekarang. Semuanya sama-sama lahir dari rahim ibunya dalam keadaan nggak tau apa-apa. Bahkan mereka awalnya nggak bisa apa-apa. Paling-paling cuma bisa nangis. Tapi kemudian, mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang cerdas. Kenapa? Karena mereka pergunakan otaknya untuk berfikir.

Jadi, mulai sekarang, mari kita gunakan akal fikiran kita untuk meraih sukses. Kalo kamu pingin tau caranya, silakan baca halaman berikutnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: