LOMBA MELUKIS TINGKAT DUNIA

Ceritanya ada lomba melukis tingkat dunia. Aturannya begini. Siapa yang lukisannya paling mirip dengan gambar di atas, maka dialah yang jadi pemenangnya.

KEmudian, ikutlah 4 orang peserta. Mereka mengirimkan gambar-gambar terbaiknya. Ini dia gambar-gambarnya….

Kawan…

KAlau kalian jadi juri, siapakah yang akan kalian nobatkan sebagai pemenang? Yup, jelas. Pemenangnya adalah si pengirim lukisan nomer 4, karena lukisan inilah yang paling mirip. BAhkan sama persis. Maka, dia berhak menjadi JUARA LOMBA MELUKIS TINGKAT DUNIA.

Hmm… Kira-kira kalian paham kan maksud permisalanku ini, kawan?

Begini kawan…

Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita mengikuti contoh Rosululloh dan para Sahabatnya. Alloh menyuruh kita mengikuti jalan yang lurus yang ditempuh oleh Rosululloh dan para Sahabatnya. Mereka adalah teladan bagi orang-orang yang ingin mendapatkan keridhoan Alloh dan Surga.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Alloh, dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah:100)

Jadi, bagi orang yang pengamalan agama paling mencocoki mereka (Rosululloh dan para Sahabatnya) adalah orang-orang yang paling berhak untuk menyandang gelar sebagai pemenang alias sukses.

DAlam buku “MAn Al-Faiz” yang aku terjemahkan dengan judul “Siapakah Orang yang Beruntung?” dan aku terbitkan sendiri lewat penerbitanku PUSTAKA LAKA, disebutkan salah satu sifat orang yang beruntung bin sukses bin berhasil adalah ITTIBA’ (mengikuti Rosululloh) dan meninggalkan segala perkara baru dalam agama yang tidak dikerjalan oleh Rosululloh dan para Sahabatnya.

Nah, kalau kita ingin menang dalam lomba melukis di atas, kita harus bisa membuat lukisan yang sama dengan lukisan yang dijadikan sebagai acuan. Dan, kalau kita ingin menang di akhirat (meraih surga), kita harus mencocoki cara beragama kita dengan cara beragama Rosululloh dan para Sahabatnya.

Nah…

Sekarang, mari kita cocokkan pemahaman dan pengamalan kita dengan Rosululloh dan para Sahabatnya…

Kita samakan aqidah kita dengan mereka…

Kita samakan ibadah kita dengan mereka…

Jangan kita tambah-tambah…

Jika kita berinovasi dalam hal ibadah…

Kita cukupkan dengan yang mereka amalkan…

Sebab itulah jalan keselamatan…

Kalau mereka mengimani azab kubur,  kita pun wajib mengimani azab kubur…

Kalau mereka mengimani bahwa Alloh berada di atas langit, kita pun harus mengimaninya…

Kalau mereka memfokuskan dakwah dengan membersihan akidah, maka kita  pun  harus mengikuti jejak mereka…

‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Sahabat Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjukknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Alloh telah memilih mereka untuk menemani nabi-Nya, untuk mengakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah jejak-jejak mereka, karena MEREKA BERADA DI ATAS JALAN YANG LURUS.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr)

Semoga bisa dipahami. Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: