ISLAM adalah segalanya bagiku…

“Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan kepada kami ilmu tentangnya.”

(Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu)

***

Sebagai seorang Muslim yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, aku meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Alloh. KEnapa aku berkeyakinan demikian? KArena Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Alloh hanyalah Islam.” (QS. Ali-Imron:19)

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali-Imron: 85)

Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Alloh, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentang aku seseorang dari umat manusia ini, baik dia Yahudi maupun Nashrani, lalu dia tidak mengimani risalah yang aku bawa, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (HR.Muslim).

Ini adalah keyakinanku sebagai seorang Muslim yang beriman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan aku mendasari keyakinanku ini dengan ilmu (ilmiyyah). Tidak asal ucap dan asal klaim. (Silakan baca tulisanku yang berjudul “ISLAM AGAMA YANG INDAH“).

Kemudian, aku juga meyakini bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Islam telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Islam adalah agama yang bisa menyelesaikan semua masalah yang dihadapi oleh manusia. SEbab Islam berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang menciptakan manusia, dan yang Maha Tahu segala yang bisa membuat manusia bahagia hidupnya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu sebagai agama bagimu.

(QS. Al-Maidah: 3)

Abu Dzar al-Ghifari rodhiyallohu ‘anhu berkata:“Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan kepada kami ilmu tentangnya.” Ia berkata; “Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Tidak tersisa sesuatu pun yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari api neraka, melainkan telah dijelaskan kepada kalian.’

(Al-Mu’jam al-Kabir (II/155, hadits no. 1647). Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/162), al-Bazzar (IX/341, hadits no. 3897), dan Ibnu Hibban (I/267, hadits no. 65), dengan lafadz semakna dan tanpa tambahan sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam di akhirnya).

Karena aku meyakini bahwa Islam adalah agama yang sempurna, maka aku akan mengembalikan setiap permasalahan yang aku hadapi kepada Islam, sekecil apapun masalah itu. Sebab aku meyakini bahwa semua permasalahan hidup pasti ada jawabannya dalam Islam. Bahkan -misalnya- ketika tali sendalku putus, aku akan bawa permasalahan ini kepada agama (Islam). Lho, kok?!

Iya. Bukankah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Mintalah setiap kamu pada Alloh semua yang engkau butuhkan walaupun mengenai tali sandalnya bila telah putus” (HR At Tirmidzi 2251, Syaikh Albani menghasankan hadits dari jalan sahabat Anas Rodiyallohu ‘anhu)

Perhatikanlah saudaraku hadits ini….

Kalau permasalahan sendal putus saja kita diminta untuk menyerahkannya kepada Alloh, lalu bagaimana dengan permasalahan yang lebih besar dari ini ???!!!

Oya, aku jadi teringat dengan perkataan seorang ustadz pakar hadits di sebuah kajiannya. Dia mengatakan, “Islam ini sempurna. Sampai-sampai cara bikin donat pun ada diajarkan dalam Islam.”

Uatadz itu melanjutkan, “Bukankah dalam al-Qur’an Alloh berfirman, ‘Bertanyalah kepada ahlinya jika kamu tidak mengetahui.’ (QS. An-Nahl:43)’. Kalau kita pingin bikin komputer nanyanya ke siapa? Ke ahli komputer, kan? Nah, kalau  kita pingin bikin donat tentu nanyanya ke ahli donat, ya nggak?”

Jadi memang. Islam adalah agama yang sempurna yang bisa menjawab semua permasalah hidup yang dihadapi manusia.

Lalu, bagaimana jika ada yang berkata:

“…tidak semestinya agama dibawa-bawa untuk setiap masalah….”

Hmmm…bagiku, silakan saja orang mau berkata apa saja. Tapi aku memegang prinsip bahwa apapun yang aku katakan dan aku perbuat, maka aku harus siap mempertanggung jawabkannya di hadapan Alloh kelak. Sebab Alloh berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Cuma aku bingung. Kalau setiap masalah tidak dikembalikan kepada agama (Islam), lalu kepada apa??? Apakah kepada perasaan ? Apakah kepada hawa nafsu? Apakah….?

Kalau dikembalikan kepada akal masing-masing, perasaan masing-masing, hawa nafsu masing-masing, lalu manakah yang benar yang bisa kita jadikan sebagai acuan ??? Jika menurut perasaan kita benar dan bagus, apakah Alloh pun menilai demikian ???

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ya, Alloh mengetahui. Alloh Maha Mengetahui. Lalu, kenapa kita tidak mengembalikan semuanya kepada Alloh ???

Kawan…

Ada kisah menarik yang terjadi di zaman Umar bin Khathab. Ketika gempa bumi terjadi di zamannya, beliau berkata, “Wahai manusia gempa bumi ini terjadi karena kesalahan yang dilakukan oleh manusia.” Ka’ab berkata, Gempa bumi sesungguhnya terjadi karena maksiat untuk membedakan hambanya yang ada di bumi. “Umar bin Abdul Aziz menulis surat ke kota-kota yang isinya, “Gempa bumi yang terjadi karena Alloh menegur hamba-Nya.” Suatu saat terjadi lagi dan beliau memerintahkan kepada semua manusia agar keluar dari rumah dan bersedekah dengan apa yang mereka miliki bagi mereka yang punya, karena Alloh berfirman:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sembahyang.” (QS Al A’laa (87) ayat 14-15)

Lihatlah kawan, bagaimana Umar bin Khathab mengembalikan masalah gempa bumi kepada agama (Islam). Beliau bukannya menyuruh mereka latihan persiapan menghadapi gempa atau membuat bangunan yang anti gempa. Tapi, beliau menyuruh untuk mengeluarkan sedekah.

“Lho, tapi kan rakyat Indonesia bukan Muslim semua ???”

Ya, memang. Masyarakat Indonesia memang bukan Muslim semua. Lalu, apakah lantas kita tidak mengembalikan semua masalah kita kepada Islam hanya karena masyarakat kita multi keyakinan???

Kawan…

Islam adalah agama rahmat (kasih sayang) untuk seluruh alam. Tidakkah kita berkeinginan semua orang didunia ini merasakannya ? Bukankah Rosululloh dahulu pun mendakwahkan Islam kepada semua manusia, meskipun mereka multi keyakinan. Kalau kita cinta beliau, kitapun harus mencontoh beliau. Kita jelaskan Islam kepada semua manusia, sesuai kemampuan kita. Kita jelaskan secara elegan (hikmah). SEbab Islam agama yang Indah. Islam agama kasih sayang. Islam agama yang sempurna. Dan Islam satu-satunya agama yang diterima di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu, aku akan tetap mengembalikan semua masalah kepada agama (Islam), sekecil apapun itu. Sebab,  Islam adalah segalanya bagiku.

Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: