PENGALAMANKU MEMBUAT PENERBITAN BUKU SENDIRI

Sekarang kayaknya makin rame aja orang-orang ngebicarain tentang self publishing. Saya jadi tertarik untuk nyeritain sedikit pengalaman saya seputar nerbitin buku sendiri (self publishing). Walaupun pengalamannya terbilang sederhana dan biasa-biasa saja, namun kali-kali aja bisa memberi sedikit pencerahan buat mereka-mereka yang pingin nyoba nerbitin bukunya sendiri. Sekalian juga sebagai ajang pemanasan buat saya sebelum nulis buku tentang pengalaman sederhana saya di dunia tulis menulis. Dari mulai nulis artikel, nulis buku, nerjemahin kitab (Arab-Indonesia), bikin penerbitan sendiri, jadi editor di sebuah penerbitan buku, dll.

Untuk saat ini cukuplah kiranya untuk nyeritain sedikit pengalaman saya ketika mencoba untuk bikin penerbitan sendiri. Ceritanya beginu – eh maaf – begini.

***

 

Sekitar bulan april 2003, saya tertarik untuk membuat penerbitan buku. Rencananya, buku-buku yang akan saya terbitkan adalah buku-buku terjemahan (Arab-Indonesia) ukuran saku. Salah satu keinginan saya waktu itu ialah menerbitkan buku-buku Islam dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan, terutama sekali kalangan bawah. Namun keinginan ini untuk sementara waktu saya kubur dalam-dalam karena setelah dihitung-hitung, keinginan saya ini baru bisa diwujudkan kalau saya sudah jadi milyarder. Sedangkan saat itu, boro-boro satu milyar. Nyari modal buat nyetak satu buku saja susahnya minta ampun.

Saya utarakan keinginan saya ini kepada seorang kawan. Diapun setuju. Lalu, mulailah saya berdua melakukan hitung-hitungan. Kira-kira apa saja yang dibutuhkan, butuh dana berapa, ke mana masarin buku nantinya, gimana promosinya, dst…dst…

Waktu itu, masalah mendasar yang kami hadapi cuma satu, yaitu masalah modal. Adapun yang lainnya seperti computer, naskah (terjemahan), layout, desain cover tidak ada masalah. Untuk komputer (plus printer) sementara waktu pinjem komputernya si Kemal. Untuk naskah terjemahan, bisa saya tangani sendiri (alhahdulillah saya “dikit-dikit” bisa Bahasa Arab. Jadi, nggak perlu ngeluarin ongkos buat bayar penerjemah). Untuk layout, bisa dikerjakan sendiri. Untuk desain cover bisa minta bantuan si Alfi. JAdi, selain duit buat nyetak, semuanya dianggap beres.

Keinginan untuk membuat penerbitan ini saya ceritakan pula kepada teman-teman yang lain. Alhamdulillah, dari hasil cerita sana-sini, ngobrol sana-sini, cari sana-sini, akhirnya terkumpullah uang sekitar 3,5 jutaan. Bentuk kerjasama yang yang saya tawarkan ke teman yang ngasih duit ini ialah sistem bagi hasil. Uang akan diputar selama 2 tahun. Jadi, sebelum dua tahun, uang tidak boleh diambil. Adapun bagi hasilnya nanti dihitung satu tahun pertama.

Sayangnya, perjanjian kerjasama yang kami lakukan tidak dibuat tertulis. JAdi, hanya sekedar lewat omongan saja. Soalnya kita sudah saling kenal dekat. Dan inilah salah satu penyebab timbulnya masalah dikemudian hari. Pingin tahun masalahnya? Saya lanjutin dulu ceritanya, ya…

Buku pertama yang rencananya akan diterbitin ialah terjemahan dari buku “I’rif Nabiyyaka!” karya Qismul Ilmi Darul Wathan. Buku aslinya tipis, cuma 16 halaman. Ukurannya sekitar 11 X 16 cm. Buku ini isinya tentang ringkasan perjalanan hidup NAbi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Saya pilih buku itu karena isinya sangat bermanfaat. Kita bisa mengenal sosok Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, walaupun tidak secara detail, hanya dengan membaca sekitar 1 jam saja. Oleh karena itulah, dalam membuat iklan buku ini (ketika sudah jadi) saya bikin begini:

 

================

 

BELAJAR SIROH NABI SISTEM SATU JAM

bla..bla..bla…

bla..bla..bla…

bla..bla..bla…

bla..bla..bla…

…….

==================

 

Karena bahasanya tidak terlalu sulit, jadi sayapun tidak butuh waktu lama untuk menerjemahkannya. Kalo nggak salah sekitar 2 – 3 harian. Setelah terjemahan selesai, saya baca berkali-kali untuk menghindari berbagai kesalahan sekecil mungkin, seperti misalnya salah terjemah, huruf yang terlewat, terjemahan yang terlewat, dll. Setelah yakin tidak ada yang salah lagi, maka kerjaan selanjutnya ialah melayoutnya menjadi sebuah buku seukuran yang diinginkan. Ukuran buku yang kami pilih ialah: 10 x 14 cm. Font yang digunakan jenis Verdana ukuran 10 dengan spasi 1.

Oya, sebelum buku dilayout sempurna, naskah buku kami foto copy dulu sebanyak (sekitar) 5 buah. Kemudian kami minta bantuan beberapa orang kawan untuk mengedit isinya (terutama bahasanya) sekaligus kami minta komentarnya.

Kemudian, sambil naskah buku dilayout, saya pun minta bantuan teman saya si A untuk dibuatin desain covernnya. Saya minta covernya bergambar bunga-bunga. Sebab, perkiraan saya, pembelinya kebanyakan bakalan berasal dari kalangan wanita. Dan biasanya wanita senang dengan bunga-bungaan.

Selesai buku dilayout, kemudian naskah diprint di kertas ukuran A4. Dalam satu kertas ada 4 halaman buku ( 4 page persheet). Kemudian dipotong-potong menjadi 4 bagian berukuran 10 x 14 cm. Naskah inilah yang kami bawa ke percetakan. Tapi ini cuma salah satu cara. Cara lainnya misalnya kita cukup memberikan file naskah kita. Kemudian pihak percetakan yang akan memprosesnya.

Eh, kayaknya ada yang ketinggalan deh. Sebelum proses penyusunan dan pembuatan naskah, di awal-awal pendirian penerbit, saya dan kawan saya Dodi mencoba nyari-nyari informasi tentang percetakan yang murah dan hasilnya lumayan. Akhirnya ketemulah dengan sebuah percetakan di daerah Salemba Jakarta Pusat. Saya pernah dengar dari seseorang yang sudah lumayan lama kerja di penerbitan buku, bahwa percetakan ini bisa dibilang percetakan termurah di Jakarta. Entah benar entah tidak, wallahu a’alam. Saya sendiri belum pernah melakukan perbandingan.

Karena kami awam betul dengan masalah cetak mencetak, jadinya kami tidak cukup sekali datang ke percetakan. Kalo nggak salah sampe 3 kali bolak-balik. Untuk buku pertama yang kami cetak spesifikasinya sebagai berikut: ketas 60 gram, cover divernis, full color, ukuran 10 x 14 cm, 112 halaman. Setelah negosiasi lumayan lama jatuhlah harga cetak perbuku sebesar 1550 untuk 1500 eksemplar. Berarti ongkos cetak buku pertama sebesar 2.325.000,-. Beda cukup jauh dengan buku ke-2, ke-3, dan ke-4 yang akan saya ceritakan nanti.

Pihak percetakan menjanjikan buku bisa selesai dicetak dalam waktu seminggu. Dan memang benar. Dalam waktu semingu, jadilah buku pertama kami. Bukunya kami beri judul ”Mengenal Rasulullah Lebih Dekat”. Mau tahu cover bukunya? Nih dia…

 

Bersambung….

5 Responses to PENGALAMANKU MEMBUAT PENERBITAN BUKU SENDIRI

  1. menariiikkk nanti saya main2 lagi….pingin belajar seluk beluk cetak buku sendiri dan modalnya juga termasuk buat cover + ISBN terima kasih share

  2. helmina says:

    menarikkk…

    Sdkit mmbuka fkran sy utk terjun kdunia percetakan… Wlw tk spnuh.a.. Hehehe.

  3. Al Kasih says:

    maaf, mba, nama percetakannnya apa yah yang di salemba? Makasih

  4. ali nurdin says:

    wah saya mau ikutan ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: