KEDAHSYATAN BEKAM

Aku sering mendengar keampuhan bekam dalam menyembuhkan penyakit. Aku sih percaya, karena Rosululloh sendiri yang menyuruh kita berbekam. PAsti ada yang istimewa dengan bekam. Namun, aku jadi semakin percaya setelah merasakan sendiri keampuhan bekam. Aku jadi semakin yakin bahwa bekam emang duahsyat.

Ceritanya begini.

Beberapa waktu silam aku diminta seorang kawan untuk menunggui rumahnya. Sebab dia dan keluarganya sedang pulang kampung. Aku pun menyanggupinya.

Untuk menuju rumah kawanku tidak ada mobil angkutan umum. Yang ada cuma ojeg. Jadinya aku ke sana naik ojeg. Qodarulloh waktu itu hujan deras, sehingga aku naik ojeg sambil hujan-hujanan. Alhamdulillah bisa sampai tujuan dengan selamat. Hanya badan agak sedikit nggak enak karena kehujanan.

Esok harinya, ba’da sholat dzuhur, ada tukang rujak lewat di depan rumah. Aku pun tertarik untuk membelinya. Hmmm….sambelnya lumayan pedes, tapi enak. Nggak terasa rujak satu piring masuk ke dalam perut semua.

Sore harinya, ada tukang somay lewat. Waduh jadi pingin makan somay nih. Panggil ah…. Bang, beli bang!

Ba’da sholat Isya situasi masih aman terkendali. Tapi tiba-tiba, sekitar jam 10 malam, aku merasakan sakit yang luar biasa di perutku. Aku segera ke kamar mandi untuk BAB. Tapi tak mau keluar. Beberapa kali aku masuk kamar mandi, tapi tetap sakit perut ini tak hilang-hilang. Bahkan sakitnya semakin dahsyat. Waktu itu sempat terpikirkan untuk menelpon teman untuk diantarkan ke rumah sakit karena rasa sakit yang aku rasakan sudah sedemikian luar biasanya.

Namun tiba-tiba aku teringat sesuatu. Oh iya, kenapa nggak aku coba bekam saja. Alhamdulillah di rumah kawanku itu tersedia alat bekam. Akhirnya, akupun mencoba membekam sendiri perut dan pingganggku. Dan ternyata….

Luar biasa! Setelah melakukan bekam kering di beberapa titik sekitar perut dan pinggang, Sakit perut yang aku derita berangsur-angsur hilang. Malam itupun aku bisa tidur dengan nyenyak setelah sebelumnya aku tak bisa tidur karena sakit di perutku. Alhamdulillah ya Alloh…

Nah, demikianlah sedikit pengalamanku bersama bekam. Semoga bisa diambil hikmahnya. Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: