RO’YU ATAU WAHYU ???

Dalam sebuah pengajian, ada seorang jama’ah yang melontarkan pertanyaan kepada ustadz yang mengisi. Kira-kira pertanyaannya begini:

“Ustadz, ada yang berpendapat bahwa azab kubur itu tidak ada. Buktinya mayat yang dikubur itu kalau di angkat tidak ada tanda-tanda adanya bekas siksaan?”

Sang ustadz pun kemudian memberikan jawaban dengan sebuah pertayaan cerdas yang membuat jama’ah jadi berfikir kritis.

“Ini ro’yu (pendapat manusia) atau wahyu (Al-Qur’an dan hadits) ?? Mestinya kalau kita bicara agama yang kita ucapkan adalah “Qoolalloh…Alloh telah berfirman….Qoolarosuul…Rosul telah bersabda….Qoolalloh…Qoolarrosuul….”

Perkataan sang ustadz begitu membekas dalam hatiku. Ya, benar sekali wahai ustadz. Dalam permasalahan agama kita harus mengedepankan Firman Alloh dan sabda Rosul-Nya. Dalam permasalahan agama kita harus mengedepankan al-Qur’an dan hadits. Kita tidak tidak boleh berpendapat dengan ro’yu kita semata. Emangnya kita siapa??? Apakah kita lebih pintar dari Alloh dan Rosul-Nya ??? apakah kita merasa lebih mengetahui dari Alloh dan Rosul-Nya???

Saudaraku….

Menurutmu, mana yang lebih pantas untuk dibersihkan: Bagian atas sepatu atau bagian bawahnya? Engkau tentu akan menjawab “Bagian bawahnya, karena bagian bawahnyalah yang kotor.”

Namun, kenapa kalau orang yang memakai sepatu ketika berwudhu, justru Rosululloh malah mengajarkan utuk mengusap bagian atasnya, bukannya bagian bawahnya???

Al-Mughirah bin Syu’bah rodhiyallohu ‘anhu berkata: Aku pernah menyertai Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam satu safar, (tatkala beliau berwudhu) akupun menjulurkan tanganku untuk melepas dua khuf (sepatu) yang sedang beliau kenakan. Namun beliau berkata: “Biarkan dua khuf ini (jangan dilepas) karena aku memasukkan keduanya dalam keadaan suci.”  Beliaupun mengusap di atas kedua khuf tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 206 dan Muslim no. 274)

Nah, di sini kita bisa mengambil pelajaran berharga. Bahwa agama ini bukan berlandaskan pada ro’yu (pendapat) manusia. Namun agama ini adalah berlandaskan pada wahyu. Apa yang dikatakan oleh Alloh dan Rosul-Nya itulah yang kita terima. Apa yang diperintahkan oleh Alloh dan Rosul-Nya itulah yang kita laksanakan.

Kawan…

Dengarkanlah perkataan indah berikut ini…

Ali rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Seandainya agama itu dengan akal niscaya yang lebih pantas diusap adalah bagian bawah khuf daripada bagian atasnya. Sungguh aku melihat Rosullulloh mengusap di atas kedua khufnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil t dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/100)

As-Safarini rOhimahulloh berkata: “Alloh Subhanahu wa ta’ala menciptakan akal dan memberinya kekuatan adalah untuk berpikir dan Alloh Subhanahu wa ta’ala menjadikan padanya batas yang ia harus berhenti padanya dari sisi berfikirnya bukan dari sisi ia menerima karunia Ilahi. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan ijin Alloh. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Alloh Subhanahu wa ta’ala telah tetapkan maka ia akan membabi buta…” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, hal. 1105)

Wallohu a’lam.

Semoga bisa dipahami…

One Response to RO’YU ATAU WAHYU ???

  1. Ya ya ya bisa diterima hadist ini kaks. jadi kembali mengingat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: