SERIAL BAITI JANNATI (JURUS SAKTI KE-2)

Dahulu, aku mempunyai seorang kawan. Sebut saja namanya Mamat. Dia pernah bercerita bahwa kakaknya yang perempuan cantik-cantik. Mendengar ceritanya itu aku sih nggak heran. Soalnya dia sendiri aku lihat cukup ganteng lah. Jadi wajar kalau kakaknya yang perempuan cantik-cantik.

 

Namun ada sebuah cerita yang cukup menarik bagiku. Sepertinya ini ilmu baru bagiku. Ceritanya adalah dialog antara dirinya dengan salah seorang kakaknya yang cantik itu. Kawanku itu memperhatikan, kok suami kakak-kakaknya biasa-biasa saja ya. Wajahnya nggak ganteng-ganteng amat. Sehingga dia heran. Kok kakaknya mau punya suami yang wajahnya biasa-biasa saja. Kenapa nggak nyari yang ganteng saja.

 

Kakaknya kemudian berkata kepadanya. Kira-kira begini ucapan kakaknya itu.

 

“Kalo wanita mah yang penting perhatian, Mat. Wajah nggak terlalu penting….”

(Hmm…bener nggak sih? Bagi para wanita, tolong dong komentarnya….)

 

Nah, ini dia nih jurus sakti yang bisa kita coba untuk mewujudkan dan melanggengkan keharmonisan dalam rumah tangga. PERHATIAN !!! Apa kawan-kawan ??? Ya, benar sekali…PERHATIAN.

 

 

Memang, setiap kita tentu senang diperhatikan. Tul, nggak? Kita tentu akan merasa senang jika ada orang yang mau memberikan perhatiannya kepada kita.

 

Contoh sederhananya begini. Misalnya kita sedang terbaring sakit. Eh, tiba-tiba ada kawan-kawan yang datang menjenguk. Tentu kita senang sekali bukan? Apalagi jenguknya sambil bawa buah-buahan, seperti mangga, rambutan, melon, semangka, nanas, manggis, apel, jeruk, dll. (Lho, ini mau jenguk orang sakit apa mau dagang buah di pasar he..he…)

 

Jadi memang, setiap orang tentu senang diperhatikan. Sebaliknya, setiap orang tentu tidak senang dicuekin.

 

Maka sungguh sangat indah jika sebuah rumah tangga dihiasi dengan sikap saling perhatian antara anggota keluarga. Teutama antara suami-isteri. Si Suami senantiasa memperhatikan istrinya, dan si isteri senantiasa memperhatikan suaminya.

 

Jangan mentang-mentang si suami merasa bahwa tugasnya hanya mencari uang di luar rumah, lantas dia pun cuek terhadap apa yang menjadi tugas isterinya di rumah. Kemudian juga jangan mentang-mentang si isteri merasa bahwa tugasnya hanya mengurus rumah, lantas dia cuek terhadap kegiatan suaminya di luar rumah.

 

Cobalah sang suami sekali waktu berbincang hangat dengan isterinya. Coba tanyakan kepadanya:

 

  • Gimana selama di rumah, ada mengalami kesulitan?
  • Apa yang bisa Mas bantu untuk meringankan bebanmu di rumah?
  • Jenuh nggak dirumah? Gimana kalau kita pergi rekreasi minggu besok?
  • ….
  • Dst.

 

Cobalah juga sang isteri menanyakan hal yang sama kepada suaminya. Usahakan suami-isteri mengetahui apa yang dikerjakan oleh masing-masing mereka, sehingga mereka bisa saling mengerti.

 

Sungguh sangat indah misalnya si isteri mengetahui hari-hari apa saja si suami biasa mendapatkan tugas berat di kantornya. Kemudian di hari itu, si istri sudah menyiapkan segala kesenangan si suami di rumah, seperti makanan, minuman, …..dll. Kemudian ketika suami pulang kantor di hari itu dalam keadaan lelah, si isteri sudah menyiapkan air hangat untuk mandi, serta dengan lembutnya berkata, “Mas pasti capek hari ini. Sini aku pijitin ?”. Subhanalloh.

 

 

Kemudian sungguh sangat indah misalnya si suami tahu kapan waktu-waktu si isteri sibuk di rumah. Misalnya kapan waktu istrinya masak. Kemudian si suami pun pada waktu itu memberikan sedikit hiburan kepada isterinya yang membuat si istri tersenyum sehingga berkuranglah rasa lelah di tubuhnya.

 

Aku pernah baca kisah pengalaman suami istri yang cukup harmonis. Si istri cerita, katanya pernah saat dia sedang memasak, suaminya berkirim pesan yang isinya –kurang lebih- begini:

 

“Halo cantiik…. Lagi ngapain nih ? Lagi masak ya? Wah dah nggak sabar nih pingin segera nyicipin masakan paling enak sedunia…..Dah ya…Mmmuuaah….dari si ganteng suamimu..”

 

Sekali lagi perhatian. Jangan cuek. Jangan egois.

 

Hendaknya istri juga mengetahui apa saja yang di sukai suaminya dan apa saja yang tidak disuaki suaminya. Begitupun sebaliknya.

 

Barangkali itu dulu yang bisa aku tulis. Semoga lain waktu bisa disambung lagi. Sungguh sangat banyak yang ingin aku tuangkan terkait dengan masalah perhatian. Namun apa daya ada kesibukan lain yang sudah menunggu.

 

Dan mungkin ini juga note terakhirku di bulan ramadhan ini. Setelah ini aku akan off dulu dari dunia maya.

 

Sampai jumpa di bulan syawal insya Alloh.

 

Wassalam.

 

Catatan:

Jika menurut kawan-kawan tulisan ini bermanfaat, mohon untuk disebarkan ke kawan-kawan yang lain. Namun, kalau menurut kawan-kawan tulisan ini jelek, mohon kasih tahu aku ya….biar bisa aku perbaiki menjadi tulisan yang cantik. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: