BANJIR BAHASA ARAB

Wah, apaan tuh banjir bahasa Arab? Kayak Jakarta aja pake acara banjir segala hehehe…..

 

Begini. Anda kenal nggak dengan Bang AJ Hoge? Dia itu ahli bahasa Inggris. Dia pendiri effortlessenglish.com. Dan aku banyak belajar bahasa Inggris dari dia lewat internet.

 

Yang aku suka dari Bang AJ Hoge, dia itu banyak memberi kiat sukses dalam belajar bahasa Inggris. Beliau sering member tips bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita, terutama kemampuan berbicara.

 

Diantara, yang masih aku ingat, dia mengajarkan begini. Dalam belajar, kata dia, hendaknya kita harus kontinyu alias berkesinambungan alias istimror. Nggak apa-apa sedikit tapi yang penting terus berkelanjutan. Hal ini lebih baik dari pada banyak, tapi Cuma sekali. Misalnya, lebih baik sehari belajar satu jam, tapi tetep berkelanjutan daripada sehari 4 jam tapi abis itu udah nggak mau buka-buka buku lagi.

 

Kata dia, cara belajar seperti ini biasa digunakan juga di Jepang. Intinya, nggak apa-apa sehari –misalnya- Cuma menghafal satu kosa kata. Yang penting belajarnya terus berkelanjutan. Mmm…apa ya istilah yang dia pakai. Kalau nggak salah, istilahnya CANI yang artinya Constant And Never Ending Improvement.

 

Tapi, kata Bang AJ Hoge, cobalah sekali waktu –misalnya- sehari dalam sebulan, belajarlah dalam jumlah waktu yang lebih lama dari biasanya. Misalnya, kalau setiap hari biasanya belajar bahasa Inggris Cuma sejam-dua jam, cobalah sekali waktu belajar langsung 5-6 jam dalam sehari. Tujuannya apa? Kata dia, tunjuannya ialah untuk MEMBANJIRI otak kita dengan bahasa Inggris. Setelah itu biasa lagi. Santai lagi. Tapi tetep kontinyu.

 

Hmm….aku pikir, bagus juga nih buat diterapin dalam belajar bahasa Arab. Dan sepertinya aku sendiri dulu juga sering menerapkannya. Dan hasilnya memang luar biasa. Beberapa buku bahasa Arab (buku kecil alias kutaib) sudah berhasil aku terjemahkan.

 

Memang, belajar itu lebih baik sedikit tapi kontinyu daripada banyak tapi setelah itu nggak belajar-belajar lagi. Atau baru belajar lagi dalam waktu yang lama. Dan Islam pun mengajarkan yang demikian. Ada sebuah hadits yang menguatkan akan hal ini.

 

Dari ’Aisyah –rodhiyallohu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rosululloh shollallohu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Alloh Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” [HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.]

Jadi nggak apa-apa, misalnya dalam sehari kita Cuma membaca 2 lembar buku nahwu, mempelajari satu kaidah nahwu, menghafal satu wazan dalam ilmu horof, dan menghafal satu atau dua kosa kata. TApi yang penting kita melakukannya secara kontinyu. Setiap hari kita belajar. Seperti ini tentu akan lebih baik daripada sehari kita membaca 20 lembar buku nahwu, tapi setelah itu seminggu kita nggak nyentuh-nyentuh buku nahwu lagi.

Kemudian, ada baiknya juga sekali waktu kita tambahkan waktu jam belajar kita secara drastis. Misalnya kita agendakan seminggu sekali belajar 5-6 jam bahasa Arab. Pagi 2 jam, sore 2 jam dan malam 2 jam. Seperti yang dibilang Bang AJ Hoge, tujuannya untuk membanjiri otak kita dengan bahasa Arab.

Mmm…sepertinya inipun ada ajarannya juga dalam Islam. Coba perhatikan. Dalam seminggu ada satu hari yang disebut sebagai hari raya yang selalu berulang dalam seminggu. Hari apa itu? Yup, benar! Hari Jum’at. Pada hari Jum’at kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Kemudian, dalam dua belas bulan ada satu bulan yang kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Bulan apa itu? Yup, cerdas! Bulan Romadhon. Bukankah pada bulan Romadhon kita sangat dituntut untuk memperbanyak amal shalih. Misalnya, yang tadinya kita menghatamkan al-Qur’an Cuma sekali dalam sebulan. Maka di bulan Romadhon kita sangat ditekankan untuk menghatamkannya berkali-kali. Bukankah demikian?

Aku pun dulu begitu. Dahulu, awal-awal belajar, aku belajar sekitar 45 menit – 1 jam dalam sehari. Kemudian sekali waktu aku belajar sampai berjam-jam. Sewaktu dahulu aku libur kuliah, aku belajar bahasa Arab dari pagi sampai malam. Dan aku juga pernah mengikuti pelatihan bahasa Arab selama sekitar satu bulan di sebuah pondok pesantren. WAktu belajarnya dari ba’da shubuh sampai jam 9 malam lewat sedikit. Dan hasilnya….ya seperti yang sudah aku bilang.

Nah, gimana sekarang. Anda sudah mengerti kan maksud dari banjir bahasa Arab? Sip lah kalau begitu. Sa’atnya sekarang kita menuju lokasi banjir (Lho! Hehe….)

Demikianlah. Semoga bermanfa’at dan sedikit tercerahkan. Selamat belajar bahasa Arab! (Abdul Jabbar Al-Batawie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: