SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-5)

Pada suatu malam aku melihat ada kerumunan di sebuah rumah. Karena penasaran aku coba mencari tahu. Ternyata sedang terjadi percekcokan antara suami istri. Seorang suami menampar wajah istrinya. Lho, tapi kok bisa sampai seramai itu?

Begini ceritanya. Pada hari itu si istri pergi keluar rumah tanpa bilang-bilang suaminya. Dia pergi bersama teman-temannya, laki-laki dan perempuan. Malam hari baru pulang. Si suami merasa tidak senang dengan perbuatan istrinya itu. Mungkin karena amarahnya sudah sedemikian memuncak, ketika istrinya pulang si suami langsung menampar wajah istrinya. Tapi itu dilakukan di hadapan bapak mertuanya. Karena si bapak mertua tidak rela anak perempuannya diperlakukan seperti itu, akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Si bapak mertua mengambil golok…dan kemudian…. Orang-orang ramai berdatangan untuk melerai.

Tak berapa lama, akhirnya mereka pun bercerai. Padahal mereka sudah hidup berumah tangga cukup lama dan sudah dikaruniai 2 orang anak yang besar-besar.

Kawan-kawanku yang aku cintai karena Alloh…

Ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisah di atas. Ternyata, ketidaktahuan seorang suami-istri terhadap diri masing-masing bisa menyebabkan kehancuran rumah tangga. Makanya, agar rumah tangga bisa harmonis, sangat penting bagi pasangan suami istri untuk mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.

Nah, inilah jurus ke-5 yang ingin aku sampaikan pada kesempatan malam ini (sekarang udah jam sebelas euy….). Ketahui dan tunaikan hak dan kewajiban masing-masing. Insya Alloh dengan begitu rumah tangga akan tetap harmonis.

Kawan-kawan tentu pernah mendengar perkataan begini. “Al-Jahlu ashlu kulli syarrin”. Ayo siapa yang tau artinya? Yang ngerti bahasa Arab tentu tahu arti dari perkataan ini. Perkataan ini muncul dari lisan para ulama kita. Artinya “Kebodohan merupakan akar dari segala keburukan”. Kisah di atas merupakan salah satu buktinya.

Makanya agama kita melarang kita jadi orang bodoh. Agama kita menyuruh kita untuk banyak belajar. Bukankah ayat yang pertama kali diturunkan berbunyi “Iqro!” yang artinya BACALAH! Dan kita semua tentu tahu bahwa membaca merupakan gerbang untuk menuju kepada ilmu pengetahuan.

Agama kita memerintahkan kita untuk berilmu sebelum berkata dan berbuat. Oleh karena itu, seorang yang hendak menikah semestinya belajar dulu tentang hak dan kewajiban suami istri. Agar setelah menikah, mereka tidak terjatuh pada pelanggaran-pelanggaran syari’at terkait hak dan kewajibannya suami istri.

Emangnya apa saja hak dan kewajiban suami istri itu?

Wah, banyak. Silakan baca sendiri di buku-buku yang khusus membahas akan hal ini. Misalnya buku “Panduan Keluarga Sakinah” karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizahulloh.

Diantaranya nih, aku kutipkan dari al-atsariyyah.com.

Di antara hak-hak suami yang wajib diserahkan oleh istri kepadanya adalah:

 

  •   Selalu menjaga penampilannya agar suaminya merasa senang jika melihatnya.
  •   Tidak mengerjakan amalan-amalan yang dibenci oleh suaminya walaupun amalan itu mungkin perkara yang mubah.
  •   Tidak memanfaatkan harta suaminya pada sesuatu yang suaminya benci.
  •   Menaati semua perintah suaminya walaupun isi perintahnya asalnya adalah mubah, selama perintahnya bukan berupa kemaksiatan.
  •   Lebih terkhusus lagi, haram bagi istri untuk menolak ajakan suami untuk ‘berhubungan’.
  •   Tidak boleh berpuasa sunnah secara mutlak tanpa izin dari suaminya jika suaminya sedang ada di rumah.
  •   Tidak mengizinkan seorangpun masuk ke dalam rumahnya tanpa izin suaminya.
  •   Jika dia memanfaatkan harta suami tanpa izinnya maka dia wajib untuk mengganti setengahnya.

Di antara hak istri dari suaminya adalah:

 

  •   Secara umum memperlakukan istrinya dengan perlakuan yang dia senang jika istrinya memperlakukan dia seperti itu.
  •   Menasehati istrinya dengan kebaikan.
  •   Bersabar dalam menasehatinya dan penuh hikmah di dalamnya. Tidak keseringan dinasehati sehingga membuatnya bosan atau membangkan dan tidak juga terlalu jarang sehingga membuatnya keluar dari akhlak seorang muslimah yang baik.
  •   Memberinya makan dari makanan yang dia makan.
  •   Memberinya pakaian semisal dengan pakaian yang dia gunakan. Kadar minimal wajibnya adalah memberikan kepada istrinya pakaian yang bisa menutupi auratnya.
  •   Tidak boleh memukul wajahnya.
  •   Tidak boleh mencelanya.
  •   Tidak boleh mendoakannya dengan doa yang jelek.
  •   Tidak memboikot dia kecuali di dalam rumah, yakni tidak menyuruhnya keluar dari rumah.
  •   Tidak membencinya dengan kebencian yang sangat, karena tentu masih ada perkara baik dari sisi lain yang dia senangi dari istrinya.

Nah, demikianlah. Jadi, buat kawan-kawan yang pada belum tahu apa saja hak dan kewajiban suami istri, ayo deh mulai sekarang belajar. Setelah itu segera deh diamalkan. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Amiin.

Wallohu a’lam.

2 Responses to SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-5)

  1. bagus mas serial baiti jannati nya..
    jurus2 yg ampuh ^_^
    smgat ya mas dalam berkarya ..
    karna selama ni karya sangat bermanfaat ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: