SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-6)

Sewaktu kuliah dulu, hampir setiap tahun aku pindah kos. Dan seringnyanya aku tinggal di sebuah rumah besar yang terdiri dari banyak kamar. Pernah aku tinggal di rumah yang terdiri dari –kalo nggak salah- 15 kamar. Masing-masing kamar di isi oleh 2 orang mahasiswa. Eh, mungkin lebih tepatnya disebut pondok kali ya, bukannya rumah. Ya terserah lah mau nyebut apa. Yang jelas itu adalah tempat tinggal.

Karena tinggal bersama banyak orang, aku jadi tahu keunikan sifat-sifat manusia. Ada yang begini dan ada yang begitu. Kemudian, ada satu hal menarik yang aku lihat di tempat tinggalku. Dari sekian banyak kamar, ternyata ada satu-dua kamar yang biasa jadi tempat kumpul kawan-kawan. Kamar itu biasa dikunjungi oleh kawan-kawan satu kosan.

Namun, ada juga yang sebaliknya. Ada kamar-kamar yang sepi pengunjung. Jarang yang mau berkunjung ke situ. Kenapa kok bisa begitu?

Nah, ini dia nih jurus ke-6 yang ingin aku sampaikan pada kesempatan kali ini. Kira-kira apa alasannya, coba? Kenapa penghuni kos banyak yang senang berkunjung –misalnya- ke kamar si A, namun nggak mau atau malas berkunjung ke kamar si B. Ayo, siapa yang tahu?

Jawabannya adalah….. Mau pada tahu semua, kan? Sebab si A memiliki pribadi yang menyenangkan. Berbeda dengan si B. Makanya kawan-kawannya banyak yang berkunjung ke tampatnya. Siapa sih yang nggak mau berteman dengan orang yang asik diajak bergaul. Tul nggak, fren?!

Jadi, jika kita ingin rumah tangga kita harmonis, maka JADILAH SOSOK YANG MENYENANGKAN untuk pasangan kita masing-masing. Jadilah orang yang asik untuk diajak bergaul.

Kawan-kawan mungkin bertanya. Seperti apa sih orang yang menyenangkan itu? Seperti apa sih orang yang asik untuk diajak bergaul?

Mmm…seperti apa ya…? Tentu saja ya seperti Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau adalah manusia yang paling mulia akhlaknya di atas permukaan bumi ini. Alloh Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang mengatakan demikian. Alloh memuji beliau  dengan berfirman:

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur”. (QS. Al-Qalam : 4)

Makanya beliau banyak disenangi orang. Tiada seorang pun yang bergaul dengan beliau, melainkan mereka akan kagum dengan akhlak beliau.

Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang menyenangkan, maka kita kudu mencontoh pribadi Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Dijamin deh, pasangan kita akan merasa senang dan nyaman tinggal bersama dengan kita. Sebagaimana hal itupun dirasakan oleh para istri Nabi dan juga para Sahabat beliau.

Jika Anda bertanya, seperti apa sih akhlak Rosululloh itu?

Waduh, panjang penjelasannya. Silakan baca sendiri deh di buku-buku yang ngebahas tentang akhlak Rosululloh.

TApi aku pingin cerita begini. Aku ingin cerita sedikit tentang kawan-kawan yang dahulu kamarnya menjadi kamar favorit dan kawan-kawan yang kamarnya jarang dikunjungi.

Sebut saja namanya si X. Dia orangnya selalu ceria. Murah senyum. Dan aku hampir nggak pernah melihat dia cemberut apalagi marah. Makanya kawan-kawan senang bergaul dengannya dan sering berkunjung ke kamarnya.

Kemudian, sebut saja namanya si Y. Dia orangnya cool banget. Udah gitu, kalo tersinggung dikit langsung marah. Kalau melihat sesuatu yang dia nggak senang dari orang lain, langsung ditegur. Sehingga kawan-kawan merasa nggak nyaman bila bersama dengannya. Terkadang, kalau kawan-kawan lagi ngumpul, kemudian dia datang, langsung suasananya jadi sedikit berubah. Satu demi satu kawan-kawan bangkit berdiri dan pergi.

Silakan simpulkan sendiri deh dari kisah si X dan si Y. Bisa, kan?

Mmm….apa lagi ya….eee……. Oya. Aku teringat sesuatu. Seorang kawan pernah berkata kepada ibunya.

“Memangnya ibu pingin menanti yang kayak gimana?”

“Yaa kalo ibu sih yang penting anaknya sopan ajah….”.

Ya, aku setuju dengan si ibu. Orang yang sopan adalah orang yang enak untuk dijadikan kawan. Sebaliknya, orang yang nggak sopan alias songong –kalo kata orang Betawi- adalah orang yang nggak layak untuk dijadikan kawan. Apalagi kalo sampai dijadikan kawan dekat.  Waduh, jangan sampe deh…

Mungkin ini dulu kali ya. Kapan-kapan aku kembangin lagi.

Intinya, jadilah pribadi yang menyenangkan. Coba deh kita bayangin sendiri. Gimana kalau kita tinggal berdua di sebuah rumah dengan orang yang nggak menyenangkan alias nyebelin. Gimana rasanya? Nggak enak, kan?

Nah, makanya jangan jadi orang yang nyebelin. Jadilah orang yang menyenangkan. Dengan begitu, keharmonisan rumah tangga –insya Alloh- akan terus terjaga. Nggak percaya? Yaudah, buktiin aja sendiri kalo nggak percaya!

Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: