SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-7)

Kisah ini aku dapat dari seseorang yang sebut saja namanya si Budi. Begini kisahnya….

Ada 7 orang pemuda. Eh jumlah pastinya aku agak lupa. Kalo nggak salah sekitar 7 orang. Mereka tinggal bersama di sebuah rumah yang terletak di tempat yang agak terpencil.

Untuk makan sehari-hari terkadang mereka beli di warung nasi yang lokasinya agak lumayan jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. TApi kadang-kadang mereka masak sendiri di rumah. Sebab di rumah yang mereka tinggali dilengkapi pula dengan alat-alat masak.

Suatu hari salah seorang dari mereka, sebut saja namanya di Budi, ingin masak sendiri untuk dimakan bersama-sama. Tapi dia melihat di dapur perlengkapan masak masih pada kotor.

“Ah, biar temen-temen saja yang nyuci. Aku mau beli sayur aja.”, pikirnya dalam hati.

Si Budi pun kemudian keluar sendiri untuk membeli sayur dan lauk-pauk. Dia ke warung dengan menaiki sepeda. Sementara kawan-kawannya santai-santai saja dirumah, tidak ada kegiatan.

Sekitar setengah jam kemudian, kembalilah si Budi. Sesampainya di rumah dia , dia masih melihat kawan-kawannya masih santai-santai saja. Begitu dia ke dapur, perlengkapan masak masih dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Yah, gimana sih nih anak-anak,” ucap Budi dalam hati, “nggak pengertian banget!”

Dengan sedikit kesal Budi pun membersihkan sendiri peralatan kotor itu. Kemudian dia pun memasak sendiri sayuran yang baru saja dia beli. Sebab, tak ada seorang pun kawan-kawannya yang tergerak membantunya.  Setelah selesai memasak, diapun menghidangkan masakannya kepada kawan-kawannya. Mereka semua kemudian makan bersama di ruang tengah dengan makanan seadanya.

Namun ada yang kemudian membuat hati si Budi kembali sedikit dongkol. Ada kawannya yang makannya nambah, padahal jumlah lauk yang tersedia nggak seberapa. Dalam hati si Budi berkata, “Udah nggak mau bantu, makannya nambah lagi…..Cape deh….”.

Kawan-kawanku yang aku cintai….

Setidaknya ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas. Namun, agar tidak berkepanjangan, aku akan membahas satu pelajaran saja. Apakah itu?

Dalam kehidupan bermasyarakat, agar tetap harmonis, harus adanya rasa saling pengertian. Sebab orang yang pengertian akan dicintai banyak orang. Sebaliknya orang yang nggak pengertian, bisa jadi akan dimusuhi banyak orang.

Contoh kecilnya begini.

  • Misalnya ada seorang pemuda yang tengah duduk di atas kereta atau bus kota yang penuh sesak oleh penumpang.  Kebetulan hanya dia laki-laki yang dapat tempat duduk. Kemudian masuklah seorang nenek-nenek sambil membawa 2 cucunya. Tapi si pemuda ini cuek saja tidak mau memberi tempat duduk kepada si nenek. Kira-kira bagaimana tanggapan penumpang yang lain? Bisa jadi si pemuda ini dikutuk orang segerbong kereta. (Seperti kemarin ketika aku naik KRL Ekonomi Jakarta-Bogor. Ada penumpang laki-laki yang tidak mau memberikan tempat duduk kepada ibu-ibu. Oleh penumpang lain dikomentarin, “Diri dong tuh yang laki-laki….Jangan pura-pura tidur. Kasian tuh ibu-ibu!”
  • Misalnya Anda tinggal di pemukiman padat penduduk. KEtika tengah malam Anda menyetel musik keras-keras saat orang-orang sedang terlelap dalam istirahat. Kira-kira apa tanggapan tetangga Anda? Bisa-bisa rumah Anda bakalan ditimpukin orang sekampung.
  • Dll.

Sekarang coba kalau begini. Anda sedang duduk di atas kereta, kemudian ada nenek-nenek naik dan nggak dapat tempat duduk. Anda pun kemudian langsung mempersilakan si nenek menempati tempat duduk Anda. Kira-kira apa respon si Nenek? Tentu dia akan sangat senang. Minimal dia akan berkata, “Terima kasih ya mas….”, sambil tersenyum. Penumpang yang lain pun akan senang dengan sikap Anda itu.

Jadi intinya, jika kita ingin disukai orang, jadilah orang yang pengertian. Dan, jika Anda ingin disukai pasangan Anda, maka jadilah orang yang pengertian.

Seorang istri tentu akan senang dengan suami yang pengertian. Dan seorang suami pun akan senang dengan istri yang pengertian.

Seorang istri tentu akan senang jika dirinya sedang kurang enak badan, kemudian suaminya mau menggantikan posisinya membersihkan rumah, mencuci piring, dan mencuci baju. Sebaliknya, seorang istri tentu akan kesal dengan suami yang sudah tahu bahwa dirinya sedang kurang sehat, tapi tetap dibebani dengan pekerjaan rumah.

Seorang suami tentu akan senang jika dirinya pulang kantor dalam kondisi basah karena kehujanan di jalan, kemudian sang istri di rumah sudah menyediakan air hangat untuk mandi dan wedang jahe plus sop ayam panas untuk menghangatkan badan. Sebaliknya, seorang suami akan kesal jika dia pulang kantor dalam keadaan basah kuyup, namun istrinya di rumah not responding sama sekali.

Oya, aku jadi teringat dengan pertandingan sepak bola. Tentu kita pernah dengar istilah “salah pengertian”. Apa jadinya coba jika sebuah tim sepakbola selalu salah pengertian. Bisa diperkirakan, tim itu tentu akan kalah.

Nah, lalu apa jadinya jika dalam rumah tangga selalu terjadi salah pengertian. Ya bisa diperkirakan rumah tangga itu pun akan hancur berantakan.

  • Apa jadinya jika si istri tahu kalau gaji suaminya pas-pasan, namun si istri tetap menuntut untuk dibelikan berbagai macam perhiasan?
  • Apa jadinya jika si suami tahu istrinya lelah seharian mengurus rumah, memasak dan menjaga anak-anak, namun dia tetap meminta si istri untuk memijat-mijat tubuhnya yang capek?

 

Kesimpulannya, jika rumah tangga Anda ingin tetap harmonis, maka hadirkan sikap saling pengertian di rumah tangga Anda. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberi kekuatan kepada kita untuk senantiasa menjadi orang yang pengertian. Amiin.

NB.

Aku akan sangat senang jika kawan-kawan mau berbagi cerita (cerita pribadi atau pengalaman orang lain) yang berkaitan dengan jurus-jurus yang sudah aku sampaikan. Silakan masukan ke dalam inbox. Jazakumulloh khoiron. Semoga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang bahagia. Amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: