SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-14)

Kisah ini aku dapat langsung dari si empunya cerita. Dia menceritakannya dalam sebuah buku. Kurang lebih ceritanya begini.

“Suatu hari aku mengendarai mobilku di jalan raya. Tiba-tiba ada yang menabrak mobilku dari belakang. Akupun langsung turun dari mobil dengan bersiap-siap untuk melabrak sopir mobil yang menabrak mobilku. Aku datang menghampirinya, dan dia pun keluar datang menghampiriku. Sebelum aku berkata apa-apa, dia sudah mulai terlebih dahulu dengan meminta maaf kepadaku dengan wajah yang tersenyum dan tangan yang terjulur mengajak bersalaman. Melihat senyum yang mengembang di wajahnya, hatiku pun langsung luluh. Kemarahan tiba-tiba saja mereda. Dan aku pun berkata kepadanya, ‘O ya udah nggak apa-apa. Memang kadang hal-hal seperti ini sering terjadi.’” Akupun lantas kembali ke mobilku dan pergi.”

Kawan-kawan yang aku cintai karena Alloh…

Dari kisah di atas aku mengambil pelajaran tentang dahsyatnya pengaruh dari sebuah “senyuman”. Senyuman ternyata dapat meluluhkan kemarahan yang hampir meledak sekalipun.

Naaah…..inilah jurus ke-14 yang ingin aku sampaikan pada kesempatan kali ini. Tersenyumlah! Insya Alloh, dengan selalu menebarkan senyum antar pasutri, maka keharmonisan rumah tangga akan tetap ada.

Barusan, sebelum sholat Isya, aku bertanya kepada dua orang kawanku.

“Kalian pernah nggak dicemberutin sama temen perempuan waktu sekolah dulu?”

“Pernah” jawab mereka.

“Trus, gimana rasanya?”

“Wah, dunia rasanya jadi sempit….”

Aku pun merasakan hal yang sama dengan kedua kawanku ini. Dahulu, waktu masih sekolah, aku paling nggak suka kalau dicemberutin sama temanku yang perempuan. Gimana ya rasanya. Dada terasa sempit, dan langit seperti mau runtuh (hehehe…..lebay.com).

Tapi, kalau aku disenyumin sama temen perempuan, meskipun wajahnya biasa-biasa saja dan aku nggak ada hubungan apa-apa dengannya, rasanya gimanaaa gitu. Dunia terasa luas, bunga-bunga seakan bermekaran di depan mata, pelangi tiba-tiba muncul di dalam dada, dan angin sepoi-sepoi perlahan datang mengelus jiwa (hehehe….lebaykuadrat.com).

Sekarang aku membayangkan begini. Kalau disenyumin oleh lawan jenis yang nggak ada hubungan apa-apa dengan kita saja sudah  bisa memberikan efek luar biasa bagi hati, apalagi kalau disenyumin orang yang sudah menempati ruang di hati kita. Tentu akan lebih dahsyat lagi!

Jadi memang, senyuman benar-benar bisa memberikan dampak yang luar biasa. Makanya nggak heran kalau Rosululloh mengatakan bahwa tersenyum termasuk sedekah. Anda tentu tahu kan kalau sedekah itu bisa memberikan dampak luar biasa bagi dunia dan akhirat seorang hamba?

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).)

“Senyum adalah sedekah, karena orang yang tersenyum adalah orang yang mampu memberikan rasa aman dan rasa persahabatan pada orang lain. Senyum juga menggambarkan karakter kondisi si pemberi senyum bahwa ia mempunyai sifat lembut, ramah, dan bersahaja. Untuk memotivasi para sahabat, suatu hari Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam berpesan, “Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan itu, walaupun itu hanya bermuka cerah pada orang lain,” (HSR Muslim (no. 2626).).

Orang yang selalu bermuka cerah, tentu akan mendapat tempat dan disukai oleh banyak orang, sebaliknya orang yang hanya cemberut saja, mudah tersinggung dan marah akan dijauhi banyak orang. Kondisi yang terakhir justru akan merusak keseimbangan fisik, tekanan darah naik, detak jantung tidak menentu dan lekas tua. Dalam dunia kesehatan ditemukan bahwa orang yang tersenyum, tertawa tidak berlebihan, membuat jasmaninya sehat terutama dapat mengendorkan ketegangan otot wajah, wajahnya selalu terlihat berseri dan indah dipandang.” (Dikutip dari http://forum.tribunnews.com/showthread.php?2688-Tips-Agar-Senyum-Tetap-Indonesia)

Ada yang mengatakan bahwa senyuman bagai garam pada masakan. Senyuman  juga merupakan busur yang paling cepat menaklukkan hati seseorang. Dan perlu Anda ketahui bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam adalah orang  yang  murah senyum.

Sahabat Abdulloh bin Harits rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih banyak tersenyum melebihi Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-(HR. Tirmidzi, hadits no 3574, dishohihkan oleh syeikh Albani (mukhtashorusy syama’il, hadits no 194)

Dan Jarir bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum“. (Dikutip dari http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keutamaan-tersenyum-di-hadapan-seorang-muslim.html)

Demikianlah. Senyuman merupakan jurus yang sangat dahsyat untuk meluluhkan hati seseorang dan membuatnya senang. Maka, jika Anda ingin meluluhkan hati pasangan Anda dan membuat hatinya senang, cobalah gunakan jurus ini. Insya Alloh, kehidupan keluarga Anda akan bahagia…..selamanya…..

Cobalah setiap pagi, ketika Anda baru bangun tidur, Anda saling melepas senyum dengan pasangan Anda….

Cobalah setiap suami berangkat kerja, Anda melepasnya dengan saling memberi senyuman….

Cobalah setiap suami pulang kantor, Anda menyambutnya dengan saling memberi senyuman…

Cobalah……..Cobalah…..

Setelah itu, rasakanlah kedahsyatannya.

Pesan terakhirku: Kebahagiaan bisa terwujud tidak hanya dengan sesuatu yang mahal harganya. Tapi juga bisa dengan sesuatu yang mudah dan murah. Tersenyumlah ! Tersenyumlah ! (Ini bukan pesan bang Napi ya, tapi pesan bang Muji….he3…)

Wallohu a’lam.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: