BILA KAUM WANITA MEMASAK SAYUR KATA-KATA

Jika ada wanita yang memasak sayur nangka, ah itu mah biasa! Namun, jika ada wanita yang memasak sayur kata-kata, nah….ini dia nih yang luar biasa!!!

Kawan-kawan yang aku cintai karena Alloh…

DAlam buku “Siapa Bilang Nulis Buku Susah” yang berisi kisah pengalamanku menulis buku (silakan download ebooknya di https://pustakalaka.wordpress.com), secara umum aku sudah memberikan “kompor” kepada kawan-kawan untuk menulis. Aku juga sudah memberikan alasan kenapa aku sangat bersemangat mengajak orang untuk menjadi penulis. Silakan baca selengkapnya di buku itu.

Sekarang, aku khusus ingin mengajak para wanita untuk menjadi penulis. Kenapa?

Begini. Sebenarnya yang membuatku tergerak untuk menulis risalah ini adalah sebuah postingan yang ada di status seorang kawan. Di statusnya, dia menyemangati para wanita untuk menulis. Kata dia, daripada hanya menulis keluh kesah atau aktivitas keseharian dari pagi sampai malam, alangkah baiknya jika para wanita menulis hal-hal yang lebih bermanfa’at dan  bermakna. Dia nggak meminta para wanita menulis tema-tema yang berat. Cukup yang ringan-ringan saja yang mereka alami dalam hidup ini yang kira-kira bermanfaat untuk dibagikan kepada orang lain. Misalnya tentang bagaimana menghadapi suami yang pemarah, dan yang semacamnya.

Setelah membaca postingan kawanku ini, aku jadi tertarik untuk membahasnya lebih mendalam. Dan baru sekarang lah aku berkesempatan untuk menuliskannya.

Aku setuju dengan kawanku ini. Alangkah indahnya jika para wanita mau menuliskan hal-hal bermanfaat di akun fesbuknya. Niscaya dunia fesbuk akan menjadi lebih cerah dan bermakna. Dari pada hanya menulis:

“Sedang masak ikan paus….”

“Capek, abis nyuci baju selemari….”

“Lagi makan duren di atas pohon kelapa bareng suami dan anak-anak…”

“Lagi nyari belut di sawah….”

….

Tentu akan lebih bermakna jika, kaum wanita mau menuliskan kisah pengalaman hidupnya yang kira-kira bisa untuk dijadikan bahan inspirasi agar wanita lain atau orang lain pada umumnya bisa menjadi manusia yang lebih baik (Eits, tapi jangan salah paham dulu ya! Bukan berarti aku ngelarang kawan-kawan nulis kayak contoh2 di atas itu….).

Aku akan memberikan sedikit gambaran tentang tema seperti apa saja yang kira-kira bermanfaat untuk dibagikan di akun fesbuk kawan-kawan para wanita.

Misalnya saja kisah dua orang istri kawanku. Yang pertama istrinya si A, dan yang kedua istrinya si B. KEdua-duanya pernah mengalami kasus yang sama. Janin yang ada dalam rahimnya keluar jauh sebelum waktunya alias keguguran.

Kalau istrinya si A ceritanya begini. Ketika minggu-minggu awal pernikahan, istrinya si A hamil. Ketika masa-masa kehamilan ini, Si A beberapa kali mengajak istrinya naik motor pulang-pergi Bogor – Jakarta. Padahal, di minggu-minggu awal kehamilan, seorang wanita disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa menyebabkan si janin terguncang-guncang. Namun mereka tidak tahu akan hal ini. Akibatnya, istrinya si A pun mengalami keguguran.

Kalau istrinya si B ceritanya begini. Mereka sudah punya 2 anak. Anak paling besar sudah kelas 4 SD dan yang paling kecil sekolah TK. Dan sekarang istri si B sedang mengandung anak ke 3. Usia kandungannya sudah cukup besar.

Waktu itu si B sedang mendapat proyek di luar kota, sehingga dia harus meninggalkan istri dan anak-anaknya di rumah. Karena si  B tidak ada, maka yang mengantarkan kedua anak mereka ke sekolah  adalah istrinya. Setiap hari (pagi dan siang) istrinya si B mengatarkan kedua anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Jarak sekolahnya cukup lumayan, dan jalan yang harus dilewati ada yang berbatu-batu sehingga menyebabkan guncangan yang keras bagi setiap pengendara yang melewatinya. Singkat cerita, istrinya pun keguguran.

Trus, belum lama ini aku mendapat cerita menarik dari Si C. Dia anaknya sekarang sudah 3. Namun, dibalik kelahiran anaknya yang ketiga ini, ada cerita menarik yang bisa dijadikan pelajaran untuk para pasangan suami istri.

Ceritanya begini. Kawanku itu selama ini tahunya, kalau seorang wanita baru melahirkan dan sedang menyusui, maka dia tidak akan mungkin hamil lagi, karena menurut informasi yang dia ketahui menyusui itu bisa dikatakan sebagai KB alami. Namun, suatu hari, tiba-tiba sang istri merasa pusing-pusing. Setelah diperiksa, istrinya hamil lagi. Padahal anaknya yang kedua belum lama lahir. Rupanya istrinya ini memiliki kekhususan dibanding wanita-wanita pada umumnya.

Nah, kisah-kisah semacam inilah yang bisa untuk dijadikan sebagai bahan untuk berbagi oleh para wanita. Tentu akan sangat bermanfaat. Dan jika si penulis ikhlas dalam menulisnya demi mengharap pahala dari Alloh dan demi untuk memberi manfa’at kepada para sesama, maka dia akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Sebab dia telah memberikan ilmu yang  bermanfaat kepada orang lain dan juga telah menunjuki orang lain kepada kebaikan.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al-Anshari -rodhiyallohu anhu- dia berkata: Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

 “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Dari Abu Umamah Al-Bahili -rodhiyallohu anhu- dia berkata: Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

 “Sesungguhnya para malaikat, serta semua penduduk langit dan bumi, sampai semut-semut di sarangnya, mereka semua  bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmizi no. 2685 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 1/36 dan Shahih Al-Jami’ no. 1883)

Makna bershalawat atasnya adalah mendoakan dan memintakan ampun untuknya.

Inilah diantara pahala besar yang akan didapat oleh seorang penulis yang mengajarkan kebaikan lewat tulisannya (Untuk pahala lainnya, silakan liat di ebookku saja ya…).

Barangkali ada yang masih bingung mau nulis apa. Sekadar sumbang ide, berikut ini Tema-tema yang bisa juga untuk ditulis, misalnya:

  • Bagaimana membuat anak tidak ngompol lagi
  • Bagaimana memilih sekolah yang tepat untuk si buah hati
  • Bagaimana merawat anak pada usia batita
  • Bagaimana mengatasi anak yang rewel
  • Bagaimana mengatasi anak yang diare
  • Bagaimana menyenangkan hati suami
  • Begaimana mengatasi kejenuh di rumah saat suami bekerja
  • Bagaimana mengajari anak untuk menjadi anak yang berani
  • Bagaimana memasak daging supaya bisa empuk
  • ….
  • ….
  • Dll.

Barangkali itu saja. Semoga bermanfaat. Selamat memasak!

 

NB.

Kalau masakannya udah jadi, aku dikirimin ya semangkok…lewat email  juga gapapa…..he3…. J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: