SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-16)

Ini adalah sebuah kisah nyata. Ada sepasang suami istri yang baru saja menikah. Sebut saja namanya Abdullah dan Neneng.

Kebetulan usia si Neneng beberapa tahun lebih tua. Karena merasa lebih tua dari segi usia, terkadang secara tidak sengaja –saat sedang marah- si Neneng  bersikap yang agak-agak gimana gitu kepada Abdullah suaminya. Ya mungkin bisa dibilang agak kurang sopan gitu lah.

Misalnya begini.   Pernah si Abdullah meminta dibuatkan kopi oleh istrinya disaat istrinya sedang capek.

“Bikinin kopi neng!” dengan nada perintah.

Istrinya pun menjawab, “Iya, Dul!” dengan nada agak kesal.

Di awal-awal pernikahan, ada saja masalah-masalah kecil yang berbuntut jadi pertengkaran. Lho, kok aku bisa tahu? Ya iyalah! Kan Abdullah sendiri yang ngasih tahu ke aku he..he….

Hingga suatu ketika, mereka melihat kehidupan rumah tangga kawannya. Sebut saja namanya Iwan. Iwan sudah menikah cukup lama dan sudah beranak banyak.

Ada yang menarik perhatian si Abdullah dan si Neneng dari kehidupan keluarga si Iwan. Mereka mendengar kawannya itu memanggil istrinya dengan panggilan, “Cinta”. Hmm…Sungguh romatis kedengarannya!

Kemudian, si Abdullah dan si Neneng membuat kesepakatan. Mereka bersepakat untuk saling memanggil dengan sebutan “Sayang”. Dan ternyata luar biasa. Hal ini bisa membuat kehidupan rumah tangga mereka berubah menjadi lebih harmonis dari sebelumnya.

Kawan-kawan yang aku cintai karena Alloh…

Kalian tentu sudah bisa menebak jurus ke-16 ini,  bukan? Jadilah orang yang romatis! Ya, jadilah orang yang romantis, maka insya Alloh rumah tangga Anda akan bahagia.

Ada banyak cara untuk menghadirkan keromantisan di rumah tangga kita. Misalnya dengan saling memanggil dengan panggilan mesra, semisal:

“Cinta…”

“Sayang…”

“CAntik…”

….

Atau dengan perbuatan seperti:

  • bergandengan tangan ketika berjalan-jalan pagi,
  • boncengan naik sepeda
  • makan dengan satu piring dan saling menyuapi,
  •  sholat malam bersama. Kemudian, setelah sholat, sang istri tidur di pangkuan sang suami, sementara sang suami membaca al-Qur’an. Sambil tangan kanan sang suami memegang mushaf, tangan kirinya mengelus lebut rambut sang istri.
  • Dll.

Agar lebih mantap, marilah kita simak sekelumit sisi romantis Rosululloh kepada istrinya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau, kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Aisyah radhiyallah ‘anha mengisahkan,

Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku, “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari)

Nah, kawan-kawan….

Demikianlah beberapa contoh sikap romatis Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam kepada istri-istrinya. Silakan dipaktikkan.

Untuk contoh yang terakhir, mungkin ada yang baru tahu dan berkata, “Masak sih!”

Ya, memang demikianlah yang dicontohkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam. Dan ini bukanlah suatu hal yang tabu dan tercela. “Toh, junjungan kita, teladan ummat ini, manusia terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya. Apabila hal ini merupakan hal yang tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.

Dengan mandi bersama, akan terwujud suatu kemesraan, jika hal ini biasa dilakukan oleh pasangan suami istri, insya Allah akan terwujud suatu ikatan yang kuat antara suami dan istri. Mandi bersama, merupakan salah satu langkah untuk mengakrabkan dan melestarikan kemesraan antara suami dan istri. Dengan mandi bersama, kejenuhan, kebosanan, ketegangan antara suami-istri dapat hilang dan berganti dengan suasan penuh kedamaian dan ketentraman. Gak percaya? Silakan coba …”. (Dikutip dari: http://jilbab.or.id/archives/79-mandi-barengmesra-yang-ditabukan/)

Jadi demikianlah. Jika ingin rumah tangga kita harmonis, hiasilah rumah tangga kita dengan bunga-bunga keromantisan. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan rumah tangga kita senantiasa sakinah, mawaddah, dan rahmah. Amiin.

Bahan Bacaan:

http://kisahmuslim.com/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam/

http://jilbab.or.id/archives/79-mandi-barengmesra-yang-ditabukan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: