ISTRIKU, HANYA SATU PINTAKU DARIMU….

Ini adalah sebuah kisah nyata. Kisah ini aku dapat dari seorang kawan. Kisah ini tentang kawan dari kawanku itu yang merupakan kawanku juga (Nah lho, bingung kan hehehe….belibet ya bahasanya….hehehe…)
Sebut saja namanya Frendy. Dia seorang pemuda yang bisa dibilang aktivis pengajian. Jadi kehidupan sehari-harinya sudah biasa diwarnai dengan amaliyah keagamaan. Bisa dibilang dia itu orangnya agamis.
Suatu hari dia ditawari seorang gadis oleh ayahnya di kampung. Karena memang dia sudah siap untuk menikah dan memang sudah ingin untuk menikah, diapun kemudian mendatangi rumah si gadis itu. Ketika melihat gadis itu, dia merasa kaget. Ternyata gadis itu belum berjilbab. Tentu saja hal ini menjadi ganjalan dalam hatinya. Meskipun wajah gadis itu cukup, tapi kalo nggak berjilbab rasanya gimanaaaa gitu. Tetap masih ada yang kurang. Sebab biasanya, seorang aktivis pengajian, melihat baik tidaknya seorang wanita dari pakaiannya.

Frendy jadi bingung. Mau diteruskan apa nggak ya. Kemudian dia mendapat nasihat dari ayahnya untuk tidak mundur ketika sudah melangkah. Karena mungkin dia juga merasa nggak enak dengan keluarga dari fihak perempuan, akhirnya jadilah mereka menikah.
Awal-awal pernikahan dilalui dengan adanya banyak percekcokan. Maklumlah mereka memang beda sifat. Si Frendy orangnya taat beragama, sedangkan istrinya masih awam banget dan belum ada ghiroh sama sekali untuk menjalankan syariat agama dalam dirinya. Istrinya sering menolak kalau diminta melakukan suatu ibadah oleh Si Frendy.
Frendy tetap berusaha untuk menjadikan istrinya seorang wanita muslimah yang taat beragama. Dia terus berupaya menasihati istrinya untuk berjilbab dan melakukan berbagai ketaatan lainnya. Namun istrinya tetap saja menolak. Bahkan pernah istrinya sampai membentur-benturkan kepalanya ke tembok karena saking kesalnya. Dan pernah juga istrinya malam-malam ingin kabur dari rumah.

Sebenarnya dari sisi pelayanan, istrinya Frendy termasuk tipe wanita yang baik. Dia melayani suaminya dengan baik, seperti memasak, membereskan rumah, dll. Namun, hanya sisi keagamaan yang kurang. Mungkin karena sejak kecil tidak pernah dididik oleh orang tuanya ke arah itu.
Akhirnya suatu ketika, mungkin karena sudah saking lelahnya menghadapi tingkah istrinya yang seperti itu (sekitar 2 tahunan dia hidup serumah dengan istrinya yang seperti itu), Si Frendy mengeluarkan sebuah kata yang “cukup dalam” kepada istrinya. Sebuah kata yang sepertinya sederhana, namun mengandung arti yang sangat dalam sehingga mampu menusuk kesadaran istrinya. Sebuah kata yang keluar dari lubuk hatinya yang terdalam. Sebuah kata yang lahir dari rasa cinta yang tulus.
“Aku sebenarnya nggak minta yang macem-macem dari kamu. Aku nggak pingin yang neko-neko. Dan aku sebenarnya bisa mencintaimu. Tapi pintaku Cuma satu…..Kamu mau mencintai Alloh dan Rosul-Nya, itu saja! Mudah kan?”

Rupanya kata-kata Frendy ini begitu membekas di hati istrinya. Perlahan istrinya pun mau untuk berubah. Sedikit-demi sedikit dia mulai memperbaiki diri. Dia pun mau mengenakan jilbab. Hingga akhirnya, berita terakhir yang aku dapat, mereka sudah bisa hidup damai. Bahkan kini sudah dikaruniai seorang anak.

Demikian kisahnya.

Nah, kawan-kawanku yang dirahmati Alloh…

Pelajaran yang ingin aku angkat dari kisah di atas adalah: Hendaknya para suami bersabar dalam menghadapi istrinya. Bisa saja istrinya itu bukanlah sosok ideal yang dia impikan selama ini. Namun, jika suami mau bersabar dengan diiringi usaha untuk memperbaiki dirinya, insya Alloh di kemudian hari dia akan mendapatkan buah yang manis. Seperti kisahnya Si Frendy itu.

Atau barangkali kawan-kawan bisa mengambil pelajaran lain dari kisah yang aku sampaikan ini? Silakan sampaikan saja di sini. Aku akan sangat senang mendengarnya.

Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: