SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-19)

Manusia memang makhluk yang unik. Itulah kesimpulanku setelah menyaksikan berbagai sifat manusia yang ada di sekitarku. Ada yang begini, dan ada yang begitu. Unik deh pokoknya.

Ada orang yang SMS-nya nggak dijawab sebentar saja langsung ngambek. Namun ada yang sebaliknya. SMS-nya nggak dibales berkali-kali nyantai saja. Sebab dia sudah menyiapkan segudang alasan untuk memberi udzur. Oh, mugkin dia lagi nggak ada pulasa…..Oh, mungkin lagi sibuk…..Oh, mungkin……..dst……dst…….

Ada orang yang kalau namanya dipanggil tanpa embel-embel “Mas” atau “Bang” oleh orang yang lebih muda langsung marah, bahkan sampai ngajak berkelahi. Namun ada yang malah cuek aja. Yang penting nggak dipanggil dengan gelar yang buruk ajah.

Ada orang yang nggak suka kalau dipanggil dengan sebutan “ustadz” atau “ustadzah” oleh kawan-kawannya. Namun ada juga yang nggak terlalu menganggapnya masalah. Sebab dia beranggapan bahwa panggilan itu sudah menjadi hal yang biasa disematkan kepada orang yang berpenampilan islami (misalnya, laki-lakinya berjenggot dan wanitanya berjilbab lebar). Dan dia menganggap orang yang memangilnya itu sedang menghormatinya, disebabkan penampilannya yang islami itu. Bukan sedang menganggapnya sebagai ustadz beneran yang biasa mengisi di pengajian-pengajian.

Dan masih banyak lagi keunikan-keunikan lain yang bisa kita saksikan di tengah-tengah masyarakat.

Jadi memang manusia itu memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang lurus-lurus saja, nggak jauh  beda dengan sifat manusia pada umumnya. Namun ada juga yang aneh luar biasa.

Dalam pergaulan sehari-hari, jika kita bisa mengenali sifat kawan-kawan kita, insya Alloh pergaulan akan berlangsung “abadi”. Sebab kita akan bisa menentukan sikap terhadap masing-masing sahabat. Misallnya, jika kita punya sahabat tidak suka dipanggil dengan sebutan “Ustadz”, maka jangan kita panggil dengan sebutan itu. Pilih sebutan yang dia suka.

Namun, jika kita tidak mengetahui sifat-sifat yang ada pada kawan-kawan kita, bisa-bisa akan timbul keretakan dan permusuhan seperti yang terjadi pada Dono dan Doni.

Dono dan Doni tingal bersama kawan-kawannya lain di sebuah rumah kontrakan. Mereka berasal dari kota yang berbeda. Dan tentu saja mereka berbeda sifat. Dono orangnya senang bercanda. Sedangkan Doni orangnya terkenal temperamental dan mudah tersinggung.

Suatu hari Dono mengupas mangga di depan Doni. Kemudian terbetik dalam benaknya untuk mencandai Doni.

“Mangga, Mas!” sambil menyodorkan mangga ke Doni.

Ketika tangan Doni hendak mengambil mangga itu, tiba-tiba Dono menariknya kembali. Doni pun spontan berdiri dan pergi sambil membanting pintu. Semenjak itu, beberapa hari lamanya mereka tidak bertegur sapa.

Nah, kawan-kawan….

Dalam hidup berumah tangga pun begitu. Jika kita bisa mengenali sifat dan kepribadian pasangan kita, insya Alloh kehidupan rumah tangga kita akan harmonis. Jika tidak, siap-siap saja prahara akan segera muncul.

Nah, jadi jurus ke-19 yang akan kita bahas pada serial  kali ini adalah “KENALILAH PASANGAN ANDA!”.

Lho, bukankah sebelum menikah kita sudah saling mengenal ? Bukankah kita sudah melewati proses ta’aruf?

Hmmm……benarkah demikian?! Benarkah Anda sudah betul-betul mengenal sifat dan kepribadian pasangan Anda ? Jika sudah, alhamdulillah. Berarti tinggal Anda menyesuaikan diri dengan sifat dan kepribadian pasangan Anda. Maksudnya begini. Jika misalnya pasangan Anda punya sifat pencemburu, maka Anda harus menghilangkan segala sesuatu yang membuat pasangan Anda cemburu. Misalnya, jangan menyimpan nomer wanita/laki-laki asing di phonebook Anda.

Namun sejauh pengetahuanku, aku belum pernah mendengar ada ikhwan dan akhwat yang ketika mnjalani proses ta’aruf sampai pada taraf mencari informasi sedetail-detailnya tentang sifat dan kepribadian mereka masing-masing. Umumnya informasi yang mereka cari nggak jauh-jauh dari pendidikan, keadaan keluarga dan orang tua.  Itu saja. Kebanyakan para ikhwan dan akhwat menganggap bahwa selama seorang itu ikut pengajian, maka akhlaknya bagus. Padahal kenyataannya belum tentu demikian (Silakan baca kembali noteku “DARI MANA UKHTI TAHU…….”).

Aku beberapa kali mendengar ucapan yang keluar dari lisan ikhwan dan akhwat yang dahulunya memilih pasangan hidup karena sama-sama aktivis pengajian, begini “ Ikhwan dan akhwat ngaji nggak jadi jaminan akhlaknya bagus……”. Hmm….seeprtinya mereka ngomong seperti ini berdasarkan pengalaman pribadi. Ini dugaan terkuatku setelah memperhatikan keadaan keluarga mereka.

Kawan-kawan yang aku cintai karena Alloh…

Jadi begitu. Coba deh kalian kenali baik-baik pasangan Anda masing-masing. Sedetail-detailnya kalau bisa. Dari mulai yang umum, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, dll. Sampai pada sifat dan kepribadian. Dan yang terakhir ini yang palig penting, sifat dan kepribadian.

Terkadang ada suami yang gampang marah kalau dalam keadaan lelah, seperti misalnya saat pulang kerja. Jika istrinya tahu, maka dia tentunya sudah bersiap-siap untuk tidak menyulut amarah suaminya ketika pulang kerja. Misalnya dengan tidak mengeluhkan masalahnya saat itu juga.

Kemudian, ada juga istrinya yang emosinya tidak terkontrol saat datang bulan. Nah, jika suaminya tahu hal ini, tentu dia akan bersiap-siap untuk melakukan upaya agar sang istri tidak tersulut emosinya. Misalnya dengan tidak mencandainya dengan keterlaluan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui sifat dan kepribadian pasangan kita?

Ada banyak cara tentunya. Misalnya dengan melakukan pengamatan sendiri. Atau, bisa juga dengan bertanya kepada orang-orang terdekatnya. Tapi perlu diingat! Tujuan bertanya ini bukan untuk mencari-cari aib dan kesalahan yang menyebabkan kita membencinya. Bukan itu tujuannya. Tapi bertanyanya kita layaknya seorang dokter yang bertanya dengan tujuan untuk mengobati.

Atau bisa juga dengan saling terbuka. Misalnya di waktu-waktu suasana hati sama-sama tenang, Anda dan pasangan Anda cobalah untuk saling terbuka. Cobalah berbincang ringan saat pagi hari selesai sholat tahajjud bersama. Coba saling bercerita tentang keadaan diri masing-masing, semisal “Saya ini orangnya begini…..Saya ini orangnya begitu…….”. Semoga dengan begitu, Anda dan pasangan Anda akan saling mengerti dan memaklumi.

 

Sekali lagi, cobalah untuk saling mengenal. Mudah-mudahan dengan begitu, rumah tangga anda akan tetap harmonis binti bahagia.

Wassalam.

 

Kota Hujan, 7 Oktober 2011

Ba’da Maghrib 18:28

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

 

NB.

Sebenarnya pingin menulis lebih panjang. Cuma kayaknya segini aja juga cukup lah. Takut jenuh nanti bacanya.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: