HOW TO BE A GREAT TEACHER (BAG-2)

Selama pengalamanku belajar atau mempelajari sebuah ilmu, aku dapati bahwa ada dua faktor penting yang mendukung kesuksesan belajar seseorang. Pertama, motivasi; dan yang kedua metode. Nah, dua faktor inilah yang menurutku sangat berpengaruh besar mengantarkan seseorang memasuki jurang keberhasilan (lho, kok jurang sih? He3…..suka-suka aku lah yang mau nulis he3…..).

Motivasi biasa diartikan dengan keinginan atau dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan seuatu. Motivasi bisa juga kita maknai dengan semangat. Adapun metode yaitu suatu cara untuk melakukan sesuatu.

Namun menurutku, dari dua faktor ini, yang paling berperan besar adalah motivasi. Sebab biasanya, jika seseorang sudah memiliki motivasi yang kuat untuk menguasai sebuah ilmu, biasanya dia akan terdorong dengan sendirinya untuk mencari berbagai metode agar bisa menguasai ilmu yang hendak dia pelajari. Tapi, kalau motivasi lemah, bisa jadi dia belajarnya akan biasa-biasa saja.

Oya, aku jadi teringat perkataan seorang motivator kelas dunia. Dia pernah mengeluarkan pernyataan yang isinya kurang lebih begini: Sukses  itu bisa diraih dengan 80 % motivasi dan 20 % metode.

Aku punya seorang kawan. Dia sangat ingin menguasai bahasa Arab. Dia pingin bisa membaca kitab-kitab para ulama. Di antara keinginannya yang lain, katanya dia ingin mendakwahi orang tuanya di rumah. Akhirnya, dia pun kemudian jadi bersemangat untuk belajar bahasa Arab. Beberapa tempat belajar bahasa Arab dia datangi. Dia belajar dari beberapa ustadz. Bahkan pernah dia belajar bahasa Arab di tempat yang lumayan jauh dari rumahnya. Belajarnya setiap hari, dari ba’da Isya. Dia berangkat dari rumah sebelum Maghrib dan terkadang baru pulang jam 11 malam. Alhamdulillah, berkat semangatnya yang membara, dia pernah menjadi juara 3 pada pelatihan bahasa Arab tingkat lanjutan yang diselenggarakan sebuah pesantren. Dia pun kemudian sempat mengajar bahasa Arab ke ibu dan teman-temannya.

 

>>> Dahsyatnya Sebuah Motivasi

Ada banyak sekali cerita tentang dahsyatnya pengaruh motivasi bagi diri seseorang. Diantaranya, aku pernah membaca kisah seorang atlit sepak bola Amerika (Rugby ya namanya….?) yang kakinya cacat. Namun walaupun cacat dia tetap berkeinginan untuk menjadi atlit profesional. Kemudian dia tekun berlatih. Setelah itu dia mendaftar ke beberapa klub. Namun, semua klub menolaknya dikarenakan fisiknya yang meragukan. Akhirnya ada satu klub yang bersedia menampungnya. Tapi untuk masa percobaan saja.

Di luar dugaan, ternyata dia justru menjadi pemain yang menonjol di banding kawan-kawannya yang berkaki normal. Hingga pada suatu ketika, pada pertandingan yang disaksikan ribuan pasang mata, dia berhasil memecahkan rekor dunia.

Ketika dia ditanya tentang kunci keberhasilannya itu, dia pun menjawab, “Ibuku TIDAK PERNAH sekalipun mengatakan kepadaku TIDAK BISA!”.

Ternyata ibunya lah yang telah membangkitkan motivasi dalam dirinya. Ibunya selalu menanamkan dalam dirinya untuk menjadi orang yang BISA, BISA, dan BISA! Akhirnya dia pun menjadi orang yang BISA meraih cita-citanya disebabkan motivasi yang kuat ini.

Ada juga cerita tentang seorang anak SD yang boleh dikatakan goblok lah. Dia malas sekali belajar. Maunya Cuma main game saja. Sehingga nilai sekolahnya ancur-ancuran. Dan hal ini semakin membuatnya benci guru dan sekolahnya.

Ketika lulus SD dia tidak diterima di berbagai sekolah SMP yang bagus di daerahnya. Akhirnya dia masuk ke sekolah paling buruk. Di sekolah yang dihuni oleh anak-anak yang bodoh, dia masih masuk ke dalam jajaran anak-anak yang prestasinya buruk. Bayangkan saja, ketika di kelas 1 SMP, dia nggak bisa hitung-hitungan anak kelas 4 SD.

Melihat hal ini ibunya menjadi khawatir. Akhirnya dia dimasukkan ke dalam sebuah lembaga kursus belajar. Di lembaga itu, oleh pembimbingnya, dia diberikan sebuah motivasi yang ternyata kemudian bisa merubah dirinya. Ditanamkan dalam dirinya bahwa setiap orang itu bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Yang penting dia harus yakin akan dirinya. Dia harus yakin BISA. Kalau orang lain bisa, kita juga pasti BISA! Demikian kurang lebih motivasi yang ditanamkan pembimbingnya kepada si anak goblok ini.

Setelah mendengar wejangan pembimbingnya, si anak ini pun kemudian berubah. Dia jadi semangat belajar. Diapun kemudian mengubah cara belajarnya dari yang biasa-baisanya, menjadi yang luar biasa. Dia menggunakan metode membaca, mencatat, dan menghafal efektif dengan kedua belahan otak. Dia pun kemudian akhirnya berani menentukan target untuk masuk ke SMA nomer satu di negaranya, dan setelah itu kuliah di universitas nomer satu di negaranya juga.

Mendengar targetnya ini dia ditertawakan kawan-kawannya di sekolah. Bukannya putus asa, malahan ejekan itu menambah semangatnya. Dia jadi tertantang untuk membuktikan omongannya. Singkat cerita, diapun bisa meraih targetya itu. Dan di universitas nomer satu tempat dia kuliah, dia dimasukkan ke dalam 10 besar anak jenius yang berhak mendapatkan pernghargaan.

Luar biasa sekali, bukan! Anak yang awalnya dikenal goblok, kemudian bisa berubah menjadi jenius. Inilah bukti dahsyatnya sebuah motivasi dalam diri seseorang.

 

>>> Bisa Apa dengan Metode

Tidak bisa dipungkiri. Metode yang tepat juga sangat berpengaruh dalam meraih keberhasilan. Dua orang yang sedang mempelajari ilmu yang sama, bisa mendapatkan hasil yang jauh berbeda disebabkan perbedaan metode yang mereka gunakan.

Contohnya ya cerita di atas tadi. Si anak goblok ini awalnya menggunakan metode belajar yang biasa-biasa saja. Setelah ganti metode, dia menjadi anak yang luar biasa.

Kalau boleh dipermisalkan, metode yang tepat itu ibarat orang ingin menebang pohon. Apa jadinya jika orang nebang pohon menggunakan punggung golok yang tumpul? Sampe botak juga tuh pohon nggak bakalan tumbang. Tapi coba kalau dia ganti metode. Dia gunakan mata golok yang tajam. Kemudian menebangnya agak dimiringkan sedikit gobloknya –eh- goloknya beberapa derajat. Nggak butuh waktu lama dia tentu akan berhasil menumbangkannya. Kalo nggak percaya, silakan coba sendiri di rumah!

 

>>> Untukmu Para Guru

Mengingat pentingnya motivasi dan metode dalam diri seorang pelajar, maka sudah seharusnya seorang guru untuk membangkitkan motivasi kepada para murid-muridnya. Jadi di kelas, seorang guru tidak hanya datang, megajarkan materi pelajaran, lalu pulang. Tapi di sela-sela mengajar  cobalah untuk memberikan motivasi kepada para murid. Tanamkan keyakinan dalam diri mereka bahwa sebenarnya mereka BISA kalau mereka mau. Katakan kepada mereka: KALAU ORANG LAIN SAJA BISA, KITA JUGA HARUS BISA!

Cobalah untuk menceritakan kisah orang-orang berhasil yang awalnya kurang beruntung dalam hidupnya. Misalnya seperti contoh di atas. Mudah-mudahan dengan begitu semangat mereka jadi terbakar untuk mau belajar dan menjadi orang yang BERHASIL!

Disamping itu juga cobalah untuk memberikan masukan tentang metode-metode yang efektif  dalam belajar. Alangkah indahnya jika setiap guru mau menceritakan kisah pegngalaman hidup mereka dalam mempelajari mata pelajaran yang diajarkan. Cobalah untuk bercerita tentang suka-duka dalam belajar hingga akhirnya menjadi BISA. Barangkalai dari situ nantinya para murid bisa mendapatkan gambaran tentang metode yang seharusnya mereka pakai dalam belajar.

Barangkali itu saja yang bisa aku sampaikan. Lain waktu kita lanjutkan obrolan kita ini.

Wallohu a’lam.

 

Jum’at, 4 Oktober 2011

Menjelang Sholat Isya, 18:55

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: