KASIH SAYANG UNTUK SEMESTA

Tidak bisa disangkal lagi bahwa Islam memang agama yang Indah. Sebab Islam adalah agama yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala YANG MAHA INDAH.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.( HR Muslim, no. 91).

Dan Islam adalah agama kasih sayang untuk seluruh Alam. Sebab Islam berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala Sang Pemilik sifat Rahman dan Rahim, Pengasih dan Penyayang.

Saya akan bawakan beberapa dalil yang menunjukkan bukti bahwa Islam adalah agama yang indah sekaligus rahmat untuk seluruh alam.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

اَلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَ سَبْعُوْنَ شُعْبَةً فَأَعْلاَهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ وَ الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ

”Iman itu ada 70 lebih cabang. Yang tertinggi adalah kalimat “Laa Ilaaha illallah”, dan yang paling rendah adalah “menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah bagian dari iman”(HR. Muslim)

Saudaraku…
Simak baik-baik hadits di atas. Islam menjadikan perbuatan “menyingkirkan gangguan dari jalan” sebagai bagian dari keimanan seorang muslim. Oleh karena itu, bagi seorang muslim mengaku bahwa dirinya beriman, jika dia melihat gangguan di jalan, maka dia wajib menyingkirkannya. Apa saja bentuknya. Entah duri, paku, pecahan kaca, dsb. Tujuan apa? Tak lain dan tak bukan adalah agar pengguna jalan – siapapun dia- bisa merasa aman lewat di jalan itu.

Nah, dari hadits yang mulia ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa Islam adalah agama kedamaian. Islam membawa keamanan bagi ummat manusia.

Dan, dari hadits ini pula kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perbuatan teror (seperti membom tempat-tempat umum dll.) yang dilakukan oleh sebagian orang yang mengaku dirinya Muslim, pada hakikatnya perbuatannya itu bukanlah dari Islam sama sekali, meskipun mereka teriak seribu kali bahwa perbuatannya itu mengatasnamakan Islam.

Sekali lagi coba kita renungkan. Kalau menyingkirkan duri dari jalan saja termasuk cabang keimanan, lantas bagaimana mungkin membunuh orang banyak tanpa alasan yang dibenarkan dan merusak harta milik orang lain termasuk dalam bingkai keimanan?!

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda,

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

” Barangsiapa yang membunuh orang kafir mu’ahad, niscaya ia tidak akan akan mencium bau surga.” (HR. Al-Bukhari)

Kafir mu’ahad adalah orang kafir yang terlindungi darahnya, karena mereka mendapatkan izin masuk oleh suatu negara, baik untuk bekerja, berwisata atau tujuan-tujuan lainnya.

Jadi, jika ada orang kafir (misalnya turis asing) datang ke Indonesia, maka haram untuk diganggu. Kalau diganggu saja tidak boleh, apalagi sampai dibunuh dengan cara di-bom dll !

Padahal mestinya, dengan datangnya orang kafir ke negeri kaum muslimin merupakan kesempatan bagi orang Islam untuk memperkenalkan kepada mereka tentang keindahan Islam. Mudah-mudahan dengan begitu mereka jadi tertarik dengan Islam dan mau untuk masuk ke dalam Islam. Setelah itu, mereka bisa sebarkan Islam itu ke negaranya masing-masing. Sayangnya, orang Islam sendiri yang justru menyediakan fasilitas kemaksiatan untuk mereka. Jadi, siapa yang salah sebenarnya?

Saudaraku….

Belumkah sampai kepada kita sebuah kisah tentang dimasukkannya seorang wanita ke dalam Neraka hanya karena menyakiti seekor kucing? Mari kita renungi hadits ini!

“Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum sewaktu mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi.” (HR. Al-Bukhari)

Wahai saudaraku……Renungkanlah…….!

Menyakiti hewan saja bisa menyebabkan seseorang masuk ke dalam Neraka, apalagi menyakiti puluhan bahkan ratusan manusia ??? Bahkan tidak hanya menyakiti. Sungguh mereka telah membunuhnya !!!

“…Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang berakal. ” (QS.Al-Hashyr: 2).

Saudaraku…

Mari kita renungi hadits berikut ini…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?” Para shahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak memiliki harta benda”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpah kan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikan nya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zhalimi) ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Hibban, Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad dan selain mereka)

Saudaraku….

Kini kita semakin yakin bukan, bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin?

Wallohu a’lam.

Bogor, 12 Nov 2011

Menjelang Subuh, 03:34

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: