OBAT AWET MUDA

Kira-kira ada nggak obat yang bisa bikin orang muda terus, nggak tua-tua sampai akhir hayatnya. Hmm..tentu saja nggak bakalan ada. Setiap manusia, jika diberi umur panjang, pasti akan melewati masa tua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

 “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)

Ibnu Katsir mengatakan, “(Dalam ayat ini), Allah Ta’ala menceritakan mengenai fase kehidupan, tahap demi tahap. Awalnya adalah dari tanah, lalu berpindah ke fase nutfah, beralih ke fase ‘alaqoh (segumpal darah), lalu ke fase mudhgoh (segumpal daging), lalu berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, kemudian dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil dan tidak begitu kuat. Kemudian si mungil tadi berkembang perlahan-lahan hingga menjadi seorang bocah kecil. Lalu berkembang lagi menjadi seorang pemuda, remaja. Inilah fase kekuatan setelah sebelumnya berada dalam keadaan lemah. Lalu setelah itu, dia menginjak fase dewasa (usia 30-50 tahun). Setelah itu dia akan melewati fase usia senja, dalam keadaan penuh uban. Inilah fase lemah setelah sebelumnya berada pada fase kuat. Pada fase inilah berkurangnya semangat dan kekuatan. Juga pada fase ini berkurang sifat lahiriyah maupun batin. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban”.” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim pada surat Ar Ruum ayat 54)

Namun, adakah obat yang bisa membuat kita tetap sehat terus layaknya anak muda meskipun umur sudah kepala 6 ? Kalo yang ini insya Alloh ada. Dan Islam telah memberikan beberapa resep untuk membuat kita (ummatnya) bisa awet muda. Nggak percaya?

>>> Berbuat Baiklah !

Jelas, Islam adalah agama yang sangat menganjurkan ummatnya untuk selalu berbuat baik. Tidak hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri pernah berfirman:

“..dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh menyintai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Baqarah:195)

Ternyata, perbuatan baik bisa memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap diri pelakunya. Yang pasti, jika si pelaku melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syari’at, maka dia akan mendapatkan pahala yang melimpah. Diantaranya:

Yang pertama, kita akan mendapatkan kecintaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebab Alloh Subhanahu wa Ta’ala mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“..dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh menyintai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Baqarah:195)

Yang kedua, kita akan mendapatkan pahala yang besar dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Alloh, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An-Nisa: 114)

Yang ketiga, kita akan dijanjikan Surga oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala karena telah melakukan amal shalih. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar”. (QS. Al-Buruj:11)

Yang keempat, hati kita akan merasa bahagia dan akan hilanglah duka cita dari dalam diri kita. Sebagaimana Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rohimahulloh berkata, “Diantara sebab yang dapat menghilangkan duka cita, kesedihan, dan keguncangan adalah berbuat baik kepada semua makhluk, dengan perkataan dan perbuatan terpuji. Dengannya Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menghilangkan duka cita dan kesedihan atas orang yang baik dan jahat sesuai dengan kadar kebaikan yang dilakukannya. Namun bagi orang yang Mu’min akan mendapatkan bagian yang lebih sempurna dan berbeda dari yang lain. Yang membedakannya adalah karena perbuatan baiknya bersandar pada keikhlasan dan mengharap pahala dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala”. (Al-Wasaa-ilul Mufiidah lil Hayaatis Sa’iidah, hal. 6).

Benarlah yang dikatakan Syaikh As-Sa’di rohimahulloh ini. Sebuah kebaikan tidak hanya membuahkan kegembiraan kepada orang yang menerimanya. Namun bisa memberikan kegembiraan juga kepada orang yang melakukannya. Dan hal ini bisa kita rasakan dan buktikan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita dengan ikhlash memberikan kebaikan kepada orang lain, kita tentu akan merasakan kegembiraan dan keceriaan dalam hati kita.

 

Jadi, perbutan baik tidak hanya memberikan manfaat kepada si penerima kebaikan, namun juga kepada diri si pelaku kebaikan. Bahkan manfaat yang didapat oleh si pelaku kebaikan jauh lebih besar. Maka benarlah orang yang mengatakan: Tangan yang memberikan bunga mawar kepada orang lain akan ikut berbau harum.

>>> Membuat Sehat Badan

Ternyata, disamping bisa membuahkan pahala yang melimpah, perbuatan baik juga bisa memberi pengaruh luar biasa kepada kesehatan jasmani si pelaku kebaikan. Kok bisa? Hmm….barangkali perkataan Syaikh As-Sa’di rahimahullah di atas bisa menjelaskannya. Orang yang berbuat baik, jika dia melakukannya dengan tulus, niscaya hatinya akan gembira. Dan ini bisa kita rasakan sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang hatinya sudah gembira, insya Allah penyakit fisik akan bisa ditepis dengan sendirinya. Bukankah hati itu ibarat supir. Jika hati baik, maka mobil peserta penumpangnya insya Allah akan selamat. Namun jika sebaliknya, mereka semua akan rusak binasa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging,  jika itu baik maka akan baik seluruh tubuh manusia, tapi jika itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (Hadits shahih riwayat al-Bukhari (no. 52) dan Muslim (no. 1599).

Bukti akan hal ini sudah sedemikian banyak. Di antaranya adalah kisah berikut ini.

>>> Sebuah Kisah Menarik

Ada sebuah kisah menarik tentang dahsyatnya pengaruh perbuatan baik terhadap kesehatan jasmani si pelaku kebaikan. Begini ceritanya…

Dia adalah seorang pengusaha besar dunia yang hidup di tahun 1900-an. Dia berhasil mengumpulkan uang jutaan dolar untuk pertama kalinya pada usia 33 tahun. Pada usia 43 tahun ia berhasil membangun monopoli paling besar di dunia. Namun, kesedihan berhasil membelenggunya sewaktu ia berusia 55 tahun. Kesedihan, kekuatiran, dan kehidupan yang tegang berhasil menghancurkan kesehatannya. Penulis biografinya mengatakan, “Pada usia 53 tahun ia tampak seperti mumi.”

Pada usia 53 tahun dia diserang penyakit mengerikan yang mengganggu pencernaan makanannya. Akibat penyakit tersebut, rambutnya rontok semua. Bahkan alis matanya pun ikut rontok. Bulu matanya tinggal sedikit. Menurut dokter, dia mencerita alopecia, botak yang seringkali didahului oleh ketegangan syaraf. Dengan kepalanya yang botak itu dia kelihatan kasihan sekali sehingga ia harus memakai penutup kepala. Selanjutnya ia memakai wig seharga $ 500 sebuah.

Semula dia dianugerahi keadaan badan yang sehat dan kuat. Dadanya lapang, bahunya tegap. Tubuhnya keker. Kalau berjalan langkahnya tegap dan mantap. Tapi, pada usia 53 tahun, pada saat orang mestinya mencapai keadaan yang paling gagah, ia justru sebaliknya. Bahunya melengkung ke bawah. Kalau berjalan gontai. Kegagahannya hilang sama sekali.

Bagaimana ini bisa terjadi? Ia menjadi korban korban kerja yang tiada hentinya, kesedihan yang tiada habisnya, siksaan yang bertubi-tubi, tidak pernah tidur malam, dan kurang olah raga serta kurang istirahat. Hal-hal itulah yang menghancurkan dirinya. Pada saat itu, dia menjadi orang terkaya di dunia. Tetapi dia harus diit, makan makanan yang tiada harganya. Orang miskin pun akan merasa hina bila harus makan makanan seperti itu. Penghasilannya waktu itu satu juta dolar seminggu, tetapi harga makanan yang dia makan dalam seminggu barangkali tidak sampai dua dolar. Makanan yang diperolehkan dokter hanya berupa susu yang diasamkan serta roti kering sedikit. Warna kulitnya hilang. Ia kurus kering, tinggal kulit pembalut tulang. Tidak ada yang bisa menyembuhkan dia. Dia hanya bisa bisa bertahan hidup dengan obat-obatan yang mahal harganya.

Sejak berusia 23 tahun dia senantiasa tegang mengejar uang. Menurut orang yang mengenalnya, dia hanya gembira, kalau mendapat untung. Kalau mendapat untung besar, dia melemparkan topinya ke atas, berjingkrak-jingkrak seperti orang primitif menarikan tari kemenangan. Kalau menderita rugi, dia langsung jatuh sakit! Pernah suatu ketika dia mengalami kerugian $ 150. Dia sangat sedih dan pening hingga terpaksa pulang dan tidur. Padahal pada waktu yang bersamaan, perusahaannya sedang melaksanakan transaksi sebenar $ 500.000 setahun.

Dia mengendalikan uang berjuta-juta dolar banyaknya. Walaupun demikian, dia tidak pernah merasa tenang. Dia tidak mempunyai waktu untuk bermain. Tidak mempunyai waktu untuk berekreasi. Tidak mempunyai waktu untuk istirahat. Seluruh waktunya dihabiskan untuk mencari uang. Kalau pergi tidur, dia selali dibayangi kekuatiran. Kuatir kalau-kalau hartanya hilang. Tidak mengherankan kalau kesehatannya jadi hancur.

Akhirnya dokter memberitahukan kenyataan yang mengejutkan sekali. Ia harus menentukan pilihannya: uang dengan kesedihan dan ketakutan, atau hidupnya. Dokter mengingatkan: dia boleh pilih, pensiun atau mati. Dia pun kemudian memilih pensiun. Akan tetapi sebelum pensiun, kesedihan hati, keserakahan, dan ketakutan telah berhasil menghancurkan kesehatannya.

Untuk menyelamatkan jiwanya, para dokter memberikan tiga peraturan. Peraturan tersebut dilaksanakannya dengan taat sekali. Inilah ketiga peraturan itu:

1. Hindarilah rasa cemas, gelisah, dan sedih. Jangan sekali-kali merasa cemas, gelisah, atau sedih, dalam  keadaan bagaimanapun juga.

2. Bersantailah. Bersenam dan berolah ragalah di tempat terbuka. Ambillah jenis olahraga yang ringan-ringan saja.

3. Taati dan perhatikanlah diitmu. Berhentilah makan sementara kamu masih merasa lapar sedikit.

Dia pun mentaati semua peraturan itu. Dia berisitirahat. Pensiun. Kemudian dia belajar bermain golf. Dia berjalan-jalan di kebun dan ikut mengolah kebun. Dia banyak mengobrol dengan tetangganya. Dan dia pun kini menjadi orang yang dermawan. Dia banyak mengeluarkan uang untuk membantu orang-orang miskin.

Dia pernah mengeluarkan uang jutaan dolah untuk memberantas wabah kolera yang berjangkit di seluruh kawasan Peking Cina. Dia juga banyak mengeluarkan uang untuk membantu riset-riset, mendirikan sekolah dan perguruan tinggi, dan para dokter yang sedang berjuang mati-matian melawan penyakit.

Lalu, bagaimana keadaan dia sekarang? Dia kini merasa bahagia. Dia telah berubah sama sekali. Dia bahkan dapat tidur pulas semalam suntuk ketika dia terpaksa harus menerima kekalahannya yang paling besar dalam karirnya!

Itulah sekilas riwayat seseorang yang dulu pernah tergeletak di tempat tidur karena sedih kehilangan uang $ 150. Tetapi dia baru berhasil mengatasi kesedihannya setelah menderita dan harus berjuang bertahun-tahun lamanya. Pada usia 53 tahun dia hampir meninggal dunia akibat penyakit parah yang dideritanya. Tetapi kemudian dia bisa hidup terus sampai umur 98 tahun! (Selesai).

Kawan-kawan yang aku cintai karena Allah…

Lihatlah! Betapa besar pengaruh perbuatan baik terhadap kesehatan jasmani seseorang. Dengan perbuatan baik, penyakit yang kronis sekalipun bisa dipukul mundur.

Dan ketahuilah wahai kawan!

Orang yang aku ceritakan barusan ternyata bukanlah seorang Muslim. Namanya John D. Rockefeller. Dia termasuk orang terkaya di dunia di zamannya.

Coba kita bayangkan! Kalau orang non-Muslim yang berbuat baik saja Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan balasan yang luar biasa, apalagi jika seorang Muslim yang berbuat baik. Tentu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan balasan yang jauh lebih baik. Tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat besar cintanya kepada orang-orang yang beriman?

(Bersambung insya Allah…)

Bogor, 14 Novermber 2011

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

Bahan Bacaan:

1. Al-Wasaa-ilul Mufiidah lil Hayaatis Sa’iidah, karya Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, tebitan Darul Wathan.

2. Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia, karya Dale Carnegie, terbitan Gramedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: