UNTUKMU YANG TERBALUT LELAH (Serial Risalah CINTA untuk Kaum Wanita_Lembar 4)

Saat seorang wanita baru saja menaiki bahtera rumah tangga dan dia memilih untuk tetap tinggal di istananya, banyak yang bingung dalam memanfaatkan waktu luang yang mereka punya. Bagi mereka, waktu 24 jam seolah begitu lama. Hingga akhirnya tak sedikit yang jatuh pada perbuatan sia-sia bahkan tercela (seperti  ngerumpi atau menonton mejelis ngerumpi di televisi) dengan alasan untuk mengusir kejenuhan.

Namun seiring berjalannya waktu, dengan lahir dan bertambahnya anak, keluhan mereka kini berbeda. Mereka kini malah mengeluhkan waktu 24 jam yang terasa berlalu begitu cepat. Mereka kini jadi merasa sangat lelah dengan bertumpuknya tugas di rumah. Dari mulai membersihkan rumah, mencuci, memandikan anak, mengantarkan anak ke sekolah, dan seabrek tugas lainnya.

Bagi mereka yang diberi kelebihan rezeki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kondisi seperti ini mungkin tidak terlalu masalah. Mudah saja bagi mereka untuk mepekerjakan seorang pembantu. Namun bagaimana dengan mereka yang kondisi ekonominya pas-pasan. Apa yang harus mereka lakukan ???

Alhamdulilah, Islam telah memberikan solusinya. Jadi tenang saja! Tidak perlu khawatir bin sedih. Pembantu bukanlah segalanya. Menghadirkan pembantu bukanlah satu-satunya cara untuk meringankan kelelahan seorang ibu rumah tangga. Ternyata ada yang lebih baik dari pembantu. Bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya. Mau tahu apa itu ?

>>> Bersama Putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

Saudariku yang sedang terbalut lelah…

Kita tentu kenal dengan Fathimah Radhiyallahu ‘anha. Dia adalah salah seorang putri dari manusia termulia di kolong langit ini, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.  Dialah yang dikabarkan oleh Rasulullah sebagai pemimpin wanita penduduk Surga.  Ada sebuah kisah menarik dari sepenggal perjalanan hidup beliau. Sebuah kisah yang mengandung pelajaran besar bagi kita semua, terutama bagi para ummahat (ibu rumah tangga) yang merasa selama ini hidup dalam kelelahan karena harus mengurus sendiri rumah tangganya. Mari kita simak kisahnya.

Suatu hari Fathimah Radhiyallahu ‘anha mengeluhkan tugas kesehariannya di rumah. Dia merasa lelah dengan rutinitas kesehariannya mengurus rumah tangga. Fathimah merasa capek karena banyaknya pekerjaan yang harus ditanganinya, berupa pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, terutama pengaruh alat penggiling. Maka dia pun pergi menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta seorang pembantu, yakni seorang wanita yang bisa membantunya. Karena dia mendengar kabar bahwa telah didatangkan kepada Rasulullah beberapa tawanan perang (budak).

Tatkala Fathimah memasuki rumah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, dia tidak mendapati ayahnya di sana. Dia hanya mendapatkan Aisyah, Ummul Mukminin. Lalu Fathimah menyebutkan keperluannya kepada Aisyah. Tatkala Rasulullah tiba, Aisyah mengabarkan urusan Fathimah.

Beliau mempertimbangkan permintaan Fathimah. Dan, memang beliau mempunyai beberapa orang tawanan perang, ada pula dari kaum wanitanya. Tetapi tawanan-tawanan ini akan dijual, dan hasilnya akan disalurkan kepada orang-orang Muslim yang fakir, yang tidak mempunyai tempat tinggal dan makanan kecuali dari apa yang diberikan Rasulullah. Lalu beliau pergi ke rumah Ali, suami Fathimah, yang saat itu keduanya siap hendak tidur. Beliau masuk rumah Ali dan Fathimah setelah meminta ijin dari keduanya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka berdua:

أَلَا أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَا؟ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا أَنْ تُكَبِّرَا اللهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِيْنَ وَتُسَبِّحَاهُ ثَلَاثَةً وَثَلَاثِيْنَ وَتَحْمَدَاهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ

“Maukah aku ajari kalian berdua tentang sesuatu yang lebih baik dari (pembantu) yang kalian berdua minta? Apabila kalian berdua telah mendapati tempat pembaringan (menjelang tidur), hendaknya bertakbir (mengagungkan-Nya) 34 kali, bertasbih (menyucikan-Nya) 33 kali, dan bertahmid (memuji-Nya) 33 kali. Maka, itu (semua) lebih baik daripada seorang pembantu.” (HR. Al-Bukhari, Bab ‘Amalil Mar`ah fi Baiti Zaujiha, no. 5361, dan Bab Khadimul Mar`ah, no. 5362; Muslim, Bab At-Tasbih Awwalan Nahar wa ‘indan Naum, no. 2727) [1].
>>> Dapat Apa dengan Dzikir

Dari kisah ini, para ulama mengambil pelajaran berharga bahwa dzikir bisa memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kekuatan fisik seseorang. Al-Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullah menjelaskan, bahwa dengan membiasakan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya akan diberikan kekuatan yang lebih besar dibanding kekuatan yang mampu dikerjakan oleh seorang pembantu. Atau (dengan membiasakan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) akan mempermudah urusan. Sekiranya terjadi seseorang diberi beragam urusan, dengan (dzikir) itu akan lebih memudahkan dibanding diberi seorang pembantu kepadanya……” (Fathul Bari, Bab ‘Amalil Mar`ah fi Baiti Zaujiha, penjelasan hadits no. 5361, 9/484)[2]

Kawan-kawan…

Memang benar bahwa dzikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa melakukan hal yang menakjubkan. Kita bisa melihat salah satu buktinya pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau adalah seorang ulama yang dikenal sangat luar biasa baik dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya di medan perang. Tulisan yang beliau susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Apa gerangan yang membuat beliau bisa seperti ini ???

Ibnul Qayyim rahimahullah (salah seorang murid beliau) menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu ketika pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padanya dan berkata, “Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku”[3].

Nah, kawan-kawan…..

Setelah kita mengetahui bahwa dzikir itu bisa membantu meringankan tugas kita sehari-hari, kenapa tidak kita mulai dari sekarang saja untuk senantiasa memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga dengan begitu, tugas berat yang kita laksanakan dalam keseharian kita, menjadi terasa ringan dengan adanya dzikir ini[4].

Dan perlu kita ketahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau senantiasa berdzikir dalam setiap keadaan, sebagaimana yang dikabarkan oleh istri beliau yang tercinta yaitu Aisyah Rashiyallahu ‘anha (Lihat hadits Riwayat Muslim dalam Shahih-nya (I/194))

>>> Agar Dzikir Berbuah Manis

Dzikir ibarat obat. Agar obat bisa memberikan hasil yang maksimal, maka harus digunakan sesuai dengan aturan pakai sang pembuat obat. Begitupun dengan dzikir. Agar bisa memberikan manfaat yang melimpah, maka dzikir harus dikerjakan sesuai dengan adab-adab yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak bisa kita bikin cara-cara sendiri dalam berdzikir. Tidak pula dengan membuat bacaan-bacaan dzikir tertentu yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Secara umum, karena dzikir termasuk ibadah,  agar diterima Allah dan berbuah pahala, maka dalam pelaksanaannya harus terpenuhi dua syarat: (1) Ikhlas dan (2) Mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Adapun secara lebih terperinci, diantara adab dalam berdzikir adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِفْيَةً وَدُونَ الْجَهْرِمِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلأَصَالِ وَلاَتَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (QS. Al A’raf: 205)[5].

Dari ayat yang mulia ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa dzikir itu diucapan dengan suara pelan, bukan dengan teriak-teriak apalagi sampai pakai pengeras suara segala. Dan perlu diketahui juga bahwa dzikir itu tidak boleh dikerjakan secara berjama’ah dengan satu suara seperti yang beberapa waktu belakangan ini marak digelar di masyarakat. Kenapa?

Karena perbuatan ini tidak pernah sekalipun dicontohkan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya. Seandainya perbuatan ini baik dan berpahala, niscaya Rasulullah dan para Sahabatnya adalah orang yang lebih dulu akan melakukannya. Sebab segala kebaikan dalam agama telah disampaikan seluruhnya oleh beliau dan telah dilaksanakan seluruhnya oleh para Sahabat Rasul. “Law kaana khoiron lasabaquuna ilaih”, seandainya perbuatan itu baik, niscaya para Sahabatlah yang akan mendahului kita melakukannya. Ingatlah baik-baik kaidah emas ini –wahai Kawan- agar kita tidak mudah terjerumus pada ibadah-ibadah baru yang tidak ada teladannya dari Rasulullah dan para Sahabatnya.

>>> Kabar Gembira Untukmu

Kawan-kawan yang aku cintai karena Allah…

Pada bagian akhir risalahku ini, aku ingin sampaikan sebuah hadits Nabi yang mudah-mudahan bisa menjadi hiburan bagi –khususnya- para ibu rumah tangga yang setiap harinya disibukkan oleh aktivitas mengurus istana hingga membuat lelah dan letih. Mari, kita ambil pelajaran dari hadits yang mulia ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya besarnya pahala sepadan dengan besarnya ujian. Sesungguhnya Allah, apabila mencintai seseorang maka Allah akan mengujinya. Siapa yang ridha (dengan takdir Allah) maka dia akan mendapatkan ridha (Allah). Siapa yang marah (dengan takdir Allah) maka dia akan mendapatkan murka (Allah)” (HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan dinilai hasan shahih oleh al-Albani)

Dari hadits yang mulia ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa semakin besar ujian yang menimpa seseorang dalam melakukan sebuah ketaatan, maka pahala yang didapat pun akan semakin besar. Jadi janganlah para wanita Muslimah merasa sedih dan banyaknya tugas di rumah. Kerjakan saja dengan penuh keihlasan dan kesabaran. Sebab di akhirat nanti, Allah Subahanahu wa Ta’ala sudah membersiapkan balasan indah untuk kalian. Bukankah kalian ingin memasuki kebun-kebun Surga ?

Wahai ukhtiy Muslimah….

Maka berjihadlah kalian dengan sungguh-sungguh di rumah-rumah kalian. Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala untuk selalu sanggup berbuat ketaatan kepada-Nya dan tidak lalai untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya di setiap desah nafas kita[6].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

“Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian? Ia lebih baik dari berinfak emas dan perak, dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab”Ya,” lalu Rasulullah menjawab,”Berdzikir kepada Allah.” (Hadits riwayat At Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Ad Da’awat ‘An Ar Rasul, no. 3377 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya, kitab Al Adab, Bab Fadhlu Dzikr, no. 3790, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’, no. 2629)

Wallahu a’lam.

Bogor, 5 Muharram 1433 H/ 1 Desember 2011

Menjelang Ashar, 14:28

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie


[3] Dikutip dari http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/51-keutamaan-dzikir.html dengan sedikit perubahan.

[4] Bagi kawan-kawan yang ingin mengetahui dzikir apa saja yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salllam berikut tata cara dan khasiatnya, silakan membaca buku Do’a dan Wirid karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah.

[5] Penjelasan lebih lengkap, sialakan baca di sini: http://almanhaj.or.id/content/3030/slash/0

[6] Silakan baca juga catatanku pada Serial Risalah Cinta Lembar Pertama (Shalihah yang Ditolong Allah) di: https://pustakalaka.wordpress.com/2011/11/10/shalihah-yang-ditolong-allah-serial-risalah-cinta-untuk-kaum-wanita_bag-1/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: