SAAT BIDADARI BARU SAJA MELANGKAHKAN KAKI (Serial Risalah CINTA untuk Kaum Wanita_Lembar 5_Bag 1)

Yang paling membuatku semangat untuk menuliskan risalah ini adalah ucapan seorang kawan beberapa tahun yang lalu. Dia sudah menikah dan –alhamdulillah-  sudah dikarunia anak. Dia dahulunya semasa kuliah termasuk aktivis dakwah. Setelah menikah, alhamdulillah, dia masih terlihat hadir di pengajian rutin seminggu sekali untuk mendengarkan kitab-kitab para ulama dibacakan. Kadang sesekali waktu, dia dan istrinya pergi berkunjung ke rumah ikhwan-ikhwan lain yang sudah menikah.

Suatu ketika dia pernah sedikit bercerita kepadaku tentang keadaan rumah tangga seorang kawannya. Kawannya itu bekerja di luar kota. Jadi berangkat pagi (kadang sebelum Subuh), dan pulangnya biasa malam hari selepas Maghrib atau Isya. Sehingga selama sekitar 12 jam istrinya tinggal sendirian di rumah berteman televisi. Kata kawanku itu:

“Kasihan juga istri Si Fulan. Kalau siang sendirian di rumah. Kerjaannya paling cuma “bengong” di rumah nggak ngapa-ngapain…”.

Demikian kira-kira ucapnya kepadaku. Dia tahu keadaan istri kawannya itu dari istrinya yang suka ngobrol dengan istri kawannya itu.

Ketika awal mendengar ini aku sempat kaget juga. Kenapa ? Sebab yang aku tahu Si Fulan dan istrinya termasuk orang yang rajin ikut pengajian juga. Kenapa tidak dimanfaatkan saja waktu luang di rumah (saat suami tidak ada di rumah) untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca buku, muroja’ah pelajaran yang diterima di pengajian, dll. Tentunya akan lebih bermanfaat.

Sayangnya, aku malah sering mendapat kabar, sebagaian kawan yang bisa dibilang dulunya itu “rohis”, ketika mereka menikah, hilang sudah nuansa keilmuan dari dalam rumah mereka. Waktu luang mereka (terutama para istri), justru dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat baik bagi dunia maupun akhirat.

Benarlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)[1]

 

>>> Saat Kaki Baru Saja Melangkah

Tidak bisa dipungkiri memang, saat  seorang wanita lebih memilih untuk tetap tinggal di istana (tidak bekerja di luar rumah), saat awal-awal menikah tentu akan banyak waktu luang yang dia punya. Sebab pekerjaan yang dia lakukan masih sangat sedikit. Paling-paling bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 jam saja. Lalu untuk apa sisa waktunya digunakan ?

Bagi orang awam (orang-orang yang tidak terlalu perhatian dengan masalah agama), biasanya mereka  menghabiskan waktu luang (saat suami tidak berada di rumah) dengan kegiatan yang tidak jauh-jauh dari bengong, tidur-tiduran, nonton TV, atau ngerumpi dengan tetangga. Inilah aktivitas yang umumnya dilakukan oleh beberapa orang wanita yang baru saja menikah (Ini berdasarkan hasil pengamatanku dan informasi yang aku dapat dari beberapa orang). Lalu, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka yang biasa rutin datang ke acara pengajian ?

Sungguh sangat disayangkan! Sebagian mereka tak ubahnya dengan orang awam. WAktu luang mereka tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk dunia maupun akhirat mereka. Malahan banyak yang terjatuh pada perbuatan negatif yaitu menonton acara gosip di TV dan juga film-film serta iklan yang mempertontonkan aurat laki-laki dan wanita[2]. Padahal mereka sudah sangat sering mendengar Ustadz di pengajian membacakan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Telah dituliskan bagi anak Adam bagiannya dari zina. Karenanya, itu pasti akan menimpanya, bukan sesuatu yang mustahil. Kedua mata berzina; zinanya dengan melihat (perkara yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Kedua telinga berzina; zinanya dengan mendengar (perkara yang diharamkan). Lisan juga berbuat zina; zinanya dengan berkata-kata (melontarkan ucapan yang diharamkan). Tangan juga berzina; zina tangan dengan memegang (perkara yang diharamkan). Kaki juga berzina; zina kaki dengan melangkah ketempat yang diharamkan. (Zinanya) hati dengan menginginkan dan mengkhayal (berangan-angan). Kemudian semua itu dibuktikan oleh kemaluan atau didustakan olehnya.” (HR. Muslim no. 6925, lihat juga Shahih At-Targhib wat Tarhib, no. 1904)[3]

 

 

Oleh karena itu, dalam rangka mengamalkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencinta.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 594. Ibnu Hajar berkata,”Sanadnya shahih”)

Maka aku tulislah risalah ini. Semoga bisa menjadi inpirasi bagi para pasutri –khususnya kaum Wanita- untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Dan juga semoga bisa dijadikan sarana untuk lebih menyemangatkan kita semua dalam menuntut ilmu syar’i yang sangat indah dan luas ini.

 

>>> Guru Pertama

Sebuah sya’ir Arab yang sudah sangat terkenal mengatakan:

Ibu adalah sekolah bagi anak-anak

Jika engkau mempersiapkannya,

maka engkau telah mempersiapkan bangsa yang bergenerasi unggul

Ya, benar sekali! Ibu adalah sekolah pertama yang dimasuki oleh setiap anak yang lahir. Ibu adalah guru pertama yang memberi pengajaran kepada mereka. Maka, jika suatu bangsa ingin memiliki generasi yang baik, maka bangsa itu harus mau terlebih dahulu memperbaiki kualitas para ibu. Begitupun dengan sebuah keluarga. Jika pasutri ingin memiliki anak-anak yang baik dan berkualitas, maka terlebih dahulu harus diperbaiki kualitas para istri.

Banyak sekali contoh besarnya peran seorang ibu dalam mengantarkan anaknya mencapai tangga kesuksesan, baik sukses dalam hal dunia maupun akhirat. Kita semua tentu kenal dengan Imam Asy-Syafi’I rahimahullah. Seorang ulama besar yang namanya begitu harum hingga kini. Kenapa beliau bisa menjadi sosok yang begitu hebat? Rupanya, ibundanyalah yang telah membimbing beliau sejak kecil. Hingga akhirnya beliau bisa tumbuh dan berkembang menjadi menausia yang luar biasa.

Atau, kalau kita mau melihat contoh yang lebih umum, lihatlah Thomas Alva Edison. Hampir semua orang tentu kenal dengan beliau. Dia berhasil membuat berbagai macam alat yang manfaatnya bisa dirasakan oleh ummat manusia hingga kini. Kiranya apa yang telah membuat dia bisa sedemikian hebat? Siapakah yang telah mengajarinya? Jawabannya adalah ibunya. Ibunyalah yang langsung mendidiknya tatkala ketika Thomas kecil diusir dari sekolah gara-gara dianggap terlalu bodoh untuk mengikuti pelajaran. Akhirnya, lewat didikan langsung dari ibundanya tercinta, seorang anak yang awalnya dianggap idiot bisa berubah menjadi penemu besar yang namanya terus dikenang sepanjang zaman.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika para istri menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri mereka. Hendaknya mereka isi dada-dada mereka dengan cahaya ilmu. Agar kelak, ketika mereka sudah dikarunia anak, mereka bisa gunakan cahaya ilmu itu untuk menerangi jalan anak-anak mereka. Sehingga anak-anak mereka bisa menjadi anak-anak yang shalih  dan shalihah karena terbimbing oleh cahaya keilmuan yang terang benderang pemberian sang ibu tercinta.

 

>>> Belajarlah….! Belajarlah…!

Ukhtiy Muslimah yang aku cintai karena Allah….

Pepatah Arab mengatakan:

Orang yang tidak punya apa-apa, maka tidak akan bisa memberi apa-apa

Jadi, jika engkau ingin memberikan ilmu kepada anak-anakmu nanti, maka terlebih dahulu engkau harus menjadi orang yang berilmu. Bekalilah dirimu dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Belajarlah…! Belajarlah….! Sebab ilmu itu tidak akan didapat kecuali dengan balajar.

Tentu saja, yang pertama kali harus engkau pelajari adalah ilmu agama. Sebab, hanya dengan ilmu agama sajalah engkau akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Bacalah buku-buku aqidah yang ditulis oleh para ulama. Palajarilah baik-baik dan fahamilah. Sebab aqidah yang benar adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap hamba untuk bisa masuk ke dalam Surga. Aqidah yang kuat akan membuat seorang hamba menjadi kuat dan tidak akan pernah takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. JAdi, jika engkau ingin anakmu menjadi generasi yang kuat dan berani, maka bentengi dirinya dengan aqidah yang benar. Dan untuk itu, engkaulah yang harus terlebih dahulu beraqidah dengan benar. Baca, pelajari, dan fahami buku-buku aqidah. Setelah itu amalkanlah dalam kehidupanmu sehari-hari. Setelah engkau punya anak, maka ajarkanlah aqidah yang kokoh itu kepada mereka[4].

Bacalah buku-buku yang memberi penjelasan tentang rukun iman dan rukun Islam. Bacalah dan fahamilah dalil-dalilnya dengan baik. Pilihlah buku-buku yang membawakan penjelasan para ulama yang mengikuti jejak Rasulullah dan para Sahabatnya. Pilihlah buku-buku yang memuat hadits-hadits yang jelas keabsahannya (shahih atau hasan).

Jika engkau mau, engkau juga bisa mendengarkan ceramah dari para ustadz-ustadz yang menjelaskan ajaran Islam sesuai dengan yang difahami Rasulullah dan para Sahabatnya. Dengarkanlah VCD atu MP3 kajian yang membahas tentang aqidah, ibadah, akhlak,dan muamalah. Alhamdulillah VCD dan MP3 itu banyak dijual di toko-toko. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk memilikinya dan mempelajarinya.

Isi pula hari-harimu dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an beserta terjemahannya. Lebih bagus lagi jika engkau bisa juga untuk membaca tafsirnya. Luangkanlah waktu sekitar ½ jam – 1 Jam dalam sehari untuk membaca ayat-ayat al-Qur’an. Tidak perlu sekaligus. Bisa engkau bagi-bagi menjadi beberapa waktu, misalnya 10 menit setiap sholat yang lima waktu dan 10 menit lagi ketika hendak tidur.

Baca pula hadits-hadits Rasulullah berikut penjelasannnya dari para ulama. Tidak mengapa dalam sehari engkau hanya membaca satu hadits yang paling hanya membutuhkan waktu sekita 15 menit. Yang penting engkau lakukan dengan terus berksinambungan. Insya Allah hatimu akan menjadi lembut dan dadamu akan lapang karena dipenuhi oleh cahaya keimanan yang berasal dari wahyu ilahi.

 

(Bersambung insya Allah……)

 

Bogor, 9 Muharram 1433 H/ 5 Desember 2011

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar al-Batawie


[2] Sungguh aku sangat sedih ketika melihat beberapa orang kawan yang biasa rutin datang ke pengajian, namun masih saja merasa asyik memandangi aurat para bintang iklan di televisi dan hobi menonton acara-acara gosip di televisi. Allohul musta’an.

[4] Untuk tingkat pemula, para ulama banyak menyarankan kaum Muslimin untuk membaca buku Al-Utsul Ats-Tsalatasah (Tiga Landasan Utama) dan Kitabut Tauhid (Kitab Tauhid) yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Kitab ini sangat ringkas dan mudah dipahami. Isinya pun dipenuhi oleh dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih. Alhamdulillah kedua buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bisa kita dapati di toko-toko buku. Harganya pun sangat murah, sekitar 5000 – 10.000.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: