SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-26)

Saya paling suka makan sambel. Terutama sambel goreng. Kalau makan tanpa sambel rasanya gimanaa gitu. Seperti ada yang kurang. Ternyata bukan saya saja yang suka makan sambel. Kawan saya juga. Sebut saja namanya Dendy.

Dia suka sekali makan sambel. Bahkan sepertinya dia lebih maniak sambel dibanding saya. Maklumlah dia berasal dari Sumatera Barat. Jadi nggak heran kalau dia suka sekali dengan makhluk berwarna merah itu.

Suatu hari dia membeli sebuah blender. Kira-kira buat apa coba? Hayo, ada yang tau? Ternyata tujuan dia membeli blender ialah untuk membuat sambel goreng dalam jumlah besar. Dahsyat juga nih anak!

Namun ada yang unik dari cara dia memblender. Beda dengan kebanyakan orang yang asal saja ketika menggunakan belender, Dendy menggunakan stopwatch sebagai alat bantu menghitung durasi pemutaran blender. Jadi cara dia memblender begini. Dia masukkan cabe, bawang, dll. ke dalam blender, kemudian dia putar blender itu selama 30 detik. Setelah itu dia hentikan selama 30 detik. Kemudian dia putar lagi selama 30 detik. Dan begitu seterusnya hingga cabe dan bawang dalam tabung blender menjadi halus.

Ketika ditanya, “Kenapa kok ngeblendernya kayak gitu?”.

Dia kemudian menjelaskan secara panjang lebar. Katanya, banyak orang yang blendernya cepat rusak karena nggak mau ngikutin aturan pakai. Jadi mereka ngasal saja pakai blender. Asal putar saja. Kadang tidak memperhatikan lama berputarnya. Akhirnya blender mereka pun cepat rusak.

Memang, kalau saya perhatikan, banyak orang yang tidak memperhatikan masalah ini. Terutama masyarakat awam. Kebanyakan mereka saat membeli suatu barang tidak mau memperhatikan aturan pakai dari barang yang dibelinya itu. Terutama barang-barang elektronik. Sehingga barang yang mereka beli pun akhirnya tidak tahan lama akibat dipakai secara ngasal.

Nah, kira-kira hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah kawan saya ini? Saya kira kawan-kawan sudah bisa membaca arah pembicaraan saya ini. Jadi begini. Kalau rumah tangga kita ingin awet dan tetap langgeng, maka hendaknya kita mengikuti aturan Sang Pencipta Manusia Yang Maha Tahu bagaimana caranya agar sebuah rumah tangga bisa selalu dinaungi oleh ketenteraman dan kebahagiaan. Jadi, jurus ke-26 dari serial Baiti Jannati kali ini adalah: IKUTILAH ATURAN ALLAH!

 

 

>>> Semua Sudah Diatur

Kalau kita perhatikan keadaan alam sekitar, tentu akan kita dapati bahwa segala sesuatunya sudah Allah Subhanahu wa Ta’ala atur sedemikian rupa. Matahari yang terbit di siang hari, kemudian tenggelam di malam hari. Bulan yang muncul di malam hari ditemani gemintang. Planet-planet yang beredar pada garis edarnya. Semua sudah diatur dengan rapi oleh Sang Pencipta. Dengan adanya keteraturan ini, maka bumi menjadi nyaman untuk dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Begitupun dengan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Pencipta Manusia telah memberikan sejumlah aturan untuk mereka dalam menjalani tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan aturan yang sangat apik tentang bagaimana seharusnya mereka menjalani hidup di dunia ini. Jika mereka mau melaksanakan aturan ini, maka akan baiklah keadaan mereka. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memberikan aturan tentang bagaimana seharusnya seorang pasutri menjalani hidup berumah tangga.

 

>>> Lain Suami, Lain Istri

Jelas sekali bahwa bentuk fisik laki-laki berbeda jauh dengan wanita. Laki-laki diciptakan dalam bentuk fisik yang kuat, sedangkan wanita memiliki bentuk fisik yang lemah. Perasaan laki-laki pun berbeda dengan perasaan wanita. Dan tentunya semua ini bukan tanpa maksud dan tujuan. Ada hikmah besar dibalik perbedaan ini.

Kalau kita baca dalil-dalil dari al-Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah, akan nampak jelas tugas dari masing masing pasutri. Laki-laki diberi tugas untuk mencari nafkah, sedangkan wanita diberi tugas untuk menjaga istana. Pembagian tugas ini datang langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala Sang Pencipta Manusia Yang tentu saja Maha Mengetahui segala sesuatu yang maslahat untuk kehidupan manusia. Jika aturanAllah ini bisa dilaksanakan dengan baik, insya Allah sebuah rumah tangga akan tetap harmonis. Dan ini sudah terbukti pada kehidupan rumah tangga Makhluk terbaik di kolong langit ini, yaitu kehidupan rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para Sahabatnya. Kehidupan rumah tangga mereka menjadi harmonis dan bahagia karena mau untuk mentaati aturan Allah ini dengan baik. Para suami keluar rumah mencari nafkah, sementara para istri diam di rumah merawat rumah dan mendidik anak-anak.

Sungguh indah jika setiap rumah tangga mau menerapkan aturan Allah ini. Setiap pagi sang suami keluar rumah untuk mencari nafkah. Sang istripun melepas kepergian sang suami dengan iringan doa. Kemudian sang istri di rumah mengisi waktunya dengan melaksanakan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga. Dia rawat rumah dengan baik. Dia didik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Dan saat sore hari tiba, mereka bisa berkumpul kembali dengan rasa kangen yang menggelora di dalam dada-dada mereka. Rasa cinta pun semakin berbunga di dalam rumah tangga mereka. Rasa lelah sang suami pun langsung sirna karena saat tiba di rumah, sang istri tercinta telah menyambutnya dengan senyum manis yang penuh makna. Anak-anak pun berbaris minta digendong abi-nya. Sungguh indah rumah tangga yang seperti ini. Dan ini tidak akan terjadi jika pasutri tidak mau mengikuti aturan Allah ini.

 

>>> Bila Aturan Dilanggar

Apa jadinya jika planet-planet yang ada di angkasa raya tidak mau beredar menurut aturan yang telah ditetapkan Allah ? Tentunya akan terjadi benturan demi benturan yang berbuntut pada hancurnya alam raya ini. Begitupun jika aturan rumah tangga dilanggar oleh para pasutri. Niscaya akan timbul kerusakan di tengah-tengah masyarakat yang berawal dari kurang harmonisnya kehidupan rumah tangga yang ada di dalamnya.

Coba saja kita bayangkan sendiri. Bagaimana seandainya suami dan istri sama-sama ingin kerja di luar rumah. Sementara anak-anak ditinggalkan di rumah dirawat oleh pembantu. Kemudian saat suami pulang kerja, tak ada seorang bidadari yang menyambutnya. Dia pun hanya makan sendirian tanpa teman curhat. Lalu, muncullah bisikan setan untuk mencari tempat perselingkuhan. Apakah kebahagiaan bisa didapat dalam rumah tangga yang seperti ini ??? Apakah akan lahir generasi-generasi tangguh dari seorang wanita yang lebih sibuk mengurusi urusan kantor dibandingkan urusan rumah tangganya ???

Betapa sering kita mendengar rumah tangga yang hancur berantakan disebabkan suami istri yang sama-sama bekerja di luar rumah. Padahal gaji suami sudah cukup untuk mebiayai kehidupan mereka sehari-hari. Jika mereka mau qona’ah, insya Allah rezeki yang diberikan Allah kepada mereka sudah lebih dari cukup. Sayangnya, karena kurangnya rasa syukur, ditambah lagi rasa ketakutan yang berlebihan tentang masa depan, membuat sang istri ingin bekerja juga diluar rumah meski harus meninggalkan rumah dan anak-anak dirawat oleh pembantu.

Lho, memangnya istri tidak boleh kerja di luar rumah ?

 

>>> Jika Harus Keluar Rumah

Sebagaimana telah saya sampaikan di atas, pada asalnya wanita itu diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk lebih banyak tinggal di rumah. Hal ini bukannya untuk mengekang kebebasan wanita. Tapi memang di rumahlah tempat terbaik bagi seorang wanita agar dia bisa menggunakan potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal. Beda dengan laki-laki yang keadaan fisiknya memang dikondisikan untuk bekerja di luar rumah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (QS. Al-Ahzab: 33)

 

Namun, bagaimana seandainya keadaan ekonomi rumah tangga sedang tidak menentu. Penghasilan suami hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sementara kebutuhan rumah tangga membengkak. Anak butuh sekolah, kontrakan nunggak dua bulan, cicilan panci dan penggorengan belum lunas, dll. Apakah di saat itu istri tetap tidak boleh keluar rumah untuk bekerja membantu suami ?

Dalam keadaan seperti ini tentu saja boleh. Hanya saja harus tetap diperhatikan aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala terkait keluarnya wanita dari rumah. Dan tentu saja jika mencari uang masih bisa dilakukan dari dalam rumah, kenapa harus maksain diri bekerja di luar rumah. Ya nggak ?! Bukankah banyak juga para istri yang bisa membuka usaha dari dalam rumah (bisnis rumahan). Misalnyanya dengan usaha catering, bisnis online, nitip-nitip makanan ringan di warung, buka kursus bimbel, ngajar iqro, dll. Pokoknya sebisa mungkin bagaimana caranya agar istri tetap di rumah, karena inilah memang tempat yang terbaik baik seorang istri.

Jika memang terpaksa harus bekerja di luar rumah juga, maka pilihkah pekerjaan yang sesuai dengan kodrat kewanitaaan. Dan juga tetap memperhatikan rambu-rambu syari’at, seperti: menutup aurat, tidak tabarruj (bersolek), menundukkan pandangan, menjaga nada bicara agar tidak menimbulkan fitnah terhadap lawan jenis, tidak bekerja di tempat-tempat ikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan wanita), tidak melebihi kebutuhan, dll.

Jadi intinya, jika rumah tangga ingin tetap harmonis, tetaplah ikut aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan semau gue. Kecuali kalau kita ingin rumah tangga kita cepat rusak seperti blender yang digunakan tanpa memperhatikan aturan pakai.

Mudah-mudahan kita semua diberi taufiq oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala untuk tunduk hati kita kepada aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap keadaan.

Barangkali itu saja. Insya Allah akan saya bahas lebih panjang lebar lagi dalam buku yang sedang saya sempurnakan “JURUS SAKTI BAITI JANNATI”.

Wallohu a’lam bis shawab.

 

Bogor, 10 Januari 2012

Abu Muhammad Al-Batawie

 

*Udah lama nggak nulis tangan kok jadi kaku begini ya…..he3….. Emang, nulis itu kayak olah raga, kudu terus dibiasain….

 

Bahan bacaan:

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/menjaga-kehormatan-wanita-muslimah.html

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: