Modal Saya Menikah Hanya Bismillah…

“Modal saya menikah hanya bismillah,” katanya membuka cerita. Setelah itu kemudian Salim agak panjang menceritakan perjalanannya yang sempat saya rekam di benak saya. Inilah cerita yang saya maksud :

Saya sebetulnya ingin menikah ketika masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Namun, keinginan menikah itu baru terwujud ketika saya kuliah semester 3. Saya menikah itu belum pekerjaan tetap. Tapi saya yakin Allah pasti akan membuka pintu rezeki bagi saya. Saat mantap menikah saya hanya mem-planning akan menulis beberapa buku, yang royaltinya akan saya gunakan sebagai bekal perjalanan hidup saya setelah menikah.

Saat menikah saya tidak punya modal finansial yang boleh dibilang cukup. Tapi saya mantap Allah Maha Kaya. Jika saya miskin, dengan menikah, Allah akan mengayakan saya. Untuk modal menikah saja, saya harus berhutang. Saat itu saya punya modal menikah sebesar 12 juta. Dalam hitungan matematis saya, usai pernikahan saya bisa melunasi hutang saya itu kira-kira dua tahun. Namun, sungguh subhanallah, atas kehendak Allah saya bisa melunasinya hanya dalam tempo dua bulan. Setelah menikah, buku saya Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan meeluncur di pasaran, dan atas izin Allah buku itu meledak di pasaran. Itu benar-benar kehendak Allah.

Saya menikah tanpa pacaran. Pokoknya, bismillah saya ingin menikah karena Allah, tidak penting siapa akhwatnya. Yang penting akhwat yang teguh agamanya. Itulah kenapa ketika saya meng-khitbah calon istri saya dan ditanyai mertua saya tentang banyak hal,saya hanya menjawab dengan tegas, “Urusan saya adalah menikah secepatnya karena Allah. Kalau tidak dengan anak Bapak, sepulang dari sini, dan di jalan ada akhwat yang mau menikah dengan saya, maka saya akan segera menikah dengannya. Karena kata ustadz saya, jika keinginana menikah sudah muncul dalam diri saya, maka saya harus segera menikah dan tidak boleh menundanya.

Dengan berkata seperti itu, akhirnya calon mertua saya mantap menyerahkan putrinya pada saya. Kata beliau, saya termasuk orang langka, dan orang langka seperti saya patut dilestarikan.

“Saya yakin, siapa pun yang menikah karena Allah dengan modal bismillah, Allah pasti akan memudahkan segala urusannya. Alhamdulillah, saya merasakan semua kebenaran janji Allah itu,” kata Salim menutup cerita.

 

Kisah Salim A Fillah, penulis buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan,sebagaimana yang diceritakan oleh http://fathia27rhm.multiply.com/reviews/item/99?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem

 

Sumber: http://fathia27rhm.multiply.com/reviews/item/99?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: