UNTUKMU YANG DIRUNDUNG DUKA

“Dunia ini masalah” ucap kawanku pada suatu ketika. Rupanya dia baru saja mendengar kata-kata itu dari dosennya di kelas.

 

“Maksudnya?” tanyaku kemudian.

 

“Ya, masalah. Coba aja seorang mahasiswa setiap hari pasti ada aja masalahnya. Trus juga…….bla bla bla…..”

 

Memang benar kata temanku itu. Dunia ini memang tempatnya masalah. Dunia selalu di penuhi oleh berbagai macam problema. Dan kita, selama masih hidup dunia, pasti tak akan pernah lepas dari yang namanya masalah dan problema.  Aku, Anda, dan kita semua pasti punya masalah. Tidak mungkin tidak. Entah itu masalahnya besar atau kecil.

 

Dua hari yang lalu seorang sahabat datang berkunjung. Sudah lama aku tak berjumpa dengannya. Kami mengobrol cukup lama. Ya sekitar 3 jaman lebih kayaknya.

 

Dia bercerita kepadaku tentang masalah yang sedang dia hadapi. Saat ini dia sedang menjalani masa perawatan. Rawat jalan mungkin lebih tepatnya. Setiap hari dia harus minum obat. Dan sebulan sekali –kalau aku tidak salah dengar- dia harus ke Semarang untuk periksa kesehatan di  rumah sakit yang ada di sana.

 

Kata dia, otaknya ada kelainan. Di dalam otaknya tidak terdapat  cairan sebagaimana yang biasa ada pada orang-orang normal. Sehingga, dia harus terus mengkonsumsi obat agar bisa hidup normal seperti biasa.

 

Dia cerita juga, kalau sakitnya sedang kambuh, di bisa sampai hilang emosi dan kesadaran. Menggerakkan tubuh tidak bisa. Makan minum tidak bisa. Mandi pun tidak bisa. Dan dia kadang jadi tidak mengenali orang.

 

Karena sakitnya ini, dia harus keluar banyak uang. Sehingga istrinya pun harus ikut bekerja. Padahal anaknya sekarang sudah dua.

 

Kemudian, beberapa hari lalu juga aku mendapat kabar tentang masalah yang sedang dihadapi seorang kawan. Anaknya yang baru lahir harus di rawat di rumah sakit. Untuk biaya perawatan sehari harus keluar uang 5 juta. Dan anaknya itu harus dirawat selama seminggu di rumah sakit. Jadi minimal dia harus keluar uang sebesar 35 juta hanya untuk perawatan saja. Belum untuk yang lainnya. Karena biaya yang ditanggungnya cukup besar, kawan-kawannya yang lain berinisiatif mengumpulkan dana untuk meringankan bebannya.

 

Demikianlah. MAsalah demi masalah, pasti akan menghampiri setiap anak manusia. Dan mau tidak mau memang kita harus bersiap menghadapinya. Kita tidak akan mungkin lari dari masalah. Kemanapun kita lari, masalah akan tetap datang menghampiri kita.

 

Lalu, apakah yang harus kita lakukan jika kita mendapatkan masalah? Apakah kita harus berkeluh kesah?  Apakah kita harus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan? Apakah….? Apakah…..?

 

Tidak wahai kawan! Bukan begitu cara yang bijak dalam menghadapi masalah. Sungguh amat merugi  jika kita harus melewati hidup ini dengan keluh kesah dan kesedihan. Dunia ini teramat singkat. Apakah kita akan persingkat lagi dengan hanya larut dalam kesedihan dan duka cita??? Tidak !!! Sekali lagi TIDAK !!!

 

“Seorang yang berakal mengetahui bahwa hidup yang hakiki adalah kehidupan yang bahagia dan tenteram. Dan waktunya itu sangat singkat. Maka tidak sepantasnya untuk mempersingkatnya lagi dengan larut dalam kesedihan dan kegelisahan. Karena hal itu bertentangan dengan kehidupan yang sebenarnya. Oleh karena itu hendaknya dia tidak rela jika hidupnya pergi begitu saja karena dirampas oleh duka cita dan kesedihan…” (Al-Wasaa-ilul Mufiidah lil Hayaatis Sa’iidah, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rohimahulloh)

 

 

>> Ambil Hikmahnya,  Ambil Indahnya

 

Wahai sahabat  yang sedang dirundung duka….

 

Kenapa engkau masih larut dalam kesedihan. Kenapa air matamu masih saja tumpah. Bukankah engkau tidak sendiri di dunia ini. Bukankah orang-orang di sekitarmu pun mengalami hal yang sama denganmu. Bahkan bisa jadi masalah mereka lebih berat darimu.

 

Pernahkah engkau mendengar kisah tentang tiga orang wanita –kalau aku tidak salah ingat- yang menjadi korban perkosaan.  Mereka sungguh sangat terpukul. Bahkan dua dari mereka mengalami stress berat hingga akhirnya bunuh diri.

 

Namun, salah seorang dari mereka menyadari bahwa semua ini adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Diapun akhirnya ridho dengan ketetapan Alloh ini. Dia yakin bahwa di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Dan diapun kemudian memutuskan untuk berlatih ilmu bela diri hingga akhirnya dia bisa membuat perguruan ilmu bela diri yang diperuntukkan khusus wanita sebagai bekal untuk membentengi diri dari perkosaan.  Dia akhirnya bisa memberi manfaat kepada sesama kaumnya.

 

Wahai Sahabat yang sedang dirundung duka….

 

Memang, dalam menghadapi masalah, manusia terbagi menjadi dua golongan. Yang pertama, golongan manusia yang murka dengan adanya masalah yang menimpa mereka. Mereka marah dan terus berkeluh kesah. Akhirnya, hidup  mereka pun hancur digerogoti oleh duka cita yang berkepanjangan.

 

Golongan kedua adalah mereka yang ridho dengan masalah yang menimpa mereka. Mereka memang sedih. Namun itu hanya sesaat. Mereka pun kemudian tersadar bahwa semua masalah yang mereka hadapi adalah takdir dari Alloh. Sehingga mereka pun ridho dan bisa mengambil hikmah dari masalah yang sedang mereka hadapi.  Contohnya seperti wanita korban perkosaan tadi.

 

Wahai Sahabat yang sedang dirundung gelisah….

 

Ada sebuah kisah menarik yang mudah-mudahan bisa engkau ambil pelajaran darinya, bahwa di balik setiap permasalahan, tentu ada hikmah yang bisa dipetik. Dan kita juga bisa mengubah masalah yang kita hadapi itu menjadi sesuatu yang indah pada akhirnya.

 

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang bersuamikan tentara. Suatu hari, suaminya bertugas melatih tentara di sebuah padang pasir yang tandus. Dia pun ikut serta bersama suaminya.

 

Namun kemudian si wanita ini merasa tertekan.  Dia tidak betah tinggal di padang pasir karena selalu hidup sendirian. Suaminya selalu pergi meninggalkannya untuk melatih pasukanperang. Tinggallah si wanita ini sendiri berteman sepi di padang pasir yang sunyi.

 

Sampailah wanita ini pada batas kesabarannya. Dia sudah tidak sanggup lagi hidup dalam kesepian dan kesendirian. Diapun kemudian mengirim surat kepada orang tuanya untuk dijemput pulang ke rumah.

 

Beberapa hari kemudian, datanglah surat balasan.   Surat itu hanya berisi beberapa baris kata berikut:

 

Dua orang narapidana mengintip dari balik jeruji besi.

Yang satu melihat lumpur, yang lain melihat bintang

 

Setelah membaca kata-kata ini, wanita ini pun kemudian tersadar.  Selama ini dia telah terbelenggu oleh pikiranya sendiri. Selama ini dia menganggap masalah yang dia hadapi laksana beban berat yang sedang menghimpitnya. Sehingga dia merasa tersiksa sediri akibat pikiran negatifnya itu.

 

Dia pun kemudian berubah. Dia buang semua pikiran negatif yang selama ini bercokol di kepalanya. Dan dia pun bertekad untuk mengubah masalah menjadi sesuatu yang indah.

 

Kegiatan sehari-harinya kemudian dia isi dengan melakukan penelitian terhadap jenis tumbuhan yang ada di padang pasir. Dia juga meneliti jenis-jenis hewan yang hidup di sana.

 

Sedikit demi sedikit dia juga mulai membuka diri. Dia mulai bergaul dengan suku asli yang ada sana.

 

Akhirnya, dia pun bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna. Meskipun hidup sendirian, dia bisa melewatinya dengan perasaan senang. Tidak lagi merasa tertekan seperti dulu

 

Demikianlah wahai Sahabat….

 

Masalah yang kita punya, bisa menjadi beban berat dan kesakitan jika kita mengganggapnya sebagai sebuah pukulan. Namun, jika kita melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk mengubah diri kita menjadi  sosok yang lebih baik, maka masalah itu akan menjadi terasa indah.

 

……

Ketika aku meminta kepada Alloh setangkai bunga segar,

Dia beri aku kaktus berduri

Aku pun meminta-Nya binatang mungil nan cantik,

Dia beri aku ulat berbulu

Aku sempat sedih, protes, dan kecewa

Sungguh betapa tidak adilnya ini!

Namun kemudian,

Kaktus itu berbunga, indah sekali

Dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik

Itulah jalan Alloh, indah pada waktunya

Kadang kita sedih, kecewa, dan terluka dengan takdir-Nya

Namun jauh di atas segalanya,

Alloh sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita

Subhanalloh!

……

 

>> Kabar dari Langit

 

Sahabatku yang sedang dirundung duka dan kesedihan…..

 

Maukah aku perdengarkan kepadamu sebuah kabar  yang akan membuatmu tersenyum meski dirimu bertabur permasalahan hidup? Marilah duduk bersamaku. Marilah sejenak kita dengarkan kabar dari langit yang disampaikan melalui lisan yang mulia nabi kita Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa Sallam.

 

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ اْلبَلاَءِ، وَإنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْماً ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.

 

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Alloh mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barangsiapa yang ridho atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhoan Alloh dan barangsiapa yang berkeluh-kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Alloh.” (HR. Tirmidzi dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi: 2396)

 

Wahai sahabat….

 

Hapuslah air matamu! Untuk apa lagi engkau menangis? Jika Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mencintaimu, maka kebahagiaanlah yang akan engkau dapatkan . Yakinlah itu!

 

Wahai Sahabat….

 

Tidakkah engkau ingin dosa-dosamu diampuni oleh Alloh ???

 

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.

”Tidaklah keletihan, kepayahan, kesedihan, gundah gulana, dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya, kecuali Alloh akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhori: 5318)

 

Wahai Sahabat….

 

Di dunia ini mungkin hatimu terluka. Di dunia ini mungkin engkau kecewa. Namun, engkau harus ingat. Itu semua hanyaa sesaat. Di akhirat nanti, saat engkau menghirup aroma surga, saat engkau memetik bebuahan surga, saat engkau berendam  di sungai-sungai surga, semuanya akan musnah. Akan hilanglah duka cita dan kesedihan. Semuanya akan terlupa. Semuanya akan berganti kebahagiaan yang tiada akhirnya.

 

Demikianlah wahai Sahabat. Semoga engkau bisa memahaminya.

 

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

“Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim: 2999)

 

Wallohu a’lam.

 

Kota Hujan, 26 September 2011

Tengah malam yang mendingin perlahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: