SERIAL BAITI JANNATI (JURUS KE-29)

Siapa sih yang nggak kepingin rumah tangganya tentram dan bahagia? Siapa sih yang nggak mau setiap hari bisa berkumpul bersama keluarga, suami-istri dan anak-anak? Siapa sih yang nggak suka kalau tinggal di rumah yang nyaman dan lingkungan yang aman? Siapa sih yang nggak bahagia kalau setiap hari bisa merasakan makanan yang lezat dan sehat ? Saya sakin semuanya mau dan kepingin mendapatkan itu semua.

Namun, bagaimana jika kenyataan yang kita hadapi berbeda dengan impian. Bagaimana seandainya suami pulang ke rumah hanya seminggu atau sebulan sekali? Bagaimana seandainya rumah yang kita tempati hanya bertipe RSSSSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali Selonjoran Saja Susah……hehehe…..becanda……) dan sering bocor pula…. Bagaimana seandainya sehari-hari cuma bisa makan sama tahu dan tempe ? Bagaimana……? Bagaimana…….?  Apakah kita akan bersedih  dan terus-terusan mengeluh? Ataukah kita memilih jalan pintas dengan mencari pasangan baru dan merobohkan bangunan rumah tangga yang sedang kita bina?[1] Atau bagaimana ???

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit masukan bagi para pasutri yang kepingin kehidupan rumah tangganya tentram dan bahagia meski sedang menghadapi situasi tidak mengenakan dalam kehidupan rumah tangganya (Termasuk saya juga kepingin…..). Jurus Sakti Baiti Jannati kali ini semoga bermanfaat untuk digunakan dalam menghadapi situasi sulit dan menyedihkan yang sedang dialami oleh para pasutri. Semoga bermanfaat.

 

>>> Kalau Anda Punya Mangga Muda, Ya Dirujak Saja!

Seandainya anda mempunya sebuah pohon mangga  yang sedang berbuah. Buahnya masih muda-muda. Dan Anda sangat ingin melihat mangga itu masak semua sehingga bisa dinikmati kelezatannya. Namun pada suatu hari, Anda melihat semua buah mangga yang masih muda itu bergeletakan ditanah akibat angin kencang yang terus-terusan berhembus. Kira-kira bagaimana sikap Anda? Apakah Anda akan menggerutu dan mencampakkan buah-buah mangga itu ke dalam tong sampah? Atau Anda mengumpulkannya ke dalam keranjang kemudian mengajak kawan-kawan Anda datang ke rumah untuk ngerujak mangga muda?

Orang yang berfikiran positif tentu akan mengambil sikap yang kedua. Dia tidak menggerutu dengan musibah yang sedang dihadapi. Malahan dia akan ubah musibah yang dia hadapi menjadi sebuah nikmat. Kalau punya mangga muda, ya dirujak saja!

Berbeda halnya denga orang yang berfikiran negatif. Bisanya hanya mengeluh dan menggerutu. Akibatnya dadanya akan terasa sesak dan sempit. Dia pun akan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.

Ya, inilah sikap yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan situasi yang sulit dan tidak mengenakan. Berfikirlah Positif! Dan inilah jurus ke-29 dalam Serial Baiti Jannati kali ini. Berfikirlah positif, insya Allah kehidupan rumah tangga kita akan tentram dan bahagia!

 

>>> Berfikir Positif, Apaan Sih ?

Berfikir positif maksudnya kita bisa melihat hal-hal positif dari setiap peristiwa yang kita alami atau keadaan yang sedang kita hadapi. Demikian kira-kira pengertian berfikir positif yang saya maksud.

Misalnya kita sedang mengalami peristiwa yang tidak mengenakan, situasi yang membosankan dan kejadian yang menjengkelkan, atau bahkan suasana yang menyedihkan, jika kita termasuk orang yang berfikiran positif, maka kita akan bertanya kepada diri kita: Hikmah atau pelajaran apa yang bisa saya petik dari peristiwa ini? Bagaimana saya bisa keluar dari situasi yang tidak mengenakan ini? Bagaimana saya bisa mengubah kesedihan ini menjadi keceriaan? Bagaimana saya bisa membuat rujak yang lezat dari mangga muda yang masam ini?

Saya pernahkah mendengar kisah tentang tiga orang wanita –kalau saya tidak salah ingat- yang menjadi korban perkosaan.  Mereka sungguh sangat terpukul. Bahkan dua dari mereka mengalami stress berat hingga akhirnya bunuh diri.

Namun, salah seorang dari mereka bisa berfikir positif. Dia menyadari bahwa kenyataan pahit yang dia hadapi adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Diapun akhirnya ridho dengan ketetapan Allah ini. Dia yakin bahwa di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Dan diapun kemudian memutuskan untuk berlatih ilmu bela diri hingga akhirnya dia bisa membuat perguruan ilmu bela diri yang diperuntukkan khusus wanita sebagai bekal untuk membentengi diri dari perkosaan.  Dia akhirnya bisa memberi manfaat kepada sesama kaumnya.

Lihatlah perbedaan antara orang yang berfikir positif dengan orang yang berfikir negatif. Orang yang berfikir positif akan bisa melihat dunia ini berwarna indah. Sedangkan orang yang berfikir negatif, kemuraman dan kegelapan akan selalu menghiasi kedua matanya.

William Bolitho, seorang penulis Barat, pernah melontarkan kata-kata yang cukup menarik untuk disimak. Kata dia begini, “Yang paling penting dalam hidup ini bukan menikmati keuntungan yang telah Anda peroleh, sebab orang bodoh pun  bisa melakukan hal ini. Yang benar-benar paling penting ialah bagaimana caranya mengambil keuntungan dari kerugian Anda. Untuk ini diperlukan kecerdasan. Dan kecerdasan inilah yang membedakan antara orang cerdas dengan orang dungu”.[2]

 

>>> Bagaimana Berfikir Positif ?

Agar penjelasan saya lebih mudah diterima, maka saya akan memberikan contoh praktis cara berfikir positif disaat menghadapi situasi yang kurang menyenangkan. Misalnya ada seorang istri yang ditinggal pergi suaminya bekerja di luar kota sehingga hanya bisa bertemu sebulan sekali. Lalu, apakah yang seharusnya dia lakukan ?

Pertama, hendaknya dia ridha dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan adanya penerimaan dan kepasrahan dalam diri seorang hamba atas takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, maka hidupnya akan tenang. Dadanya akan terasa luas dan lapang.

 

Kedua, hendaknya dia juga bersabar atas kenyataan pahit yang dihadapinya ini. Hendaknya dia menahan hati dan lisannya dari berkeluh kesah dan menahan anggota badannya dari melakukan tindakan-tindakan emosional. Dan dia harus ingat bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala akan memberikan pahala yang tidak terkira jika dia mau bersabar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az- Zumar: 10).

Dan hendaknya dia ingat pula bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala akan selalu menyertai orang-orang yang bersabar. Allah akan menjaga dan menolong orang-orang yang mau untuk bersabar.

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman (artinya):

Ya, jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan jika mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (QS. Ali Imran: 125)
Dalam hadits dikatakan:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَبْرِ

Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma)

 

Ketiga, hendaklah dia meyakini bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq.” (QS. Ad Dukhan: 38-39)

Bisa jadi dengan adanya peristiwa ini, dia justru sedang ditempa untuk menjadi seorang manusia  yang  kuat dalam menjalani hidup dan kehidupan. Dan bisa jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang memberikan kesempatan emas baginya untuk mendapat pahala yang besar dari kesabaran dan keridhaannya terhadap takdir dari Allah Subhanahu wa ta’ala ini. Bisa jadi…… Bisa jadi……………..dst….dst…..

Saya pernah dapat SMS dari seorang kawan yang bunyinya begini:

 

……..

Ketika aku meminta kepada Allah setangkai bunga segar,

Dia beri aku kaktus berduri

Aku pun meminta-Nya binatang mungil nan cantik,

Dia beri aku ulat berbulu

Aku sempat sedih, protes, dan kecewa

Sungguh betapa tidak adilnya ini!

Namun kemudian,

Kaktus itu berbunga, indah sekali

Dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik

Itulah jalan Allah, indah pada waktunya

Kadang kita sedih, kecewa, dan terluka dengan takdir-Nya

Namun jauh di atas segalanya,

Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita

Subhanallah!

 

…..

 

Keempat, hendaknya dia melihat kepada orang-orang yang ada disekelilingnya. Niscaya akan dia dapati banyak orang yang sedang mengalami nasib serupa, bahkan ada yang lebih menyedihkan lagi. Dengan begitu bebannya akan terasa lebih ringan karena merasa seolah telah ditanggung bersama.

Terkait kasus ini, kita tentu pernah mendengar kisah Hajar yang ditinggal oleh Nabi Ibrahim ditempat yang sepi, tiada seorang pun selain mereka bertiga: Ibrahim, Hajar, dan anak mereka berdua Isma’il. “Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadits Ibnu ‘Abbas. Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka`bah, di suatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam-Zam. Waktu itu, tidak ada seorangpun di Mekkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun Hajar mengikutinya seraya mengatakan,”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?”

Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”

“Ya,” jawab Nabi Ibrahim.

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar. Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya”.[3]

Nah, adakah para Istri yang penderitaannya melebihi penderitaan Hajar saat ditinggal Ibrahim ???

 

Kelima, hendaknya dia melakukan hal-hal yang positif untuk mengisi waktu. Insya Allah dengan begitu dia akan terhindar dari melakukan hal-hal negatif dan tidak pula larut dalam kesedihan dan duka cita karena telah ditinggal oleh suami.

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang wanita yang bersuamikan tentara. Suatu hari, suaminya bertugas melatih tentara di sebuah padang pasir yang tandus. Dia pun ikut serta bersama suaminya.

Namun kemudian si wanita ini merasa tertekan.  Dia tidak betah tinggal di padang pasir karena selalu hidup sendirian. Suaminya selalu pergi meninggalkannya untuk melatih pasukan perang. Tinggallah si wanita ini sendiri berteman sepi di padang pasir yang sunyi.

Sampailah wanita ini pada batas kesabarannya. Dia sudah tidak sanggup lagi hidup dalam kesepian dan kesendirian. Dia ingin pulang. Diapun kemudian mengirim surat kepada orang tuanya.

Beberapa hari kemudian, datanglah surat balasan.   Surat itu hanya berisi beberapa baris kata berikut:

Dua orang narapidana mengintip dari balik jeruji besi.

Yang satu melihat lumpur, yang lain melihat bintang

Setelah membaca kata-kata ini, wanita ini pun kemudian tersadar.  Selama ini dia telah terbelenggu oleh pikiranya sendiri. Selama ini dia menganggap masalah yang dia hadapi laksana beban berat yang sedang menghimpitnya. Sehingga dia merasa tersiksa sediri akibat pikiran negatifnya itu.

Dia pun kemudian berubah. Dia buang semua pikiran negatif yang selama ini bercokol di kepalanya. Dan dia pun bertekad untuk mengubah masalah menjadi sesuatu yang indah.

Kegiatan sehari-harinya kemudian dia isi dengan melakukan penelitian terhadap jenis tumbuhan yang ada di padang pasir. Dia juga meneliti jenis-jenis hewan yang hidup di sana.

Sedikit demi sedikit dia juga mulai membuka diri. Dia mulai bergaul dengan suku asli yang ada sana.

Akhirnya, dia pun bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna. Meskipun hidup sendirian, dia bisa melewatinya dengan perasaan senang.  Tidak lagi merasa tertekan seperti dulu.

***

Demikianlah lima langkah yang bisa dilakukan oleh seorang istri yang ditinggal suaminya sekian lama. Semoga kelima langkah ini bisa dijadikan inspirasi untuk menghadapi situasi tidak menyenangkan lainnya yang sedang dihadapi pasutri. Intinya, berfikir positif akan melahirkan tindakan yang positif. Sebaliknya, berfikir negatif akan melahirkan tindakan yang negatif pula.

Jadi, jika ingin kehidupan rumah tangga kita tentram dan bahagia, mulai sekarang belajarlah untuk berfikir positif. Temukan hal-hal positif dari keadaan sulit yang sedang kita hadapi. Kalau kita punya mangga muda, ya dibikin rujak saja!

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

Bogor, 12 April 2012

Waktu Dhuha, 10:51

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie


[1] Saya mendapat cerita dari istri saya, katanya ada seorang wanita yang minta cerai suaminya karena dia merasa perekonomian suami tidak bisa untuk mencukupi kehidupan rumah tangga mereka. Padahal usia pernikahan mereka baru sekitar dua bulan lamanya.

[2] Dikutip dari buku Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia karya Dale Carnegie, hal. 230.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: