STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB TANPA GURU (PENDAHULUAN)

Sebelumnya saya ingin katakan kepada kawan-kawan semua bahwa saya bukanlah seorang pakar bahasa Arab. Kemampuan bahasa Arab saya biasa-biasa saja. Tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemampuan bahasa Arab mereka-mereka yang bergelar Lc. Dan saya pun tidak terlalu pandai bercakap-cakap dengan bahasa Arab.
Namun, jika dibandingkan dengan kawan-kawan yang belum pernah sama sekali bersentuhan dengan bahasa Arab –maksudnya Ilmu Nahwu & Ilmu Shorof- Alhamdulillah bisa dikatakan saya sudah selangkah lebih maju. Atau, jika untuk memahami bahasa Arab dengan sempurna perlu melewati sepuluh anak tangga, maka bisa dibilang saya sekarang ini sudah berada di anak tangga kesatu atau kedua. Sehingga saya bisa menarik kawan-kawan untuk berdiri bersama di anak tangga yang sekarang ini sedang saya pijak.
Belum terlalu banyak aktifitas yang saya kerjakan terkait dengan bahasa Arab. Namun, dalam rangka tahadduts bin ni’mah sekaligus untuk memotifasi kawan-kawan agar tertarik untuk belajar bahasa Arab, maka saya akan sedikit ceritakan pengalaman saya terkait dengan kemampuan bahasa Arab yang saya miliki.
Pertama, saya pernah punya pengalaman menerjemahkan kutaib (kitab berbahasa Arab ukuran saku) yang ditulis oleh para ulama. Diantaranya ialah:
1. Al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar karya Syaikh bin Baz rahimahullah. [Diterbitkan oleh Pustaka Darus Sunnah Jakarta]
2. Asbabun Nashrillah ‘ala A’daihim karya Syaikh bin Baz rahimahullah. [Diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Katsir Bogor]
3. I’rif Nabiyyaka karya Qism ‘Ilmi Darul Wathan. [Diterbitkan oleh Pustaka Media Tarbiyah Bogor]
4. Talkhis Shifat Shalat Nabi karya Syaikh Al-Albani rahimahullah. [Diterbitkan oleh Al-Aqsha Publishing Depok]
5. Al-Wasa-il Mufidah lil Hayatis Sa’idah karya Syaikh As-Sa’di rahimahullah. [Diterbitkan oleh Pustaka Laka Bogor]
6. Man Al-Faiz? karya Qism ‘Ilmi Darul Wathan. [Diterbitkan oleh Pustaka Laka Bogor]
7. Dll. (Namun jumlahnya baru belasan, belum puluhan)

Kedua, saya pernah punya pengalaman dua kali mengikuti PELATIHAN BAHASA ARAB selama sebulan di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur. Kalau tidak salah tahun 2004 dan tahun 2008. Saya dua kali ikut KELAS LANJUTAN (TAKMILI). Kitab yang digunakan adalah kitab MULAKHOSH yang merupakan kitab tingkatan menengah dalam ilmu Nahwu dan Shorof. Dan alhamudlillah pada tahun yang keduanya saya menjadi juara pertama pada acara pelatihan bahasa Arab waktu itu.
Ketiga, saya pernah punya pengalaman beberapa kali mengajar ilmu nahwu dan shorof bahkan hingga sekarang. Saya sudah mengajarkan beberapa kali kitab Nahwu dan Shorof untuk kalangan pemula, seperti KITAB FAHIMNA (karya saya sendiri) dan KITAB AL-MUYASSAR FI ‘ILMIN NAHWI (karya Ustadz A. Zakariya). Dan sekarang saya masih mengajarkan KITAB FAHIMNA dan KITAB MULAKHOS (untuk kelas lanjutan).
Keempat, saya pernah menjadi editor bahasa di sebuah penerbitan buku Islam yang ada di Bogor. Tugas saya waktu itu adalah memeriksa terjemahan kitab berbahasa Arab dari para ustadz yang hampir semuanya bergelar Lc, baik lulusan LIPIA maupun lulusan timur tengah. Jika ada terjemahan yang kurang tepat, maka tugas sayalah memperbaikinya. Dan jika ada isi kitab yang terlewat terjemahannya, maka sayalah yang kemudian menerjemahkannya.
Diantara kitab yang sudah pernah saya edit adalah:
1. Al-Adillah wasy Syawahid ‘ala Wujubil Akhdzi bi Khobaril Wahid fil Ahkam wal ‘Aqo’id karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafidzahullah.
2. Mu’amalatul Hukkam karya Syaikh Abdus Salam bin Barjas rahimahullah.
3. Bulughul Maram karya Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Atsqalani rahimahullah
4. Dll.

Kelima, yang saat ini sedang saya kerjakan adalah menyusun 8 buah buku SERIAL KITAB FAHIMNA yang membahas Ilmu Nahwu & Shorof untuk PANDUAN MEMBUAT DAUROH BAHASA ARAB DI RUMAH MASING-MASING.
Ke-8 kitab itu rencananya akan membahas:
1. Ilmu Nahwu untuk Tingkat Dasar (Alhamdulillah telah selesai).
2. Ilmu Shorof untuk Tingkat Dasar (Alhamdulillah telah selesai).
3. Ilmu Nahwu untuk Tingkat Lanjutan (Sedang dalam proses penyelesaian).
4. Ilmu Shorof untuk Tingkat Lanjutan (Sedang dalam proses penyelesaian).
5. Ilmu Nahwu untuk Tingkat Pemantapan (Belum disusun).
6. Ilmu Shorof untuk Tingkat Pemantapan (Belum disusun).
7. Contoh Kalimat dan Cara Meng-I’robnya untuk Tingkat Dasar (Belum disusun).
8. Latihan Membaca Arab Gundul untuk Tingkat Dasar (Belum disusun).

Harapan saya, dengan mempelajari ke-8 SERIAL KITAB FAHIMNA ini, kita jadi memiliki bekal untuk bisa lebih khusyu’ di dalam shalat dan bisa mentadaburi isi Al-Qur’an dengan lebih baik lagi. Terutama bagi yang belum berkesempatan untuk belajar bahasa Arab di bawah bimbingan langsung seorang guru.
Demikianlah sedikit pengalaman yang bisa saya ceritakan terkait dengan kemampuan bahasa Arab yang saya miliki. Dan, yang paling penting bagi saya adalah, dengan memiliki sedikit kemampuan bahasa Arab, ibadah rutin yang setiap hari saya lakukan (seperti sholat, dzikir, baca Al-Qur’an, dll.) jadi lebih bermakna. Beda sekali dengan dahulu ketika saya tidak ngerti sama sekali dengan bahasa Arab.
Terakhir, saya ingin katakan kepada kawan-kawan bahwa kemampuan bahasa Arab yang sekarang ini saya miliki, kebanyakannya saya peroleh dengan belajar sendiri. Jadi kalau dibandingkan dengan belajar langsung di hadapan seorang guru dengan belajar sendiri di hadapan buku atau sarana lainnya, maka saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar sendiri di depan buku.
Oleh karena itu, saya ingin memberikan sedikit pengalaman tentang belajar bahasa Arab tanpa guru. Saya ingin memberikan sedikit kiat-kiat bagi kawan-kawan yang ingin belajar bahasa Arab namun tidak bisa hadir langsung di hadapan seorang guru. Kiat-kiat itu saya namakan STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB TANPA GURU. Dan kiat-kiat itu akan saya sampaikan pada lembaran-lembaran berikutnya.
Semoga dengan membaca kiat-kiat yang akan saya sampaikan nantinya dan dengan diiringi praktik nyata tentunya, bisa menjadi bekal bagi kita semua untuk masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan (yang artinya):
”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang KHUSYU’ dalam sholatnya.”(QS. Al-Mukminun:1-2)”.
Dan juga, bisa menjadi bekal bagi kita untuk menghindar dari termasuk ke dalam golongan orang-orang yang hatinya terkunci.
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).
Demikian saja sedikit pendahuluan dari saya. Semoga bermanfaat.

Bogor, 29 September 2012
Ba’da Isya yang sejuk

Muhammad Mujianto Al-Batawie
(Seorang Penuntut Ilmu yang Sederhana dan Biasa-biasa Saja)

2 Responses to STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB TANPA GURU (PENDAHULUAN)

  1. abu zeiÑ says:

    Bagaimana cara dapat buku fahimya nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: