KURSUS BAHASA ARAB 60 JUTA SEUMUR HIDUP

Beberapa waktu lalu saya kedatangan seorang tamu. Dia kawan saya yang semasa kecilnya sempat merasakan sekolah di Eropa. Tentu saja dia jago bahasa Inggris. Namun sekarang, katanya dia sedang mendalami bahasa Arab.

Waktu itu kami ngobrol cukup lama. Kira-kira 6 jam lamanya. Dari semenjak ba’da Dzuhur hingga ba’da ‘Isya. Dan kebanyakan obrolan kami seputar bahasa Arab dan hal-hal yang terkait dengannya.

Katanya, dia saat ini sedang mengikuti sebuah forum diskusi bahasa Arab di internet. Pesertanya berasal dari seluruh dunia. Dan tahukah kawan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti forum ini? 60 juta rupiah!

“Dahsyat juga!” ucap saya waktu itu.

Terus terang awalnya saya tidak percaya. Mana ada sih orang yang mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk belajar bahasa Arab. Kalau bahasa Inggris mungkin saya masih percaya. Karena memang orang sekarang lebih senang untuk belajar bahasa Ingris dan lebih mau berkorban harta untuk bisa bahasa Inggris ketimbang bahasa Arab. Dan saya pun sudah lama tahu sebuah kursus bahasa Inggris online yang biayanya puluhan juta rupiah dan pesertanya pun banyak dari berbagai negara. Tapi kalau bahasa Arab rasanya mustahil deh kalau ada orang yang mau mengeluarkan uang puluhan juta rupiah demi mempelajarinya. Bahkan terkadang, ketika diadakan kursus bahasa Arab gratis saja peminatnya masih sepi. Apalagi kalau harus bayar jutaan.

Setelah mendengar penjelasan dari kawan saya itu, akhirnya sayapun bisa mempercayainya. Kursus itu sepertinya memang ditujukan untuk orang-orang Islam yang kaya yang tinggal di seluruh dunia, terutama yang berasal dari benua Eropa. Sebab kata pengantarnya menggunakan bahasa Inggris. Pembimbingnya adalah para pakar bahasa Arab yang bermukim di Kanada. Dan fasilitas yang diberikan pun komplit. Pokoknya, semua sarana yang bisa membantu untuk memahami bahasa Arab via internet diberikan secara lengkap. Kursus itu pun berlaku hingga seumur hidup hingga peserta benar-benar menguasai seluruh cabang ilmu bahasa Arab. Jadi wajar jika biaya kursusnya sebesar itu.

Kawan saya sedikit menceritakan tentang metode pembelajaran yang digunakan dalam kursus bahasa Arab itu. Diantaranya,  kata dia, pada 6 bulan pertama peserta diajarkan materi-materi yang sangat mendasar. Kemudian 6 bulan berikutnya lebih meningkat lagi. Dan begitu seterusnya hingga mereka benar-benar faham dengan bahasa Arab dan bisa mereka praktikkan untuk memahami Al-Qura’an, Al-Hadits, dan kitab-kitab para ulama.

Para peserta diberikan sarana berupa tulisan, audio, dan video. Pokoknya segala sarana yang bisa memudahkan para peserta untuk memahami bahasa Arab diberikan. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti lewat sebuah forum khusus untuk peserta kursus. Forum ini dibimbing tidak hanya oleh satu orang. Tapi beberapa orang. Diantaranya oleh para pakar bahasa Arab keluaran kursus ini.

Setelah sekian jam lamanya kami membicarakan seputar pembelajaran bahasa Arab, akhirnya kami pun menarik sebuah kesimpulan yang sama. Bahwa termasuk diantara cara yang efektif untuk bisa bahasa Arab ialah dengan mengikuti kursus yang berbayar. Sebab nantinya kita akan termotivasi untuk bisa agar uang yang dikeluarkan tidak sia-sia.

“Kalo gratis banyak yang ngeremehin” demikian kurang lebih ucap kawan saya.

Ya, memang sepertinya uang sangat efektif untuk “memaksa” orang untuk mau semangat belajar. Terkait dengan bahasa Arab, saya sendiri sudah membuktikannya. Saya pernah menerapkan sistem denda kepada para peserta kelas bahasa Arab yang saya asuh. Sistem denda ini saya adakan karena terinspirasi oleh kawan saya yang lain yang juga mengajar bahasa Arab. Saat dia membuat sistem denda, murid-muridnya jadi semangat untuk mengikuti pelajaran dengan baik.

Jadi saya buat peraturan begini. Bagi yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang jawabannya sudah dijelaskan pada pelajaran sebelumnya maka didenda Rp. 5000,-. Jika terlambat tanpa pemberitahuan maka didenda Rp. 5.000,-. Dan jika tidak mengerjakan PR maka didenda Rp. 5.000,-. Akhirnya karena takut didenda,  para peserta kelas bahasa Arab yang saya asuh jadi semangat untuk memperhatikan dan mengerjakan tugas. Beda dengan keadaan mereka saat tidak ada denda sama sekali.

Demikianlah. Dan uraian saya di atas barangkali bisa sedikit menjelaskan kepada kawan-kawan,  kenapa saya menetapkan sejumlah uang untuk mengikuti Pelatihan Bahasa Arab Jarak Jauh (PBAJJ) yang saya asuh? Dan kenapa saya menjual SERIAL KITAB FAHIMNA dengan harga sekian, padahal bentuknya hanya berupa fotokopian. Kenapa tidak saya gratisin saja. Kawan-kawan tentu sudah tahu alasannya, bukan? Saya pun ingin melihat kesungguhan kawan-kawan untuk mau belajar bahasa Arab. Kalau memang serius pingin bisa bahasa Arab, buktikan dong pengorbanannya ! He..he…

Intinya, untuk meraih ilmu memang butuh adanya pengorbanan. Diantaranya ialah pengorbanan berupa harta. Para ulama zaman dahulu pun begitu. Bahkan ada yang rela menjual baju satu-satunya yang ada di badan mereka demi menuntut ilmu. Lalu, bagaimana dengan kita?

Namun yang harus kita ingat, besarnya harta yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan manfaat ilmu yang nantinya akan kita dapat. Bukankah dengan bisa bahasa Arab kita jadi bisa memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan baik? Bukankah dengan memahami keduanya dengan baik bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat?

Barangkali itu saja. Wallahu a’lam.

 

Bogor, Ahad 30 September 2012

Ba’da Ashar yang mendung

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: