SARAN UNTUK ORANG BARU

Barusan saya mendapat SMS dari salah seorang peserta Pelatihan Bahasa Arab Jarak Jauh (PBAJJ) yang saya asuh. Awalnya beliau bertanya tentang isi materi yang belum difahami dengan baik. Beberapa kali kami saling berkirim SMS. Hingga di dalam satu SMS-nya beliau menulis:

“…..Apa saran dari antum untuk ana yang baru belajar……”

Maka, sayapun jadi tertarik untuk menuliskan risalah ini. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit pencerahan untuk kawan-kawan yang baru belajar bahasa Arab, baik yang belajarnya lewat PBAJJ maupun yang lainnya.

Banyak sebenarnya saran yang ingin saya sampaikan. Namun, pada kesempatan kali ini saya hanya akan memberikan satu saran saja terkait metode belajar yang efektif yang seharusnya digunakan oleh para pemula. Dalam ilmu apapun, tidak hanya bahasa Arab. Saran-saran  lain insya Allah akan saya berikan nanti. Rencananya akan dimasukkan dalam SERIAL “STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB TANPA GURU”.

Saran saya, bagi mereka yang sedang belajar bahasa Arab (dalam hal ini ilmu Nahwu), maka fokuskan belajar pada 5 hal:

  1. Pengerian Istilah
  2. Contoh-contoh
  3. Pembagian-pembagian
  4. Ketentuan-ketentuan
  5. I’rob

Namun, bagi yang masih pemula banget, maka fokuskan pada 3 poin pertama di atas tadi. Sisanya nanti kalau sudah menyelesaikan ilmu nahwu tingkat dasar.

Agar lebih jelas, saya beri contoh begini. Ketika pertama kali belajar Nahwu, kita akan mempelajari tentang KATA. Nah, maka fahamilah dengan baik:

  1. Apa definisi KATA
  2. Apa saja contohnya
  3. Apakah kata masih dibagi lagi? Berapa? Apa saja?

Kemudian, ketika kita mengetahui bahwa KATA dalam bahasa Arab dibagi menjadi 3: yaitu ISIM, FI’IL, dan HURUF, maka kita fahami baik-baik:

  1. Apa definisi, ISIM, FI’IL, dan HURUF?
  2. Apa saja contohnya?
  3. Apakah masih dibagi lagi? Berapa? Apa saja?

Dan begitu seterusnya. Baru setelah kita menamatkan kitab dasar dan masuk pada kitab lanjutan, kita tambah fokus perhatian kita pada poin ke-4 dan ke-5, yaitu: ketentuan-ketentuan dan I’rob.

Misalnya kita belajar tentang Mubtada. Maka, dengan mempraktikkan saran saya di atas maka nantinya kita akan mengetahui:

  1. Mubtada adalah isim yang marfu yang terletak di awal kalimat.
  2. Contohnya adalah “  اَلْعِلْمُ نُوْرٌ  “ (Ilmu adalah cahaya)
  3. Mubtada ada yang mabni dan ada yang mu’rob.
  4. Mubtada pada asalnya adalah isim makrifat.
  5. Contoh I’robnya: “اَلْعِلْمُ  “ : Mubtada ==> Marfu ==> Dhommah ==> Isim Mufrod       (العلم مبتدأ مرفوع و علامة رفعه ضمة لأنه اسم مفرد)

Nah, demikia saja. Semoga bermanfaat.

Bogor, Senin 1 Oktober 2012

Jam 08:03

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Pengasuk PBAJJ – https://pustakalaka.wordpress.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: