SEBENARNYA MAU KE MANA, SIH ?! (Serial STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB_Bag ?)

Terus terang, ketika awal-awal belajar bahasa Arab saya tidak faham, sebenarnya arah belajar Nahwu-Shorof itu mau ke mana, sih?! Saya sudah lupa, apakah karena guru saya yang tidak menjelaskan atau sayanya yang ngantuk ketika beliau menjelaskan. Tapi yang jelas, beberapa tahun dari awal pertama kali saya diperkenalkan istilah ISIM, saya masih belum ngeh juga tujuan dari belajar ilmu Nahwu dan Shorof. Yang saya tahu, dengan belajar Ilmu Nahwu dan Shorof saja jadi bisa bahasa Arab. Itu saja.

Pokonya saya terima saja materi yang diajarkan oleh guru di kelas. Saya fahami baik-baik. Dan Alhamdulillah, meskipun saya belum terlalu faham arah pembelajaran ilmu nahwu dan shorof, tapi saya sedikit-sedikit sudah bisa membaca kitab gundul sekaigus menerjemahkannya. Walaupun baru pada tingkatan kitab kecil ukuran saku yang ditulis oleh para ulama.

Lalu, kapan saya mulai ngerti dengan arah pembelajaran ilmu nahwu?

Saya ngertinya setelah beberapa kali diminta oleh kawan-kawan untuk mengajarkan mereka bahasa Arab. Biasanya, sebelum belajar, saya persiapkan dulu baik-baik materi yang besok akan diajarkan. Saya coba buka-buka buku nahwu dan shorof dari berbagai penulis. Kemudian saya pilih-pilih penjelasan yang kira-kira mudah untuk diterima oleh orang yang baru pertama kali mengenal bahasa Arab. Hingga akhirnya, karena didorong keinginan kuat untuk memberi pemahaman yang baik kepada murid-murid saya nanti, akhirnya sayapun menemukannya. Oh, jadi gitu tho maksud belajar ilmu nahwu dan sorof!

Nah, agar kawan-kawan yang baru pertama kali belajar bahasa Arab tidak mengalami nasib yang sama dengan saya. Maka, saya akan menjelaskan sedikit tentang arah dari pembelajaran ilmu nahwu dan shorof. Semoga bermanfaat dan bisa sedikit memberi pencerahan.

 

>>> Pengertian Ilmu Nahwu & Shorof

Secara sederhana bisa kita katakan bahwa:

–          Nahwu adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan harokat akhir kata dan kedudukan kata itu  dalam sebuah kalimat.

–          Shorof adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengubah suatu kata menjadi kata lain untuk menghasilkan makna yang berbeda-beda.

 

Jadi, dengan belajar Nahwu kita akan bisa menyusun sebuah kata menjadi kalimat dan bisa membacanya dengan harokat akhir yang tepat. Sedangkan dengan belajar Shorof, kita akan bisa membentuk sebuah kata dengan arti yang kita inginkan.

Demikian kira-kira pengertiannya.Gimana, sudah faham kan? Atau malah pusing? Semoga nggak ya…..he3….

>>> Seperti Membangun Rumah

Agar lebih faham, saya akan memberi permisalan dengan sebuah rumah. Jika kita ingin membuat rumah, maka kita butuh dua hal:

  1. Material penyusun rumah.
  2. Ilmu tentang cara menyusun material menjadi sebuah rumah.

 

Nah, ilmu cara membuat material itu seperti ilmu shorof. Sedangkan ilmu untuk menyusun material menjadi sebuah rumah seperti ilmu nahwu. Jadi, kedua ilmu ini tidak bisa dipisahkan. Namun tentu saja kita harus lebih memfokuskan belajar ilmu shorof. Sebab, bagaimana mungkin kita mau membangun rumah kalau materialnya saja kita tidak punya. Tul, nggak? (Lebih jelas, silakan baca artikel LAGI-LAGI NAHWU!)

Agar lebih jelas, misalnya begini. Kita ingin membuat sebuah kalimat yang artinya begini: Pembunuh itu telah membunuh orang yang dibunuh di tempat pembunuhan dengan alat membunuh.

Pertama kali tentu saja kita harus membuat kata-kata berikut ini:

–          Pembunuh (القاتل)

–          Telah Membunuh (قتل)

–          Orang yang dibunuh (المقتول)

–          Tempat Membunuh (المقتل)

–          Alat Membunuh (المقتل)

 

Lalu, bagaimana menyusunya?

Dengan mengetahui ilmu nahwu, kita bisa menyusun kata-kata di atas menjadi kalimat yang diinginkan. Yaitu:

قتل القاتل المقتول في المقتل بالمقتل

 

Lalu, bagaimana cara membacanya? Bagaimana harokatnya?

Nah, ini juga tugas ilmu nahwu. Kalau, kita faham ilmu nahwu, maka kita bisa dengan mudah memberi harokat kalimat di atas.

Kira-kira bagaimana harokatnya? Bagaimana bacanya yang benar? Ada yang mau coba? Silakan…..

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

 

Bogor, Jum’at 5 Oktober 2012

Teras Masjid At-Taqwa, Bukit Asri Ciomas Bogor

Muhammad Mujianto Al-Batawie.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: