ANTARA BELAJAR “TENSES” & “ILMU NAHWU” (STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB)

Sebenarnya bukan hanya bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Menurut saya, jika kita ingin bisa memahami sebuah bidang ilmu, hendaknya kita punya gambaran umum dari ilmu yang hendak kita pelajari itu. Jika ilmu yang ingin kita pelajari berada dalam sebuah buku yang tebalnya puluhan halaman, maka sebisa mungkin kita bisa memahami isi buku itu dengan hanya melihat selembar kertas saja. Paling nggak, dengan melihat selembar kertas, kita bisa tahu arah belajar kita nanti mau ke mana.

Namun pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan contoh penjelasan dengan menggunakan dua buah materi yang ada dalam ilmu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Saya akan sedikit memberikan cara yang efektif –menurut saya- untuk memahamai TENSES dalam bahasa Inggris dan ILMU NAHWU dalam bahasa Arab.

Dahulu, selama bertahun-tahun lamanya, saya buta sama sekali dengan tenses. Bahkan bahasa Inggris bisa dikatakan pelajaran yang paling saya takuti sewaktu di SMP dan SMA. Meskipun kemudian di kuliah saya dapat lagi pelajaran bahasa Inggris selama satu semester, saya tetap belum bisa faham arah dari pelajaran tenses. Semuanya masih gelap bagi saya.

Kemudian bisa dikatakan bahwa saya baru bisa menangkap inti dari pelajaran tenses beberapa tahun lalu. Kurang lebih dua tahun lalu. Hingga akhirnya saya bisa menelorkan dua buah buku yang berjudul “SIAPA BILANG BAHASA INGGRIS SUSAH?!” dan “SIAPA BILANG TENSES SUSAH?!” (Semoga nantinya ada penerbit buku yang mau menerbitkannya).

Ceritanya waktu itu saya ada perasaan kangen dengan pelajaran bahasa Inggris. Dan saya merasa rugi karena hingga saat itu tidak bisa sama sekali bahasa Inggris. Padahal saya sudah mempelajarinya selama 6 tahun lebih. Sewaktu SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun. Ditambah 6 bulan waktu kuliah. Namun, semuanya seolah hilang tanpa bekas.

Ketika saya sedang bermain ke kosan seorang kawan, saya melihat ada sebuah buku kaidah bahasa Inggris terbitan tahun 80-an. Kertasnya berwarna kuning seperti kitab-kitab bahasa Arab jaman dahulu. Jumah halamannya tidak terlalu banyak.

Ketika saya  buka-buka sekilas, saya merasa penjelasan yang ada dalam buku itu mudah untuk dipahami. Dimulai dari hal yang sangat mendasar. Membahas tentang kata dan cara membentuknya menjadi sebuah kalimat. Pembahasannya ringkas dan tidak terlalu melebar. Karena tertarik, maka saya pun kemudian meminjamnya.

Setelah mempelajarinya di rumah seakan-akan saya baru mendapatkan cahaya. Sebuah pembahasan yang dahulunya saya ngebleng banget, sekarang jadi lebih terang. Setelah membaca isi buku itu saya jadi terdorong untuk lebih mendalami bahasa Inggris.

Kemudian, saya pun coba bongkar-bongkar kembali buku-buku bahasa Inggris saya yang masih tersisa di lemari. Saya pun coba membeli buku-buku kaidah bahasa Inggris yang ada di Blok M Square lantai dasar. Saya cari materi-materi tambahan dari internet. Saya pun berkonsultasi dengan kawan yang dahulunya pernah sekolah di Kanada. Akhirnya, saya pun baru faham inti dari pelajaran tenses. Ternyata tenses itu sederhana. Tergantung cara kita memahaminya. Insya Allah dengan melihat selembar kertas, kita bisa memahami ke-16 tenses yang ada dalam bahasa Inggris.

Mungkin cara saya ini terbilang aneh. Tapi sungguh dengan cara inilah saya akhirnya bisa memahami tenses. Saya jadi tidak bingung lagi menerjemahkan kalimat “I will have been taking a bath……”. Kalau dahulu, guru saya pun bingung menjelaskannya kepada murid-murid. Sebab terjemahannya jadi terdengar aneh, “Saya akan telah sedang mandi…….”. Namun, setelah saya menggunakan “cara aneh” punya saya, saya tidak bingung lagi. Saya bisa bisa memahami maksudnya.

Dalam rangka bebagi faidah dengan kawan-kawan, saya akan sedikit ceritakan cara yang saya gunakan dalam memahami pelajaran tenses dalam bahasa Inggris. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang hingga kini masih pusing dengan tenses. Namun, bagi kawan-kawan yang sudah faham dan jago bahasa Inggris, mohon koreksinya jika apa yang saya sampaikan nanti ada kekeliruan. Atau barangkali bersedia untuk menjadi editor buku saya? Hehehe…..

Jadi begini. Sebelum kita belajar rumus tenses, hendaknya kita fahami terlebih dahulu:

  1. Bahwasannya waktu itu hanya dibagi tiga: DAHULU (PAST), SEKARANG (PRESENT), dan AKAN DATANG (FUTURE).
  2. Kemudian, kita fahami bahwa kalimat dalam bahasa Inggris itu hanya ada 4 bentuk:

–          Berita (Tidak ada penekanan pada “SEDANG & SUDAH”) seperti saya makan, saya minum, saya mandi, dll. Jadi, HANYA INFORMASI biasa.

–          Menekankan pada SEDANG, seperti saya SEDANG MAKAN, saya SEDANG MINUM, ……dll.

–          Menekankan pada TELAH, seperti TELAH MAKAN (Namun fokus pada HASIL, misalnya saya TELAH makan, berarti sekarang kenyang), dll.

–          Menekankan pada TELAH, namun fokus pada durasi waktu, seperti saya TELAH MANDI selama 5 menit (sekarang masih di kamar mandi karena mandinya belum selesai), dll.

  1. Kemudian, kita fahami bahwa:

–          Bentuk pertama disebut SIMPLE (kalimatnya berupa kalimat biasa, tidak ada kata-kata SEDANG & SUDAH).

–          Bentuk kedua disebut CONTINUOUS  (Menekankan pada SEDANG)

–          Bentuk ketiga disebut PERFECT. (Menekankan pada SUDAH dan hasil)

–          Bentuk keempat disebut PERFECT CONTINUOUS. (Menekankan pada SUDAH, namun Fokusnya pada durasi waktu)

  1. Kemudian kita fahami bahwa:

–          Bentuk SIMPLE menggunakan V1.

–          Bentuk CONTINUOUS menggunakan V1+ing

–          Bentuk PERFECT menggunakan Have/Has + V3.

–          Bentuk PAST menggunakan V2.

–          Bentuk FUTURE menggunakan Will + V1.

  1. Agar lebih jelas, kita buat kalimat dalam satu paragraf yang berisi ke-4 tenses waktu sekarang (PRESENT) terlebih dahulu. Misalnya begini:

I drink three cups of coffe every day and now I am drinking two cups of coffe. I have drunk a cup of coffe and I have been drinking for 5 minuts.

(Saya minum 3 cangkir kopi setiap hari dan sekarang saya SEDANG minum 2 cangkir kopi. Saya SUDAH minum secangkir kopi, dan saya SUDAH minum selama 5 menit)

  1. Misalnya ketika sedang minum, tiba-tiba kawan saya menelpon. Keeseokan harinya kawan saya meminta saya untuk menceritakan kegiatan yang saya lakukan ketika dia menelpon saya.

Maka, saya harus menceritakannya dalam bentuk lampau, karena kejadiannya berlangsung kemarin alias lampau (PAST).

Yesterday I drank three cups of coffe. When you phoned me, I was drinking two cups of coffe. I had drunk a cup of coffe and I had been drinking for five minuts before you phoned me.

(Kemarin saya minum 3 cangkir kopi. Ketika kamu menelpon saya, saya sedang minum 2 cangkir kopi. Saya sudah minum secangkir kopi dan Saya sudah minum selama 5 menit sebelum kamu menelpon saya)

  1. Kemudian, keesokan harinya saya berencana untuk melakukan kegiatan yang sama dengan hari ini. Dan saya minta kawan saya untuk menelpon saya pada waktu yang sama. Maka, kalimatnya menjadi begini:

I will drink three cups of coffe tomorrow. Maybe I will be drinking two cups of coffe when you phone me tomorrow. And I will have drunk a cup of coffe and I will have been drinking for five minuts before you phone me tomorrow.

(Saya akan minum 3 gelas kopi besok. Mungkin saya akan sedang minum 2 gelas kopi ketika kamu menelpon saya besok. Saya akan telah minum segelas kopi dan saya akan telah minum selama 5 menit sebelum kamu menelpon saya besok)

Demikianlah kurang lebih cara saya memahami tensis waktu itu. Setelah faham arah pembelajaran tenses, maka dengan mudah saya menghafal rumus-rumusnya. Cukup saya pegang rumus untuk waktu sekarang (PRESENT). Dan kalau saya lupa lagi, saya cukup melihat ringkasan rumus yang paling-paling hanya tertulis dalam setengah lembar kertas. Namun, dengan melihatnya, saya bisa faham arah pembahasan tenses yang mungkin akan dijelaskan dalam puluhan halaman buku, bahkan mungkin ratusan. (Selengkapnya bisa dilihat dalam ke-2 buku saya tentang bahasa Inggris yang telah saya sebutkan di atas tadi).

Lalu, bagaimana saya memahami Ilmu Nahwu?

Intinya sama. Saya fahami dahulu arah pembelajaran ilmu nahwu. Setelah itu, baru saya buat kesimpulannya dalam selembar kertas. Insya Akan saya jelaskan nanti. Untuk sementara cukup sekian dulu.

Jadi, demikian saja. Semoga bermanfaat.

Cikarang, Sabtu 6 Oktober 2012

Ba’da Isya di rumah mertua

Muhammad Mujianto Al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: