BANYAK JALAN MENUJU MEKAH (SERIAL STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB)

Tentu saja cara paling efektif untuk bisa bahasa Arab ialah dengan belajar langsung di hadapan seorang guru. Kita pegang kitab panduan dan sang guru mejelaskannya di hadapan kita langsung. Inilah cara yang paling efektif menurut saya jika kita ingin bisa bahasa Arab.

Oleh karena itu, saya setuju sekali dengan saran dari Al-Ustadz Badru Salam Lc. hafizhahullah saat menyampaikan nasihatnya pada acara dauroh bahasa Arab angkatan pertama di Pesantren Minhajus Sunnah Bogor (Alhamdulillah waktu itu saya jadi panitia seksi acara).

“Kalau mau bisa bahasa Arab, mondok setahun di pesantren…”.

Demikian kurang lebih ucap beliau. Dan memang, cara ini sudah terbukti sangat efektif. Banyak orang yang sudah membuktikannya.

Banyak keistimewaan yang kita dapat dengan kita belajar bahasa Arab di pondok pesantren. Diantaranya:

  1. Hati kita fokus pada belajar, tidak tersibukkan dengan urusan keduniaan yang lain, seperti kerja dll.
  2. Kita akan dibimbing cara memahami sebuah kitab, tanpa harus susah payah memahaminya sendiri yang bisa kemungkinan jatuh pada kesalahan.
  3. Kita akan diajarkan ilmu lebih dari yang ada di kitab yang kita gunakan sebagai panduan. Karena biasanya seorang guru saat menjelaskan diambil pula penjelasan dari kitab-kitab lainnya.
  4. Kita akan terhindar dari kesalahan cetak yang mungkin ada dalam sebuah kitab. Misalnyanya, di Kitab Mulakhos (Kitab Nahwu-Shorof tingkat lanjutan), ada beberapa kesalahan cetak dan juga beberapa pembahasan yang sepertinya ada sedikit kritikan.
  5. Kita bisa langsung bertanya jika masih ada pembahasan yang belum dimengerti.
  6. Dll. Masih banyak lagi.

 

Saya punya seorang kawan yang sempat cuti setahun saat tingkat dua kuliah di IPB. Setahun lamanya dia mondok di Ponpes Al-Irsyad Surabaya. Sepulang dari sana, dia sudah bisa berbahasa Arab dan bisa mengajarkan kawan-kawannya yang tinggal satu kos dengannya. Dan ada satu lagi kawan saya yang melakukan hal yang sama. Dan sepulang dari pondok, dia sudah bisa membaca kitab-kitab ulama yang bertuliskan Arab gundul.

Jadi, kalau memang Anda serius ingin bisa bahasa Arab, coba luangkan waktu Anda minimal setahun untuk belajar di pondok pesantren.

Namun, bagaimana dengan mereka-mereka yang sehari-harinya sibuk bekerja mencari nafkah untuk anak istri? Tentu saja mereka tidak ada waktu untuk bisa mondok. Apakah mereka masih bisa memahami bahasa Arab?

Tentu saja bisa. Sebab banyak cara untuk bisa belajar bahasa Arab. Sebagaimana banyak cara pula untuk bisa sampai ke Mekah. Mereka bisa ikutan kursus bahasa Arab. Alhamdulillah sekarang ini banyak menjamur tempat-tempat kursus bahasa Arab. Jadi tinggal daftar saja ke sana. Biasanya biaya kursusnya cukup murah. Tidak sampai jual tanah (he..he…..). Dan jam belajarnya pun bisa diatur.

Hmmm….. Namun, bagaimana dengan mereka yang memang tidak punya uang sama sekali untuk biaya kursus. Jangankan untuk biaya kursus. Untuk makan sehari-hari saja susah!

Tenang saja! Sekali lagi saya katakan: Banyak jalan menuju Mekah! Anda bisa untuk belajar bahasa Arab gratis. Coba saja cari informasinya. Terkadang di masjid-masjid ada diadakan kursus bahasa Arab gratis. Kawan saya ada yang bisa bahasa Arab (walaupun hanya tingkatan dasar) lewat kursus bahasa Arab gratis.

Atau, jika Anda mau, insya Allah nanti saya akan jelaskan cara belajar bahasa Arab yang gratis. Mudah-mudahan bermanfaat. Untuk sementara cukup sampai sini dulu.

Demikian saja. Semoga bermafaat.

 

Bogor, 8 Oktober 2012

Ba’da Ashar di kontrakan

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: