KALAU KAU JANTAN, TRAKTIRLAH AKU!

Kebiasaan traktir mentraktir sebenarnya sudah aku kenal sejak dulu, sewaktu masih sekolah dulu. Namun, karena dahulu kami belum berpenghasilan, maka kami baru bisa sebatas mentraktir satu dua orang saja. Uangnya biasanya berasal dari uang saku pemberian orang tua. Kadang kami saling mentraktir segelas es atau sepiring somay.

 

Ketika aku tinggal serumah dengan puluhan mahasiswa, kebiasaan traktir mentraktir semakin terasa. Pernah suatu ketika ada kawanku satu kos yang baru saja lulus kuliah. Dia kakak kelasku. Aku dan dia beda 4 tahun. Setelah lulus, dia di terima kerja di sebuah perusahaan. Kalau tidak salah waktu itu gajinya sekitar 900 ribuan.

 

Setelah sebulan kerja, dia pun mendapat gaji pertama. Malam harinya, dia mentraktir kawan-kawan satu kos yang jumlahnya puluhan. Kami semua dibelikan pecel ayam plus es jeruk. Kawanku yang satunya lagi juga begitu. Ketika dia lulus, bekerja, dan mendapat gaji, dia mentraktir kami adik-adik kelasnya.

 

Dahulu aku menganggap traktir-mentraktir itu hanya amalan yang biasa-biasa saja. Cuma sekedar untuk saling berbagi saja. Ternyata, setelah aku banyak membaca, mentraktir itu bisa menjadi amalan yang luar biasa. Mentraktir itu bisa mendatangkan pahala yang besar untuk kita.

 

>>> Amalan yang Paling Dicintai

 

Kawan…

 

Tahukah engkau bahwa perbuatan membuat senang hati seorang muslim merupakan amalan yang paling dicintai Alloh? Nah, dengan engkau mentraktir saudaramu sesama Muslim, insya Alloh engkau akan mendapatkan kecintaan dari Alloh. Jika Alloh sudah mencintaimu –wahai kawan- berbahagialah, karena engkau tidak butuh yang lainnya lagi. Sebab, jika Alloh sudah mencintai hamba-Nya, maka Alloh akan memberikan kepadanya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

 

Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

 

ﻭﺃﺣﺐ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰﻭﺟﻞ ﺳﺮﻭﺭ ﻳﺪﺧﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺴﻠﻢ

 

“Dan amalan yang paling dicintai Alloh adalah kegembiraan  yang seseorang masukkan ke dalam hati seorang Muslim”. (HR. Thobroni; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 906)

 

Perhatikanlah kawan! Apabila perbuatan “membuat gembira hati seorang Muslim” dikatakan sebagai amalan yang paling dicintai Alloh, maka bisa dipastikan bahwa perbuatan ini akan membuahkan pahala yang sangat besar! Tidakkah engkau tertarik untuk meraihnya???

 

 

 

>>> Tidak Perlu Banyak

 

Mentraktir itu tidak perlu banyak. Tidak juga terlalu wah. Kadang, dengan sebungkus gorengan saja sudah cukup untuk membuat orang lain senang. Sebab sudah menjadi fitrah manusia untuk merasa senang jika diberi hadiah oleh orang lain. Makanya Rosululloh memerintahkan kita untuk saling memberi hadiah.

 

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari, al-Adab al-Mufrod)

 

Dan Rosululloh tidak menyuruh kita memberi hadiah dengan barang mahal. Jika kita hanya punya semangkuk kuah sayur, ya berikan saja. Insya Alloh, si penerima akan merasa bahagia.

 

Dari Abu Dzar, ia berkata, “Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara, yaitu,

 

اسْمَعْ وَأَطِعْ وَلَوْ عَبْدًا مُجَدَّعَ الْأَطْرَافِ وَإِذَا صَنَعْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَتِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ وَصَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ وَجَدْتَ الْإِمَامَ قَدْ صَلَّى فَقَدْ أَحْرَزْتَ صَلَاتَكَ وَإِلَّا فَهِيَ نَافِلَةٌ

 

”Dengarkanlah dan taatilah meskipun terhadap budak (jika dia menjadi pemimpin misalnya). Jika engkau memasak perbanyaklah kuahnya kemudian lihatlah tetanggamu yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu. Lalu berikanlah kuah itu kepada mereka dengan cara yang baik. Dirikanlah shalat pada waktunya. Jika engkau menjumpai imam telah melaksanakan shalat maka engkau telah menjaga shalatmu. Jika belum, maka [shalat yang engkau kerjakan bersama imam] itu terhitung sebagai nafilah (shalat sunnah).

 

Dalam suatu riwayat hadits ini tercantum dengan lafazh,

 

ياَ أَباَ ذَرٍّ إِذَا طَبِخْتَ مِرْقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَ الْمِرْقَةِ، وَتُعَاهِدُ جِيْرَانَكَ، أَوِ اقْسِمْ فِي جِيْرَانِكَ

 

“Wahai Abu Dzar, apabila engkau membuat suatu masakan, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian undanglah tetanggamu atau engkau dapat membaginya kepada mereka.” [Hadits nomor 114 pada kitab asli]. (Shahih) Lihat Zhilalul Jannah (1052), As Silsilah Ash Shahihah (1368): [Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 142-143. Muslim: 5-Kitab Al Masaajid, hal. 239]

 

Dahulu, aku sering mengadakan eksperimen terakait hal ini. Sewaktu aku masih menjadi orang gajian, ketika aku mendapat gaji, aku datang ke kosan adik-adik kelasku. Sebelumnya aku belikan dulu sebungkus gorengan. Saat melihat aku datang sambil membawa sesuatu, kawan-kawanku langsung datang menyerbu. Kami pun kemudian berkumpul dalam keceriaan sambil menikmati nikmatnya gorengan yang harganya Cuma 500 rupiah (biasanya aku beli 10.000, jadi dapetnya 20 gorengan. Dan itu sudah cukup untuk membuat orang lain senang).

 

>>> Hilangkan Ketakutan Itu!

 

Namun terkadang, ada sebagian orang yang masih merasa takut untuk mentraktir. Mereka kebanyakan mikir. Sehingga untuk mengeluarkan uang 10-20 ribu saja untuk mentraktir rasanya berat betul. Padahal gajinya di atas satu juta.

Mereka biasanya menghitung menggunakan rumus matematis yang biasa diajarkan di sekolah. Mereka berpikir, kalau 1.000.000 – 20.000 = 980.000. Begitulah yang ada di otak mereka. Padahal, belum tentu demikian keadaannya bagi orang-orang yang beriman. Sebab dia yakin, Alloh pasti akan membalas sedekah yang dikeluarkan oleh hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

 

Aku mempuanyai seorang kawan. Dia orangnya sungguh sangat ringan tangan dalam memberi. Padahal orangnya terbilang miskin. Belum mempunya pekerjaan tetap. Kerjanya masih serabutan. Namun, ketika dia mendapatkan rezeki, dia tidak segan-segan untuk mentraktir teman-temannya.

 

Pernah suatu ketika dia diminta untuk mencangkok pohon buah tetangganya. Setelah selesai, dia diberi upah Rp. 20.000. Apakah uang itu lantas dimasukkan kantong dia semua? Ternyata tidak! Yang 10.000 dia berikan ke orang tuanya untuk beli beras. Sedangkan sisanya dibuat untuk mentraktir teman-temannya beli somay, saat sedang menuggu waktu sholat isya di teras masjid (dahulu aku dan teman2 punya kebiasaan duduk2 di teras mesjid selepas maghrib. Biasanya ada tukang somay yang berhenti di depan masjid. Jadi kami biasanya duduk2 sambil makan somay). Dan alahamdulillah, dia hidupnya selalu diberi kemudahan oleh Alloh.

 

Aku juga mengenal seorang pedagang yang ekonominya pas-pasan. Namun dia punya keinginan, memberikan sedekah setiap hari meski hanya 500 rupiah. Suatu hari dia dapat rezeki Cuma sekitar 100.000, hasil dia berdagang. Selepas sholat ashar di sebuah masjid, dia masukkan uang sebesar 500 ke kontak infak pembangunan masjid. Setelah itu, tak berapa lama, barang dagangannya ada yang beli. Dia untung 50.000. Lihatlah! Sedekahnya diganjar 10X lipat.

 

Allah Ta’ala berfirman:

 

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

 

Oya, aku baru ingat. Aku juga punya seorang teman penjual minyak wangi. Dia biasa menggelar dagangannya di masjid-masjid. Pernah suatu ketika aku bertemu dengannya di pelataran masjid dekat Blok-M. Begitu melihatku, dia langsung mengajakku makan ketoprak yang ada di pinggir jalan depan masjid. Dia begitu ringan mengeluarkan uang. Padahal penghasilannya sehari paling-paling cuma 20.000 – 30.000. Subhanalloh! Semoga Alloh memberkahi usahanya. Amien.

 

>>> Janji Alloh VS Janji Setan

 

Memang, setan akan selalu menghalang-halangi manusia dari kebaikan. Saat engkau hendak mengeluarkan uangmu untuk sedekah, setan akan berkata:

 

“Udah, uangnya jangan dipake buat nraktir, mendingan buat dimakan sendiri, enak kenyang…..”

 

“Kalo uangnya kamu pake buat nraktir, ntar kalo uangmu buat makan sebulan kurang, gimana hayo ?!”

 

“bla….bla…..bla……..”

 

Demikianlah setan. Beda dengan Alloh subhanahu wa Ta’ala yang menjanjikan kecukupan dan pahala yang besar jika kita mau bersedekah.

 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kefakiran dan menyuruh kalian berbuat fahisyah (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dari-Nya untuk kalian dan karunia-Nya.” (Al-Baqarah: 268)

 

Ibnu ‘Abbas  berkata tentang ayat di atas, “Dua dari Allah dan dua dari setan. Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kefakiran, ia berkata, ‘Jangan engkau infakkan hartamu dan tahanlah karena engkau membutuhkannya.’ Dan ia menyuruh kalian berbuat fahisyah (kikir). Sementara Allah, Dia menjanjikan ampunan dari-Nya untuk kalian, dari maksiat-maksiat yang dilakukan, dan berjanji memberikan karunia-Nya berupa kelebihan/keutamaan dalam rezeki.” (Tafsir Ath-Thabari, 3/88, atsar no. 6167)

 

 

>>> Untukmu…

 

Tulisan ini aku buat hanya untuk mengingatkan kawan-kawanku semua. Aku tidak ingin kawan-kawan menjadi orang yang bakhil dan terlalu perhitungan terhadap rezeki pemberian dari Alloh. Jangan sampai kita menjadi seperti Qorun yang akhirnya jadi budak harta. Akhirnya dia pun ditenggelamkan ke dalam bumi bersama hartanya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

 

مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع

 

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

 

Wahai kawan….

 

Mari kita renungi hadits berikut ini…

 

Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada hari dimana hamba berada di dalamnya kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.” Sedang Malaikat yang satunya lagi berkata, “Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang tidak mau berinfak.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

 

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

 

Wahai kawan…

 

Kalau memang engkau jantan, TRAKTIRLAH AKU!

 

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

 

Wallohu a’lam.

 

Bogor, 10 Oktober 2011

Saat adzan maghrib berkumandang

 

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

(Penganyam Kata yang Sederhana dan Biasa-biasa Saja)

 

Tambahan:

 

Sebisa mungkin yang kita traktir adalah orang-orang yang sholeh, agar kita mendapatkan doa kebaikan dari mereka, dan juga sebagai pengamalan hadits:

 

 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: