PETIKLAH YANG TERINDAH…

Misalnya dihadapan kita sekarang ada hamparan kebun bunga yang luas. Tumbuh di sana aneka bunga dengan warna-warni indah memukau. Kita butuh bunga-bunga itu untuk menghias rumah kita. Namun sayang, tangan kita cuma dua, dan kita hanya membawa sebuah kantong plastik kecil untuk membawanya. Tidak ada sarana yang lain. Kita pun tidak bisa meminta bantuan orang lain. Intinya, kita harus memetiknya sendiri. Kira-kira, apa yang akan kita lakukan?

Ya, saya kira, tindakan paling cerdas yang seharusnya kita lakukan adalah memetik yang terindah dari bunga-bunga itu untuk kita bawa pulang. Kita petik bunga yang paling memukau yang bisa kita gunakan untuk menghias rumah kita.

Nah, demikian pula halnya dengan bahasa Arab. Sungguh ilmu bahasa Arab itu sangat luas dan sangat indah. Sementara sekarang kita memiliki berbagai keterbatasan untuk bisa menguasainya secara keseluruhan. Kita tersibukkan dengan aktivitas sehari-hari. Entah bekerja di kantor, berdagang, mengurus anak, dll. Sementara kita sangat butuh mengerti bahasa Arab untuk “menghias” ibadah kita agar ibadah kita menjadi ibadah yang indah dan berkualitas. Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan?

Sama seperti bunga di atas. Kita petik (baca: pelajari) ilmu bahasa Arab yang paling indah yang sekiranya bisa membuat ibadah kita jadi lebih indah. Kita pelajari ilmu Nahwu dan Shorof terlebih dahulu. Jika nanti ada kesempatan dan kemampuan, kita bisa beranjak untuk “memetik” cabang ilmu bahasa Arab yang lain.

Ya, insya Allah, dengan bermodalkan ilmu Nahwu dan Shorof, kita bisa beribadah lebih baik lagi. Kita bisa memahami bacaan sholat kita, kita bisa mentadaburi Al-Qur’an dengan lebih baik, kita bisa lebih khusyuk dalam berdoa dan berdzikir. Singkat kata, dengan memahami ilmu Nahwu dan Shorof, ibadah kita sehari-hari yang bersentuhan langsung dengan bahasa Arab akan menjadi lebih indah dan berkualitas.

Kenapa kita harus menghias ibadah kita? Tidak cukupkah dengan ibadah yang biasa-biasa saja?

Sekarang begini. Jika Anda ingin memberi hadiah kepada orang tua Anda, atau atasan Anda di kantor, atau orang yang telah banyak memberi jasa kepada Anda, apakah Anda hanya akan memberi hadiah yang biasa-biasa saja? Tentu tidak bukan ? Saya yakin Anda akan berusaha untuk memberikan hadiah yang terindah untuknya.

Lalu, bagaimana dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat tak terhingga kepada kita? Apakah kita hanya akan memberikan ibadah kita yang biasa-biasa saja, yang kita kerjakan ala kadarnya?

Memang betul, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membutuhkan ibadah kita. Namun kita harus ingat! Sebenarnya, kitalah yang sangat membutuhkan ibadah kita itu. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah dengan sebaik-baiknya. Allah Subahanhu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk sholat dengan khusyu, mentadaburi Al-Qur’an dengan baik, berdzikir dan berdoa dengan penuh penghayatan. Dengan melaksanakan semua ibadah itu dengan baik, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan balasan kepada kita dengan balasan yang baik dan indah pula. Namun, semua ibadah itu tidak akan sempurna kita lakukan jika kita sama sekali tidak mengerti bahasa Arab.

Tapi kan untuk bisa faham bahasa Arab butuh waktu lama?

Ya, kalau ingin menguasai semua cabang bahasa Arab memang butuh waktu lama. Perlu waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya. Tapi, kalau kita ingin belajar dasarnya saja, insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama kita bisa memahaminya. Tergantung motivasi dari dalam diri kita dan metode yang kita gunakan dalam belajar. Dan dengan pengetahuan dasar itulah nantinya kita bisa gunakan untuk menghias ibadah kita yang biasa kita kerjakan sehari-hari.

Alhamdulillah sekarang ini banyak tersebar tempat-tempat kursus bahasa Arab. Bahkan yang gratis juga ada. Buku-buku panduan belajar bahasa Arab banyak tersebar. Metode-metode pengajaran bahasa Arab pun semakin berkembang. Tinggal kita pilih yang cocok dengan kondisi kita.

Terakhir, saya ingin kembali mengingatkan diri kita semua dengan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

أن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله صلاته، فإن صلحت فقد أفلح وأنجح، وإن فسدت فقد خاب وخسر

“Bahwasanya amalan seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka dia akan sukses dan beruntung. Namun, jika sholatnya rusak, maka dia akan kecewa dan merugi.” (HR. At-Tirmidzi)

Jika sholat yang bagus menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan kita di hari kiamat, maka tidakkah kita tergerak untuk menghias dan memperindah sholat kita?

Maka, marilah kita mulai untuk mempelajari bahasa Arab. Kita kuasai ilmu-ilmu dasar bahasa Arab. Kita pelajari ilmu Nahwu dan Shorof. Semoga, amal ibadah kita nantinya mejadi lebih indah dan lebih berkualitas.

Petiklah yang terindah untuk menghias ibadah kita!

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

 

Bogor, 15 Oktober 2012

Waktu Dhuha

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Pengasuh Blog https://pustakalaka.wordpress.com)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: