POLA KALIMAT SEDERHANA DALAM BAHASA ARAB

Kalau dalam bahasa Indonesia, pola kalimat yang paling sering digunakan adalah:

S (Subjek/Pelaku) + P (Predikat/Kata Kerja)

Misalnya:

Hasan pergi

 

Sama juga dengan bahasa Arab. Hanya saja posisinya dibalik:

P (Predikat/Kata kerja/Fi’il) + S  (Subjek/Pelaku/Isim)

Misalnya:

ذَهَبَ حَسَنٌ                               (Hasan pergi)

 

Jika FI’ILnya butuh objek, maka bisa kita kasih objek:

شَرِبَ حَسَنٌ قَهْوَةً                      (Hasan minum kopi)

Kemudian, bisa ditambahkan HURUF JAR + ISIM (MASBUQ BI HARFIL JAR)

شَرِبَ حَسَنٌ قَهْوَةً فِي الْغُرْفَةِ     (Hasan minum kopi di kamar)

Kemudian, biSa ditambah KETERANGAN WAKTU

شَرِبَ حَسَنٌ قَهْوَةً فِي الْغُرْفَةِ صَبَاحًا         (Hasan minum kopi di kamar pagi hari)

 

Dst….dst….bisa lebih panjang lagi.

 

Adapun untuk pemberian harokat pada ISIM:

SUBJEK ======> DHOMMAH

OBJEK =======> FATHAH

DIAWALI HURUF JAR ======> KASROH

KETERANGAN WAKTU KEJADIAN ======> FATHAH

 

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

 

LATIHAN:

Coba buat kalimat sederhana dengan FI’IL (KATA KERJA) berikut ini:

1.            غَسَلَ        (Mencuci)

2.            أَكَلَ          (Makan)

3.            قَطَعَ         (Memotong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: