DIA ADALAH SAHABATKU (Serial TAMAN PERSAHABATAN_BAG 1)

Benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Jika kita berteman dengan orang baik, kita akan mendapatkan manfaat. Seperti berteman dengan penjual minyak wangi. Meski kita tidak mendapat sebotol minyak wangi, namun kita cukup senang dengan mencium aroma harum darinya.

Alhamdulillan di usiaku yang sudah kepala 3 ini, tidak sedikit teman yang aku dapat. Mereka bervariasi. Ada yang tua, muda, bahkan anak-anak. Ada yang pengusaha, PNS, guru, dan lainnya. Meskipun mereka buka orang yang ma’shum (terbebas dari kesalahan), namun dari mereka aku bisa memetik beberapa bunga yang indah untuk aku jadikan sebagai penghias dalam perjalanan hidupku. Ada beberapa akhlak mulia yang bisa aku ambil dari mereka. Dan insya Allah akan aku ceritakan dalam beberapa tulisan. Izinkanlah aku menamakan rangkaian tulisanku ini dengan judul “SERIAL TAMAN PERSAHABATAN”.

Ada banyak teman yang ingin aku ceritakan akhlak baik mereka di dalam serial ini. Misalnya saja Si B. Dia adalah seorang penjual minyak wangi. Tempat berjualannya berpindah-pindah, dari satu mesjid ke masjid yang lainnya, dari satu tempat kajian ke tempat kajian lainnya. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, namuan Si B ini aku kenal sebagai orang yang dermawan. Dia tidak pelit.

Pernah suatu ketika aku bertemu dia sedang berjualan di teras masjid UI Depok. Saat aku berdua sedang asyik ngobrol, tiba-tiba dia menyelipkan 2 botol minyak wangi ke kantongku.

“Ini, buat antum”.

Aku pun tak bisa menolaknya.

“Jazakallahu khoiron”.

Pernah juga aku berjumpa dengannya saat dia sedang berdagang di teras masjid daerah Blok M. Waktu itu aku tak sengaja berjumpa dengannya. Aku tidak tahu kalau dia juga berjualan di masjid itu. Kita pun kemudian ayik ngobrol, sambil menanyakan kabar karena sudah sekian tahun lamanya tak bertemu.

Namun, tiba-tiba, saat sedang asyik ngobrol dia memesankan ketoprak untukku. Karena sudah terlanjur dipesan, aku pun tak bisa menolak. Padahal waktu itu aku masih merasa kenyang.

Ada satu hal lagi yang aku takjub dengan Si B. Dia senang membatu orang lain. Meskipun dia sehari-harinya berjualan minyak wangi, namun dia tak takut orang lain menyaingi dagangannya.

Terkadang ada orang yang berjualan barang tertentu, namun ketika ditanya: Belanjanya di mana mas? Nyetak buku di mana yang harganya murah?……………Dll.

Diapun segera bilang:

“Oh, rahasia”.

Beda dengan Si B. Dia tidak takut tersaingi.

“Ana belanja minyak wangi biasanya di Tanah Abang. Ana bisa dapet murah. Kalo antum mau ntar ana anterin. Soalnya kalo orang baru ntar jatohnya bisa mahal. Kalo belanja bareng ana ntar antum bisa dapet harga murah” demikian jelasnya kepadaku pada suatu ketika.

Dia pun pernah berkata:

“Silahkan aja kalo antum mau jualan minyak wangi juga. Ane sih nggak masalah. Rezeki udah diatur….”.

Sungguh dari Si B, aku belajar banyak hal. Diantaranya tentang kedermawanan. Meski kondisi ekonominya pas-pasan, dia tak segan-segan untuk mengeluarkan uang demi menyenangkan saudaranya. Dia tak segan-segan untuk memberikan sesuatu kepada kawan-kawannya.

Terakhir, aku ingin bertanya kepada Anda yang saat ini berkecukupan harta. Saya ingin bertanya kepada Anda yang setiap bulannya berpenghasilan jutaan rupiah. Saya tidak akan bertanya: Sudahkah Anda memberikan sesuatu kepada istri, orang tua, anak, dan kerabat. Tidak, saya tidak akan bertanya itu, karena itu memang sudah menjadi keharusan kita semua.

Yang aku ingin tanyakan:

–          Berapa kali Anda menghadiahkan sesuatu kepada orang-orang di sekitar Anda dalam sebulan ini meski hanyak sepotong dua potong gorengan ?

–          Berapa kali Anda mengeluarkan uang untuk orang-orang di sekitar Anda meski hanya 5000-10.000 dari 3 JUTA lebih gaji yang Anda terima setiap bulan ?

–          Berapa kali ?

Sungguh………

“Kikir dan iman sama sekali tidak akan terhimpun di dalam diri seorang hamba.” (HR.  At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Al-Baghawi)

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari Si B, kawanku ini.

Wallahu a’lam.

 

Bogor, 6 Oktober 2012

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: