SESIBUK APAKAH KITA ?

Pernah suatu ketika salah seorang peserta PELATIHAN BAHASA ARAB JARAK JAUH  (PBAJJ) mengirim email ke saya. Isinya begini:

…..

Bismillah….
bisakah z diberikan saran berupa tips atw semacam motivasi agar bisa membagi waktu minimal sehari sempat membaca modul 1 (tgl 27 sep 2012) sebab aktitifitas z sehari-hari cukup padat mulai dari pekerjaan dikantor (Pegawai di PEMDA Kab), rumah ( 2 org anak laki-laki umur 9 & 6 thn) sampai organisasi (organisasi Wanita & Dakwah). z termasuk yg agak lambat dalam penyerapan teori seperti ini apalagi dengan berbagai kegiatan yg cukup menyita waktu dan tenaga.
syukran sebelumnya.
Jazakillah 

…..

Waktu itu saya tidak langsung memberi jawaban. Saya hanya menjanjikan bahwa insya Allah saya akan membahasnya dalam sebuah artikel. Dan Alhamdulillah sekaranglah saatnya saya untuk menuliskannya. Semoga artikel saya ini bisa memberikan sedikit pencerahan bagi Anda semua yang ingin belajar bahasa Arab, namun merasa bahwa waktu yang Anda miliki untuk belajar sangat sedikit, atau bahkan nyaris tidak ada disebabkan oleh kesibukkan sehari-hari.

>>> Dua Kisah Pengantar

Sebelumnya, saya ingin menyampaikan dua buah kisah sebagai pengantar. Semoga kedua kisah ini bisa menambah kejelasan dari apa yang ingin saya sampaikan.

Pertama, ada seorang pelajar yang selalu bangun kesiangan. Sehingga dia tidak bisa shalat Subuh di awal waktu. Dia beralasan sulit untuk bangun pagi sebelum adzan Subuh berkumandang.

Pada suatu hari, sekolah tempat dia belajar mengadakan studi wisata ke sebuah daerah yang letaknya jauh di luar kota. Dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk bisa sampai ke sana. Oleh karena pihak sekolah ingin bisa sampai ke tempat tujuan jam 9 pagi, maka diputuskan untuk memberangkatkan bis pukul 3 dini hari. Bagi yang terlambat akan ditinggal.

Ternyata apa yang terjadi. Pelajar ini bisa  bangun sebelum jam 3. Dia setel jam weker sebelum jam 3. Dia juga minta bantuan orang tuanya untuk membangunkan. Ini kisah pertama. Dan kisah seperti ini saya yakin banyak terjadi. (Atau jangan-jangan kita sendiri pernah mengalaminya…..ngaku aja deh…..he3……).

Sekarang kisah kedua. Kisah kedua ini saya dapat dari seorang dosen. Kisahnya tidak terlalu detail. Dia hanya berkata bahwa ketika dia sedang menyelesaikan disertasinya di luar negeri, selama sebulan dia hanya tidur selama 3 jam. Sisanya digunakan untuk mengerjakan disertasinya.

Nah, kira-kira apa pelajaran yang bisa Anda petik dari dua kisah ini?

Kalau saya memetik pelajaran begini. Kalau memang kita ada keinginan kuat untuk meraih sesuatu, akan ada saja cara yang nantinya akan kita tempuh demi meraih sesuatu yang kita inginkan. Ringkasnya, di mana ada keinginan, insya Allah di situ akan ada jalan.

Sekarang, mari kita coba bahas tema pembicaraan kita kali ini.

Memang, terkadang ada orang yang punya keinginan untuk belajar bahasa Arab. Namun mereka beralasan sibuk sehingga merasa hampir tidak ada waktu untuk belajar. Lalu, bagaimana caranya supaya mereka tetap bisa belajar bahasa Arab di sela-sela kesibukan yang menggunung?

>>> Sesibuk Apakah Kita ?

Baiklah. Bagi Anda yang merasa punya kesibukkan yang padat, tapi masih kepingin belajar bahasa Arab, saya ingin mengajukan pertanyaan ini: Sesibuk apakah Anda? Apakah Anda memang benar-benar sibuk, atau mungkin itu hanya perasaan saja?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan ini, coba terlebih dahulu Anda mengambil selembar kertas kosong dan pena. Coba Anda tulis jawaban dari beberapa pertanyaan berikut ini:

–          Berapa lama Anda tidur?

–          Berapa lama Anda bengong di sisi tempat tidur sebelum melangkah ke kamar mandi?

–          Berapa lama Anda mandi?

–          Berapa lama Anda makan?

–          Berapa lama Anda menonton TV?

–          Berapa lama Anda ngobrol dengan teman dan tetangga?

–          Berapa lama Anda bercengkrama dengan keluarga?

–          Berapa lama Anda baca Koran, majalah, novel, dll. ?

–          Berapa lama Anda berangkat ke kantor atau sekolah?

–          Berapa lama Anda pulang dari kantor?

–          Berapa lama Anda……?

–          Berapa lama……..?

Nah, sekarang coba perhatikan. Dari semua rutinitas yang Anda  lakukan ini, ada tidak yang waktunya bisa dikurangi? Atau mungkin, ada tidak yang bisa dihilangkang karena tidak ada manfaatnya atau sangat sedikit manfaatnya (seperti misalnya nonton TV)?

Saya yakin. Kita semua sebenarnya berlimpah waktu luang. Hanya saja mungkin kita perlu untuk sedikit melakukan pengaturan waktu agar bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

>>> Mereka Saja Bisa !

Okelah, kalau kita memang merasa sibuk dengan kegiatan sehari-hari, maka ketahuilah bahwa bukan kita saja orang yang sibuk di dunia ini. Banyak orang yang memiliki banyak kesibukan, bahkan bisa jadi kesibukkan mereka lebih banyak dari kita. Namun, mereka toh bisa meraih apa yang mereka inginkan. Mereka tidak menjadikan “kesibukan” sebagai alasan untuk tidak jadi meraih keinginan mereka.

Saya pernah membaca kisah kehidupan seorang penulis di Indonesia. Dia cukup terkenal. Dia sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Setiap harinya dia mengaku super sibuk. Dia harus mengurus suami dan mengurus anak. Dia harus memasak, mencuci, dan kegiatan rumah lainnya. Dia juga harus mengantar anak ke sekolah. Disamping itu, dia juga harus mengajar di sebuah Universitas.

Namun, disela-sela kesibukkannya yang menggunung, dia tetap bisa menyempatkan waktu untuk menulis. Kapan dia menulis? Dia menulis malam hari saat semua anggota keluarganya telah tertidur. Lalu, kapan dia tidur? Katanya dia tidur biasanya siang hari ketika anaknya sedang di sekolah. Itupun waktunya sangat singkat karena dia harus melakukan aktivitas lainnya.

Jadi intinya sebenarnya seperti yang sudah saya sampaikan di atas. Jika memang ada keinginan kuat dari dalam diri kita untuk bisa, maka insya Allah akan ada saja jalan keluar yang nantinya bisa kita tempuh. Maka sekarang, hadirkanlah keinginan kuat itu. Kita hadirkan kesungguhan dan keseriusan itu. Buat seolah-olah bahasa Arab adalah segalanya untuk kita. Insya Allah jalan keluar akan datang.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al Ankabut:69).

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Bogor, 21/11/2012

Muhammad Mujianto Al-Batawie

NB.

Bagi kawan-kawan yang mungkin masih merasa berat mempelajari MODUL PBAJJ, saya sarankan untuk ikut PBAJJUK. Insya Allah materinya jauh lebih mudah. Dalam waktu cepat, Anda akan melihat hasil yang menggembirakan. Insya Allah…..

Silakan lihat infonya di http://muhammadmujianto.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: