BAHASA ARAB & KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

ikhwan ikhwat

Lho, gimana ceritanya kok bahasa Arab bisa digunakan untuk mengharmoniskan rumah tangga ? Emang apa hubungannya ? Jangan mengada-ada deh ?!

Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin rumah tangganya akan bahagia selamanya. Tidak ada seorang pun yang bisa memastikan akan bisa terus bersama dengan pasangan hidupnya hingga ajal datang menjemput. Jangankan kita yang hanya berstatus manusia biasa, para Nabi dan Rasul pun tak sanggup untuk itu. Mereka semua tak bisa menjamin kehidupan rumah tangga mereka bisa langgeng sampai hari tua.

Kita ambil contoh misalnya Nabi Nuh dan Nabi Luth ‘alaihimassalam. Meski mereka berdua adalah makluk pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun mereka tetap tak bisa menjamin kebahagiaan rumah tangga mereka. Mereka ternyata harus berpisah dengan istri-istri mereka yang durhaka.

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami, lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing). Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”. (QS. At-Tahrim [66]: 10)

Oleh karena itu, tugas kita hanyalah berusaha. Kita coba melakukan apa saja yang kira-kira bisa kita gunakan untuk membuat rumah tangga kita tetap bahagia. Diantaranya dengan menggunakan sarana “BAHASA ARAB”. Ya, dengan sarana bahasa Arab.

Lho, gimana ceritanya kok bahasa Arab bisa digunakan untuk mengharmoniskan rumah tangga ? Emang apa hubungannya ? Jangan mengada-ada deh ?!

Tenang, sabar dulu kawan. Jangan buru-buru protes. Saya memang sudah duga sebelumnya, kawan-kawan tentu akan bertanya seperti itu. Dan saya akan menjelaskannya. Jadi, panteng terus ya. Jangan kemana-mana. Tetaplah di tempat Anda (Hehehe…..kayak penyiar TV ajah ya….Hehehe…..)

Jadi begini. Saya mau tanya dulu kepada kawan-kawan. Apa yang ada di benak kawan-kawan kalau melihat ada orang Indonesia (bukan orang Arab) yang seringnya ngomong pake bahasa Arab ? Apa pendapat kawan-kawan terhadap orang itu?

Kalau saya, yang ada dalam benak saya kira-kira begini: “Nih orang kayaknya anak pesantrenan…..” atau “Kayaknya dia bukan orang biasa nih, orang yang agamis kayaknya…..”, dll.

Intinya, secara spontan saya akan menilai bahwa orang itu adalah orang yang punya perhatian yang lebih kepada agama Islam. Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa Arab itu identik dengan agama Islam. Dan biasanya, kalau ada orang non Arab yang bisa berbahasa Arab atau dia sedang mempelajari bahasa Arab, maka bisa kita duga kuat dia adalah orang yang punya perhatian terhadap agama Islam. Dan tentu saja bisa kita duga kuat pula bahwa dia adalah orang baik-baik alias orang yang shalih (menurut pandangan sementara kita).

Nah, dari sini, tidaklah berlebihan kiranya kalau saya katakan bahwa bahasa Arab itu bisa membentuk keshalihan seseorang. Kalau yang saya alami sendiri, ketika saya belajar bahasa Arab, yang ada dalam pikiran saya adalah hal-hal yang kaitannya dengan kehidupan akhirat. Yang ada dalam benak saya adalah Islam, Rasulullah, Al-Qur’an, para Ulama, dan hal-hal lain yang terkait erat dengan kehidupan akhirat. Bagi saya, bahasa Arab bisa menuntun saya untuk mencondongkan hati kepada kehidupan akhirat.

Dari sedikit penjelasan di atas, semoga bisa didapat sedikit gambaran, bagaimana bahasa Arab bisa digunakan sebagai sarana untuk mengharmoniskan rumah tangga. Atau mungkin agar lebih jelas, saya akan katakan begini.

Kita tentu sepakat bahwa untuk membentuk rumah tangga yang harmonis, maka butuh adanya kesalihan dari diri masing-masing pasutri. Nah, bahasa Arab –sebegaimana telah saya jelaskan- sangat berpotensi untuk menggiring para pasutri untuk meraih keshalihan itu. Bukankah untuk mencapai keshalihan butuh adanya ilmu? Dan ilmu untuk mencapai keshalihan itu ada semuanya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah? Dan kita tentu akan lebih terdorong untuk memahami keduanya jika kita bisa bahasa Arab???

Jadi, demikian kira-kira hubungan antara bahasa Arab dan keharmonisan rumah tangga. Atau, bisa juga saya jelaskan begini.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa silaunya dunia bisa membuat gerah sebuah bangunan rumah tangga. Pasutri yang dalam pikirannya hanya terfokus pada dunia, dunia, dan dunia akan terasa sempit dada mereka. Sebab, mengejar dunia tidak akan pernah ada puas-puasnya. Dan, kita tentu pernah bahkan sering mendengar percekcokan dalam rumah tangga dipicu oleh hal-hal yang bersifat duniawi (Seperti –misalnya- pasangan minta rumah bagus, kendaraan mewah, perabot lengkap, dll) .

Beda dengan akhirat. Kalau hati kita terpaut dengan akhirat, insya Allah hidup kita akan tenang. Kita tidak akan risau menghadapi hari-hari meski cuma makan ala kadarnya dan tinggal di rumah yang sangat sederhana. Sebab yang kita harapkan adalah pahala dari Allah kelak yang pasti akan Allah berikan kepada para hambanya yang shalih.

Nah, jika dalam rumah tangga diadakan pelajaran bahasa Arab, mudah-mudahan bisa menjadi rem bagi nafsu yang selalu menggoda menusia untuk selalu sibuk dengan urusan dunia. Semoga dengan begitu, bahasa Arab bisa menjadi sarana untuk menyejukkan dada para pasutri. Sehingga mereka bisa selalu berfikir tenang dan emosi pun jadi lebih terkendali.

>>> Sarana Berkomunikasi

Kadang ada pasutri yang mengeluhkan tidak adanya waktu bagi mereka untuk saling berkomunikasi. Mereka sama-sama sibuk dengan urusannya masing-masing. Ketika bertemu, mereka sama-sama dalam keadaan lelah sehingga inginnya langsung istirahat.

Jika Anda mengalami hal yang seperti ini, kenapa tidak diadakan saja pelajaran bahasa Arab di rumah Anda?

Siapa yang mengajar?

Ya, Anda sendiri atau pasangan Anda. Anda berdua bisa saling mengajarkan bahasa Arab. Misalnya, jika Anda sama sekali belum pernah belajar bahasa Arab, maka Anda bisa membeli buku panduan belajar bahasa Arab untuk pemula. Alhamdulillah buku bisa didapat di toko-toko buku (atau Anda bisa ikutan PBAJJUK). Kemudian Anda bisa pelajari berdua di rumah. Tentukan waktunya kapan saja. Misalnya seminggu dua kali setiap hari sabtu dan ahad pagi.

Nah, jika Anda sudah punya jadwal belajar rutin bersama pasangan hidup Anda, maka kesempatan itu bisa juga digunakan untuk saling berkomunikasi tentang hal-hal penting lainnya. Sambil belajar bahasa Arab berdua, Anda bisa untuk curhat berbagai permasalahan lainnya yang selama ini mungkin belum sempat Anda ungkapkan karena kesibukan sehari-hari.

Untuk sementara, barangkali demikia saja yang bisa saya sampaikan terkait hubungan antara bahasa Arab dan keharmonisan rumah tangga. Mungkin masih ada diantara kawan-kawan yang menilai bahwa ini kedengarannya aneh dan terlalu dipaksakan. Tapi, tidak ada salahnya kan untuk dicoba. Apalagi kita tahu bahwa bahwa Arab itu sangat penting untuk bekal kita meraih kebahagiaan hidup di akhirat.

Jika ada yang kurang berkenan, saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

Demikian saja. Wallahu a’lam bish shawab.

Wassalam.

Bogor, Rabu 21 Muharram 1434 H/ 5 Desember 2012

Jam 10:52

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: