KARENA KITA BUKAN BURUNG BEO

BRIGHT-PINK-FLOWERS-TREE-WITH-BLUE-BIRDSelain shalat, ibadah yang begitu akrab dengan keseharian kita dan terdapat keterlibatan bahasa Arab di dalamnya adalah dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan di dalam shalat pun ada dzikir-dzikirnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa setiap hari kita berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita untuk banyak berdzikir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33]: 41-43)

Oleh karena itu, lewan lisan Nabi-Nya yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kita diajarkan banyak sekali bentuk-bentuk dzikir. Hampir di setiap akhtivitas keseharian kita ada dzikirnya. Ketika hendak tidur ada dzikirnya. Ketika bangun tidur ada dzikirnya. Ketika keluar rumah ada dzikirnya. Saat memasuki waktu pagi ada dzikirnya. Saat memasuki waktu sore ada dzikirnya. Saat melangkah keluar rumah ada dzikirnya. Dan masih banyak lagi aktivitas keseharian kita yang terdapat anjuran untuk berdzikir saat melakukannya.

Lalu, apa manfaat dzikir bagi kita?

Banyak sekali manfaat dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantaranya yang paling banyak dicari orang adalah “ketentraman hati”. Hampir semua orang di zaman sekarang ini yang tujuan dari berdzikirnya adalah untuk meraih ketenanggan dalam hatinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi  tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Namun, dzikir seperti apakah yang bisa menentramkan hati?

Tentu saja dzikir yang bisa memberi ketentraman dalam hati adalah dzikir yang berkualitas. Yaitu, diantaranya, dzikir yang benar-benar kita fahami maknanya. Bukan dzikir yang asal ucap seperti burung beo.

Lho, apa hubungannya dzikir dengan burung beo?

Begini. Anda tentu tahu burung beo, bukan? Terkadang ada burung beo yang bisa mengucapkan kata –kata berbahasa Arab. Seperti misalnya ada burung beo yang bisa berucap “Assalaamu’alaikum….”. Namun, apakah si burung ini mengerti dengan yang diucapkannya itu?

Tentu saja tidak. Karena burung beo tidak memiliki akal untuk berfikir. Sehingga dia tidak bisa memahami apa yang diucapkannya itu.

Nah, jika kita sering berdzikir kepada Allah Subahanhu wa Ta’ala namun kita tidak mengerti sama sekali yang dzikir yang kita ucapkan, lalu apa bedanya kita dengan burung beo kalau begitu?

Maka mulai sekarang, marilah kita coba perbaiki dzikir kita. Mari kita tingkatkan kualitas dzikir kita. Mari kita sempurnakan dzikir kita itu. Dan untuk lebih menjadikan dzikir kita berkualitas dan sempurna, maka kita harus mengerti terlebih dahulu bahasa Arab. Sebab dzikir yang kita ucapkan itu menggunakan bahasa Arab. Sehingga tentu saja kita harus memahami bahasa Arab terlebih dahulu jika kita ingin mengerti dengan makna setiap dzikir yang kita ucapkan itu.

Semoga nantinya, dengan berbekal kemampuan bahasa Arab yang ada pada diri kita, dzikir yang setiap hari selalu kita lantunkan bisa memberikan ketentraman dalam hati kita. Dan juga, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan menerima ibadah dzikir kita itu.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: