KENAPA KITA PERLU BELAJAR BAHASA ARAB ?

apakah            Diantara cara untuk membangkitkan keinginan yang kuat dari dalam diri kita untuk menguasai bahasa Arab ialah dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada diri kita:

  • Kenapa kita harus belajar bahasa Arab?
  • Apa perlunya bahasa Arab untuk kita?

Jika kita berhasil menemukan jawaban yang bertenaga, insya Allah kita akan terdorong melesat untuk semangat dalam belajar bahasa Arab.

Jadi tugas kita sekarang adalah mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan ini. Kenapa kita harus belajar bahasa Arab? Kenapa tidak bahasa yang lainnya. Bahasa Inggris misalnya.

>>> Sebuah Permisalan

Tentunya beragam alasan yang akan diberikan orang saat diajukan pertanyaan demikian. Namun, saya ingin memberikan sebuah jawaban yang mudah-mudahan bisa lebih memberikan semangat kita untuk belajar bahasa Arab. Jawabannya adalah: Agar kita menjadi hamba Allah yang berbakti, bukan hamba yang durhaka. Bagaiman maksudnya? Berikut ini penjelasannya.

Misalnya ada seorang anak yang sudah dirawat oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Dia telah diberi kasih sayang yang luar biasa. Segala yang dia butuhkan selalu dipenuhi oleh orang tuanya. Kemudian, orang tuanya pun memintanya untuk melakukan sebuah tugas yang hasilnya nanti akan diserahkan kepada kedua orang tuanya. Dia diminta untuk melakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Tidak asal-asalan. Diapun telah diberikan segala macam sarana untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik.

Namun apa yang terjadi kemudian. Si anak malah mengerjakannya sambil lalu. Tidak serius. Dia kerjakan tugas itu secara asal-asalan. Kemudian, diapun menyerahkan tugas yang asal jadi itu kepada kedua orang tuanya. Pantaskan si anak ini disebut sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya? Tentu saja jawabannya adalah tidak! Bahkan lebih layak untuk disebut sebagai –maaf- anak yang durhaka.

Nah, sekarang coba kita fokuskan perhatian kita pada ayat Al-Qur’an berikut ini (yang artinya):

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyaat [51]: 56).

            Dalam ayat ini Allah Subahanhu wa Ta’ala menyatakan bahwa tujuan diciptakannya kita di atas muka bumi ini adalah agar kita beribadah kepada-Nya. Dan tentu saja Allah Subahanhu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah dengan serius. Tidak main-main dan tidak asal-asalan. Sebab, ibadah yang kita lakukan itu kelak akan dinilai oleh Allah Subahanhu wa Ta’ala.

>>> Ibadah Terpenting

Sebagai contoh, sekarang coba kita perhatikan sebuah ibadah penting yang kita diwajibkan untuk mengerjakannya setiap hari. Kita diperintahkan untuk mengerjakannya lima kali dalam sehari. Anda tentu sudah tahu ibadah yang saya maksud? Ya, benar sekali. Ibadah shalat..

Shalat termasuk ibadah terpenting dalam Islam. Bahkan shalat merupakah rukun Islam. Seseorang bisa jatuh pada kekafiran jika meninggalkan shalat dengan sengaja.

Shalat juga merupakan tiang penyangga bagi amalan-amalan kita yang lain. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ اَلْإِسْلَامُ وَ عَمُوْدُهُ اَلصَّلَاةُ

“Pondasi dari segala perkara adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat…..”. (HR. At-Tirmidzi)

Dan, shalat juga merupakan amalan hamba yang kelak akan dihisab pertama kali pada hari kiamat. Jika shalat seseorang baik, maka amalannya yang lain pun akan menjadi baik. Namun sebaliknya. Jika shalatnya rusak, maka amalannya yang lain pun akan rusak. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَ إِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

“Amalan seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka akan baiklah seluruh amalnya. Namun jika sholatnya rusak, maka akan rusaklah seluruh amalnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Jika demikian keadaannya, maka:

  • Sudahkah kita melaksanakan shalat dengan baik?
  • Sudahkan kita mengerti bacaan shalat yang kita ucapakan selama ini?
  • Sudahkan kita mengerti makna dari surat Al-Fatihah yang kita baca?
  • Sudahkah kita mengerti makna dari ayat-ayat al-Qur’an yang kita baca dalam shalat?
  • Sudahkah kita mengerti zikir saat ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud….?
  • Sudahkah ? Sudahkah ?

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah Subahanhu wa Ta’ala……

Kita dilarang oleh Allah Subahanhu wa Ta’ala untuk shalat dalam keadaan mabuk. Kenapa? Agar kita mengerti bacaan yang kita ucapkan dalam shalat?

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan….”. (QS. An-Nisa [4]: 43)

Bahkan, memahami bacaan sholat merupakan perkara yang sangat ditekankan. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan orang yang mengantuk untuk tidur terlebih dahulu sebelum sholat. Tujuannya apa? Ya itu tadi, agar dia bisa faham dengan bacaan yang dia ucapkan ketika sholat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَنَمْ حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْرَأُ

“Apabila salah seorang dari kalian mengantuk ketika sholat, maka tidurlah terlebih dahulu hingga ia faham dengan apa yang dia baca.” (HR. Al-Bukhari:212)

Barangkali sekarang tidak ada diantara kita yang shalat dalam keadaan mabuk. Namun, apakah lantas hal itu menjadikan kita faham dengan bacaan shalat yang kita baca? Jika belum, lantas sampai kapan kita akan menjadi “orang mabuk” dalam shalat? Shalat seperti inikah yang kelak akan kita persembahkan untuk Allah ??? Semoga hal ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.

>>> Saatnya Belajar Bahasa Arab

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah Subahanhu wa Ta’ala….

Inilah diantara alasan kenapa kita semua harus belajar bahasa Arab. Kita semua tentu ingin menjadi hamba Allah yang berbakti, bukan? Maka, hendaknya kita laksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala ini dengan dengan baik. Mari kita kerjakan ibadah dengan penuh kesungguhan dan keseriusan. Mari kita perbagus dan perindah ibadah kita.

Dan, diantara cara untuk memperbagus dan memperindah ibadah kita adalah dengan mempelajari bahasa Arab. Dengan mengerti bahasa Arab, shalat kita akan menjadi lebih bermakna. Dengan mengerti bahasa Arab, zikir kita akan menjadi lebih berkualitas. Dengan mengerti bahasa Arab, doa yang kita panjatkan akan menjadi lebih khusyuk dan mengena di hati. Dengan bahasa Arab, lantunan tilawah al-Qur’an kita akan terasa lebih meresap di sanubari.

Maka marilah  mulai dari sekarang kita belajar bahasa Arab.  Kita singsingkan lengan baju kita untuk memahami bahasa Arab. Semoga dengan begitu ibadah kita menjadi lebih indah, lebih khusyuk, lebih berkualitas, dan lebih bermakna. Semoga Allah Subahanahu wa Ta’ala berkenan untuk menerima amal ibadah kita semua selama hidup di dunia ini. Amiin ya Allah ya Robbal ‘alamiin. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: