MENJADI ORANG YANG CERDAS

panjat-pinang

Jika kita mampu berpayah-payah dalam mempelajari bahasa Inggris, Jepang, Jerman, atau bahasa asing lainnya demi dunia, maka mestinya kita bisa bersikap yang jauh lebih baik daripada itu terhadap bahasa Arab. Jika kita rela mengeluarkan banyak uang agar sampai ke level bahasa asing yang paling mahir, maka mestinya kita bisa bersikap yang jauh lebih baik daripada itu terhadap bahasa Arab.

 …..

 Jika Anda sekarang ini sudah bergelar sarjana, berarti sudah berapa lama Anda duduk di bangku sekolahan? Kalau SD saja 6  tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan kuliah 4 tahun, berarti Anda sudah menghabiskan waktu sekitar 16 tahun untuk belajar di sekolah.

Kemudian, jika dalam setahun Anda belajar efektif di sekolah selama 10 bulan, dan setiap bulannya Anda masuk sekolah selama sekitar 24 hari, lalu setiap hari Anda belajar sekitar 5 jam, maka berarti Anda telah menyibukkan diri Anda selama kurang lebih 19.200 jam untuk mengumpulkan bekal meraih sukses di dunia. Kalau begitu, sama saja Anda telah menghabiskan waktu 24 jam nonstop selama 800 hari atau sekitar 26 bulan lamanya untuk belajar ilmu-ilmu dunia. Dan ini belum termasuk waktu yang Anda habiskan untuk belajar di tempat lain, seperti di rumah atau di lembaga kursus.

Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Sudah berapa waktu yang Anda luangkan untuk mengumpulkan bekal meraih kesuksesan hidup di akhirat? Sudah berapa jam yang Anda habiskan untuk persiapan berangkat menuju Surga?

 

>>> Menjadi Orang yang Cerdas

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala…..

Kita semua tentu ingin menjadi orang yang cerdas, bukan?! Lalu, siapakah orang yang cerdas menurut kaca mata agama? Mari kita simak penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berikut ini:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu dia berkata:”Aku (satu dari sepuluh orang sahabat) datang menemui ‎Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam. Kemudian berdirilah seorang lelaki dari ‎golongan Anshar dan bertanya, ‘Wahai Nabi, siapakah gerangan orang yang paling cerdik ‎dan bijak?’ Maka beliau pun menjawab:”

 

أكثرهم ذكراً للموت، وأكثرهم استعداداً للموت، أولئك الأكياس، ذهبوا بشرف الدنيا وكرامة الآخرة‎ ‎

“Mereka adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan yang paling banyak ‎berbekal untuk kematian, merekalah yang pergi meninggalkan dunia ini dengan mulia dan ‎kemulian di akhirat. (HR. Thabrani dan di hasankah oleh Al-Munziri)[1]

Jadi, menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, diantara ciri orang yang cerdas adalah orang yang banyak berbekal untuk kehidupan akhirat. Dan tentu saja, bekal untuk kehidupan akhirat adalah amal ibadah yang kita kerjakan selama hidup di dunia. Itulah yang akan berguna untuk kita nantinya. Jika amal ibadah kita bagus, maka kita akan bahagia di akhirat. Namun, jika amal ibadah kita jelek dan rusak, maka kita akan sengsara di akhirat.

Bahkan, amal ibadah pula lah yang bemanfaat bagi kita di kuburan kelak. Hanya amal ibadah kitalah yang akan menemani kita di celah sempit liang lahat nantinya.

Sebagaimana hal ini ditunjukkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Ada tiga hal yang mengikuti mayat (ke kuburannya): keluarga, harta, dan amalnya. Yang dua kembali dan yang tetap bersamanya hanya satu. Keluarga dan hartanya akan kembali (pulang meninggalkannya), dan yang tetap bersamanya adalah amalnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)[2]

Jika amal ibadah kita baik, maka ketika di kubur amal baik kita itu akan diubah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi seorang yang berwajah elok rupawan. Dialah yang akan menemani kita selama di alam kubur sambil menunggu datangnya hari kiamat.

Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan setelah meninggalkan dunia, maka kita harus memperbagus juga amalan ibadah kita. Kita harus memperindah dan memperelok amalan ibadah kita. Dan telah saya sampaikan pada pembahasan yang telah lalu, bahwa diantara cara untuk memperindah amal ibadah kita (terutama shalat, dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an) adalah dengan mempelajari bahasa Arab.

 

>>> Sebuah Nasihat

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah….

Jika selama ini kita bisa meluangkan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun lamanya untuk belajar ilmu-ilmu dunia, lalu mengapa kita tidak bisa meluangkan  waktu lebih dari itu untuk ilmu-ilmu akhirat. Mestinya kita lebih bisa lagi meluangkan waktu untuk belajar ilmu-ilmu akhirat dibanding ilmu dunia. Kenapa ? Bukankah kenikmatan akhirat itu sifatnya kekal abadi. Adapun kenikmatan dunia sifatnya hanya sementara. Sehingga mestiya ilmu akhiratlah yang mestinya lebih kita perhatikan dan fokuskan untuk dipelajari.

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah…

Jika kita mampu berpayah-payah dalam mempelajari bahasa Inggris, Jepang, Jerman, atau bahasa asing lainnya demi dunia, maka mestinya kita bisa bersikap yang jauh lebih baik daripada itu terhadap bahasa Arab. Jika kita rela mengeluarkan banyak uang agar sampai ke level bahasa asing yang paling mahir, maka mestinya kita bisa bersikap yang jauh lebih baik daripada itu terhadap bahasa Arab.

Maka, marilah kita menjadi orang yang cerdas. Saatnya sekarang kita sibukkan diri untuk mengumpulakan bekal menuju kehidupan akhirat. Saatnya sekarang kita fokus menghias amal ibadah kita. Dan saatnya sekarang kita belajar bahasa Arab.

Demikian saja. Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 


[2] Dikutip dari http://asysyariah.com/persiapan-menjemput-ajal-sebuah-nasehat.html dengan sedikit perubahan redaksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: