NAHWU & SHOROF

IKLAN BELAJAR OTODIDAKUntuk bisa membaca dan memahami literatur berbahasa Arab (Al-Qur’an, Hadits, Kitab-kitab pada ulama, dll.) seseorang harus menguasa Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorof terlebih dahulu. Tanpa keduanya, tidak akan mungkin seseorang bisa membaca kitab gundul. Dan tanpa keduanya, tidak akan mungkin seseorang bisa memahami setiap kedudukan kata dalam kalimat yang dia baca.

Kemudian, bagi orang yang ingin mempelajari cabang-cabang ilmu bahasa Arab yang lain (Seperti ilmu Balaghoh, ‘Arudh, Insya, dll.), Nahwu dan Shorof ibarat pintu  gerbang. Atau bisa juga dikatakan sebagai tangga untuk bisa sampai ke sana.

 

>>> Pengertian Ilmu Nahwu & Ilmu Shorof

Ringkasnya bisa kita katakan bahwa ilmu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari tentang cara menyusun sebuah kata menjadi kalimat beserta kaidah menentukan harokat akhir kata agar bisa dibaca dengan benar.

Adapun ilmu Shorof adalah ilmu untuk memproduksi kata-kata yang memiliki bermacam makna.

Misalnya, dengan ilmu Shorof, kata “ضَرَبَ” (telah memukul) bisa kita produksi menjadi beberapa kata berikut:

  • “ضَارِبٌ” (Yang memukul)
  • “مَضْرُوْبٌ” (Yang dipukul)
  • “مَضْرَبٌ” (Tampat memukul)
  • “مِضْرَبٌ” (Alat memukul)

 

Kemudian, dengan ilmu Nahwu, kita bisa rangkai kata-kata di atas menjadi kalimat sempurna sekaligus kita beri harokat akhir yang tepat. Misalnya menjadi kalimat berikut:

ضَرَبَ الضَّارِبُ الْمَضْرُوْبَ بِالْمِضْرَبِ فِي الْمَضْرَبِ

“Orang yang memukul itu telah memukul orang yang dipukul dengan alat pemukul di tempat pemukulan”

Sederhananya seperti ini. Untuk lebih jelas dan lengkapnya bisa dipelajari sendiri nanti langsung di kitab Nahwu dan Shorof.

 

>>> Seperti Material & Bangunan

Ibarat sebuah bangunan, ilmu Nahwu dan ilmu Shorof ibarat ilmu untuk membuat sebuah bangunan. Ilmu Shorof ibarat ilmu tentang cara membuat material penyusun bangunan (Seperti batu bata, jendela, pintu, dll.), sedangkan ilmu Shorof ibarat ilmu tentang cara menyusun semua material itu menjadi bangunan yang lengkap dan sempurna. Sehingga kedua ilmu ini tidak bisa dipisahkan.

 

>>> Mana yang Harus Didahulukan ?

Ilmu Nahwu dan ilmu Shorof biasanya dipelajari beriringan. Dan memang demikianlah seharusnya cara mempelajarinya. Karena , sekali lagi, kedua ilmu ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Hanya saja saya ingin memberikan sedikit masukan kepada Anda yang baru belajar bahasa Arab. Berilah porsi yang lebih besar dalam mempelajari ilmu Shorof. Beri jatah waktu yang lebih lama untuk mempelajari ilmu Shorof. Kenapa? Sebab, tidak akan mungkin kan kita membuat bangunan kalau materialnya saja tidak punya? Maka, buatlah dulu materialnya. Namun, sambil membuat material, pelajari perlahan-lahan cara menyusun material itu menjadi bangunan yang indah.

Jadi, lebih fokuslah belajar ilmu Shorof. Beri perhatian lebih. Adapun ilmu Nahwu bisa dipelajari secara perlahan-lahan.

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: