JANGAN PERNAH MENYERAH !

semut11Yang namanya kesulitan tentu akan ada saja kita jumpai dalam proses belajar. Apalagi bagi yang baru pertama kali belajar. Biasanya akan banyak kesulitan dihadapi. Namun itu adalah hal yang biasa. Namanya juga orang baru belajar, ya nggak?!

Ketika kita baru awal-awal membuka buku Nahwu tingkatan dasar, mungkin ada beberapa istilah yang masih sulit kita mengerti. Atau, ketika kita baru mulai mempelajari ilmu Shorof, kita mungkin merasa sulit dan berat untuk menghafal pola-pola pembentukan kata. Ini adalah hal yang wajar. Sebab, tidak sedikit orang yang mengalami hal yang sama dengan kita.

Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan ketika menghadapi kesulitan-kesulitan itu?

Jika kita ingin berhasil dalam belajar, hanya ada satu hal yang harus kita lakukan. Ya, satu hal. Yaitu, JANGAN MENYERAH! JANGAN SEKALI-KALI MENYERAH!

Ketika rintangan datang menerjang, kita hadapi rintangan itu. Ketika persoalan datang mendera, kita pecahkan persoalan itu. Jika tak bisa kita pecahkan sendiri, kita minta bantuan orang lain yang mampu. Intinya, jangan pernah menyerah!

 

>>> Belajar dari Semut

Kenalkah Anda dengan Imam Al-Kisai? Beliau adalah salah seorang ulama besar pakar bahasa Arab yang menjadikan rujukan. Namun, tahukah Anda, beliau juga awalnya merasa kesulitan dalam mempelajari dan memahami ilmu Nahwu. Bahkan hampir putus asa. Lalu, apa yang terjadi kemudian?

Diceritakan bahwa suatu hari beliau melihat semut yang sedang berusaha naik ke dinding dengan membawa makanan, namun semut itu tidak mampu hingga terjatuh. Lalu si semut mengambil kembali makanan itu dan berusaha naik ke dinding untuk kedua kalinya, tapi makanan itu tetap saja jatuh. Demikian terus terulang hingga beberapa kali. Tapi si semut dengan gigih tetap berusaha. Hingga akhirnya ia pun berhasil membawa makanan tersebut naik ke dinding.

Dari peristiwa yang ia saksikan ini, Imam Al Kisa’i tersentak sadar. Dia mendapat pelajaran berharga. Menurutnya, “Jika semut kecil yang tidak memiliki akal dan dengan segala kekurangannya saja mau terus berusaha, maka alangkah bodohnya  aku malah berputus asa dan berhenti berusaha”.

Akhirnya, Imam Al-Kisa’i memutuskan untuk terus belajar hingga beliau menjadi pakar terkenal dalam pembahasan ilmu Nahwu dari kalangan ulama-ulama Kufah.

 

>>> Jangan Pernah Menyerah!

Maka kesimpulannya adalah: Bila kita menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa Arab yang sifatnya mungkin sukar untuk diatasi bahkan sampai membuat kita hampir putus asa, maka ada satu prinsip yang patut kita terapkan. Prinsip itu sangat sederhana, namun sangat ampuh. Yaitu, JANGAN MENYERAH!

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: