LATIHAN MEMBUAT KALIMAT

lapangDalam ilmu Nahwu, kita akan diajarkan menyusun sebuah kalimat. Dari yang paling sederhana hingga yang panjang berderet-deret. Biasanya, orang yang sudah bisa membuat kalimat dengan baik, dia otomatis akan bisa membaca kitab dengan baik. Bukankah kitab itu hakikatnya hanyalah kumpulan dari kalimat-kalimat? Bukankah membuat itu justru lebih sulit daripada tinggal menikmati?

Untuk bisa membuat kalimat dengan baik tentu saja kita harus belajar terlebih dahulu kedudukan-kedudukan kata. Agar nantinya bisa kita tempatkan kata-kata itu di tempat yang semestinya. Mengenal kedudukan kata ada dalam ilmu Nahwu.

Nah, mengenal kedudukan kata adalah syarat terpenting untuk bisa baca kitab dan memahaminya. Maka, semakin jelas bukan, jika dengan memiliki kemampuan membuat kalimat kita otomatis akan bisa juga membaca kitab?

Maka, agar kita bisa lancar membaca kitab sekaligus faham isinya, kita harus sering belatih membuat kalimat.

 

>>> Dua Macam Kalimat

Ada dua macam kalimat yang akan kita pelajari dalam ilmu Nahwu tingkat dasar. Berikut ini penjelasannya secara ringkas:

  • Kalimat Sederhana

Yaitu kalimat yang hanya terdiri dari MUBTADA + KHOBAR atau FI’IL + FA’IL.

Contoh:

الرجل صالح

(Laki-laki itu shalih)

يذهب الرجل

(Laki-laki itu sedang pergi)

 

  • Kalimat Luas

Yaitu kalimat sederhana ditambah dengan maf’ul-maf’ul (Maf’ul bih, maf’ul fih, dll.), hal, na’at, dan kedudukan kata lainnya untuk lebih memperjelas makna.

يذهب الرجل الصالح إلى المسجد ماشيا كل يوم إبتغاء مرضات الله

(Laki-laki yang shalih itu biasa pergi ke masjid dengan berjalan kaki setiap hari karena mengharap keridhoan dari Allah Subahanhu wa Ta’ala)

 

Jika kedua bentuk kalimat ini sudah bisa kita kuasai dengan baik, di tingkat lanjutan dan tingkat atas, kita akan diajarkan cara membuat KALIMAT KOMPLEK. Pada kalimat komplek di sana nanti akan digunakan berbagai macam gaya bahasa. Ada juga nanti pengubahan posisi kata. Ada yang posisinya dikedepankan dari yang semestnya dan ada yang diakhirkan. Untuk memahami kelimat komplek butuh pada pengamatan yang teliti dan mendalam.

Contoh kalimat kompleks bisa didapati pada ayat-ayat al-Qur’an. Terutama pada surat-surat panjang, seperti surat Al-Baqarah dan Ali-Imran. Misalnya saja ayat kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255).

 

 

>>> Berawal dari yang Sederhana

Dalam berlatih, hendaknya kita lakukan bertahap. Kita mulai terlebih dahulu dari yang sederhana. Setelah mahir, baru beranjak ke tahapan berikutnya. Begitu seterusnya hingga mampu membuat kalimat panjang yang berderet-deret.

Saat berlatih, kalau bisa, manfaatkan kamus versi Indonesia-Arab. Gunakan kata-kata baru agar kalimat lebih memiliki variasi makna. Jangan hanya menggunakan kata yang itu-itu saja.

 

>>> Tirukan Saja!

Cara yang efektif untuk berlatih membuat kalimat adalah dengan melakukan peniruan. Kita tirukan saja pola-pola yang sudah ada. Buat kalimat yang bervariasi dari tiap-tiap pola.

Misalnya, dengan pola berikut:

المبتدأ + الخبر

            Kita buat berbagai macam bentuk kalimat, seperti:

المدرس حاضر

المدرسان حاضران

المدرسون حاضرون

…..

Dst….dst….

Semakin variatif kalimat yang kita buat, akan semakin banyak mufrodat yang kita hafal. Sehingga, akan semakin memudahkan kita pula dalam membaca kitab dan memahami isinya tanpa harus banyak-banyak membuka kamus.

Demikian saja. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: