PERTANYAAN 1: DARI PEMBACA KITAB FAHIMNA

apakahPertanyaan:

Ustadz, kenapa pada halaman 41 FAHIMNA TINGKAT PEMULA fi’ilnya dalam keadaan mufrod, padahal pelakunya dua orang? Disana tertulis:

جَاءَ عَلِيٌّ وَ حَسَنٌ

“Ali dan Hasan telah datang”

Jawaban:

  1. Pada contoh di atas, yang berkedudukan sebagai FA’IL (dalam istilah ilmu Nahwu) sebenarnya hanya satu orang yaitu Ali, adapun Hasan kedudukannya adalah ‘ATHOF. Meskipun secara makna, pelaku perbuatan ada dua orang, yaitu Ali dan Hasan. Penjelasannya ada pada hal 41 juga. Atau, penjelasan lebih rinci lagi ada di kitab FAHIMNA NAHWU LANJUTAN.
  2. Ketentuan tentang FA’IL, jika FA’IL berjumlah lebih dari satu maka FI’Ilnya harus tetap dalam keadaan MUFROD. Contohnya: “جَاءَ الْمُسْلِمُوْنَ” (Telah datang orang-orang Islam). Penjelasan rincinya ada di kitab nahwu lanjutan.
  3. Untuk tingkat pemula fokus pembahasan hanya pada isim-isim yang berjumlah satu (mufrod). Jadi belum dibahas isim yang berjumlah lebih dari satu. Pembahasan tentang pembagian isim berdasarkan jumlahnya ada pada FAHIMNA DASAR & LANJUTAN.
  4. Agar belajarnya lebih efektif, fokuskan saja terlebih dahulu pada pemahaman istilah-istilah dalam buku FAHIMNA PEMULA. Terutama tentag kedudukan kata. Hafalkan ISTILAH, DEFINISI, dan CONTOH. Fokuskan saja dulu pada tiga hal ini.
  5. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: