BUKTIKAN KESUNGGUHANMU, KAWAN ! (MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB)

halilintar3KESUNGGUHAN mutlak dibutuhkan bagi orang yang ingin bisa bahasa Arab. Tanpa adanya KESUNGGUHAN sulit rasanya seseorang ntuk bisa menguasai bahasa Arab. Bahkan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah memasukkan KESUNGGUHAN ke dalam 6 hal yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin mendapatkan ilmu.

Namun, KESUNGGUHAN tidak cukup dengan kata-kata di mulut saja. Tidak cukup seseorang bekata:

“Saya serius ingin bisa bahasa Arab……”

“Saya sungguh-sungguh ingin bisa baca kitab gundul……”

KESUNGGUHAN butuh PEMBUKTIAN. Butuh TINDAKAN NYATA. Sebab, hanya dengan tindakan nyatalah sukses itu bisa diraih.

Berikut ini beberapa contoh KESUNGGUHAN yang bisa kita jadikan sebagai contoh sekaligus motivasi untuk lebih BERSEMANGAT & SERIUS lagi dalam belajar bahasa Arab.

Contoh 1: Seorang anak SD jauh-jauh dari SULAWESI datang ke JAWA TIMUR untuk mengikuti PELATIHAN BAHASA ARAB DASAR selama sebulan lamanya. Saat pelajaran usai di malam hari, dia duduk menyendiri di bawah lampu masjid sambil menghafal pola-pola pembentukan kata dalam ilmu shorof yang baru saja dia pelajari di kelas.

 

Contoh 2: Seorang bapak tua usia hampir 60-an tahun beberapa kali mengikuti pelatihan bahasa Arab di sebuah pondok pesantren selama sebulan lamanya. Sebelumnya, dia ikut kursus bahasa Arab terlebih dahulu di rumahnya agar bisa mengikuti kelas lanjutan saat dauroh bahasa Arab.

 

Contoh 3: Seorang mahasiswa sebuah universitas umum jauh-jauh datang ke seorang ustadz untuk dibimbing berlatih membaca kitab gundul.

 

Contoh 4: Seorang mahasiswa sebuah universitas umum sering bangun dini hari untuk mengulang-ulang pelajaran bahasa Arab dasar yang sedang dia pelajari.

 

Contoh 5: Seorang santri di sebuah pondok pesantren ikut belajar bahasa Arab dengan ustadz dari luar pondoknya untuk lebih mempercepat pemahaman bahasa Arabnya.

 

Contoh 6: Seorang mahasiswa sebuah universitas umum rela untuk mengeluarkan banyak uang untuk digunakan membeli buku-buku panduan belajar bahasa Arab dan juga membeli kita-kitab ulama sebagai sarana latihan baca kitab.

 

Contoh 7: Seorang alumnus sebuah universitas umum rela setiap malam datang ke rumah kawannya untuk belajar bahasa Arab dasar. Padahal rumah kawannya letaknya cukup jauh. Dia datang ba’da maghrib dengan sepeda motor, dan kadang pulang jam 11 malam. Hampir setiap hari dia datang belajar dengan semangat.

 

Contoh 8: Seorang mahasiswa sebuah universitas umum secara rutin datang ke tempat kakak kelasnya untuk belajar bahasa Arab. Setiap ada PR selalu dia kerjakan dengan baik. Dan setiap diminta untuk menghafal materi pelajaran, dia pun hafalan dengan serius.

 

Contoh 9: Seorang pedagang buku-buku Islam yang biasa digelar di masjid sering membaca kitab-kitab ulama dengan suara keras untuk melancarkan lidahnya mengucapkan huruf-huruf Arab.

 

Contoh 10. Seorang akhwat sering bertanya kepada ustadzahnya tentang materi bahasa Arab yang masih belum dia mengerti. Dan dia rela jalan kaki ba’da subuh ke tempat ustadzahnya untuk belajar bahasa Arab. Padahal jarak yang ditempuh cukup jauh.

 

Demikianlah sedikit contoh tentang KESUNGGUHAN. Sebenarnya masih banyak contoh lainnya. Namun, kiranya contoh-contoh di atas sudah mencukupi.

Semoga kita semua diberi KESUNGGUHAN dalam mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita. Amiin.

Wallahu a’lam.

 

Bogor, Malam Jum’at 10 Jumadil Ula 1434 H

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penyusun SERIAL FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: