LATIHAN I’ROB (METODE EFEKTIF BELAJAR BAHASA ARAB)

LATIHAN BACA KITAB 1Ada tiga target penting dari belajar ilmu Nahwu. Pertama, bisa menetapkan harokat akhir sebuah kata dalam kalimat. Kedua, bisa menentukan kedudukan sebuah kata dalam kalimat. Dan ketiga, bisa meng-i’rob setiap kata yang terdapat dalam sebuah kalimat. Jika seseorang sudah bisa mencapai ketiga target ini, maka bisa dikatakan bahwa dia telah berhasil mempelajari ilmu Nahwu.

Namun, dari ketiga target ini –menurut saya- target ketigalah yang paling penting untuk diraih. Kenapa? Sebab, dengan meraih target ketiga otomatis tercapai juga kedua target yang lainnya. Jika seseorang telah bisa meng-i’rob kata, maka otomatis dia juga telah bisa menetapkan harokat akhir kata serta kedudukan kata itu dalam kalimat.

Hanya saja, untuk bisa mencapai target ketiga ini, kita harus meraih target pertama dan kedua. Sebab target pertama dan kedua adalah bekal untuk bisa meraih target ketiga.

>>> Mengenal I’rob

Bagi orang yang sudah pernah belajar ilmu Nahwu tentu sudah faham maksud dari “meng-i’rob”. I’rob artinya adalah “menjelaskan”. Sedangkan maksud dari “meng-i’rob” dalam ilmu Nahwu adalah menjelaskan kedudukan kata dalam kalimat serta perubahan harokat akhir katanya disertai alasan-alasannya. Ini bahasa mudahnya.

Contohnya begini. Misalnya ada kalimat sebagai berikut:

الله عليم

“Allah Maha Mengetahui”

Maka, i’rob dari kedua kata di atas adalah sebagai berikut:

الله : مبتدأ مرفوع و علامة رفعه ضمة لأنه اسم مفرد

“Allah berkedudukan sebagai mubtada, sehingga termasuk isim yang marfu’, tanda rofa’nya dengan dhommah, karena termasuk isim mufrod”

عليم : خبر مرفوع و علامة رفعه ضمة لأنه اسم مفرد

“’Aliim berkedudukan sebagai khobar, sehingga terasuk isim yang marfu’, tanda rofa’nya dengan dhommah, karena termasuk isim mufrod”

>>> Kapan Berkenalan dengan I’rob ?

Sebagian orang berpendapat bahwa i’rob sebaiknya diajarkan ketika sudah belajar ilmu Nahwu lanjutan. Adapun ditingkat awal jangan diajarkan dulu. Sebab bisa membuat pusing pelajar pemula.

Namun saya berpendapat lain. Menurut saya, tetap i’rob itu harus diajarkan sejak dini. Sejak masih di tingkat dasar i’rob harus sudah diajarkan dan dibiasakan. Namun, i’rob yang diajarkan tidak menggunakan bahasa Arab dulu. Cukup dengan bahasa Indonesia. Dan i’robnya pun tidak selengkap seperti contoh di atas. Sebab, ada pembahasan yang belum dipelajari.

Misalnya, di KITAB FAHIMNA TINGKAT DASAR, saya sudah perkenalkan i’rob yang sederhana. Jika masih tingkat dasar, dari contoh kalimat di atas, i’rob yang saya ajarkan adalah sebagai berikut:

الله         : Mubtada, Marfu’, Dhommah

عليم       : Khobar, Marfu’, Dhommah

Kemudian, saya ajarkan cara membacanya sebagai berikut:

“الله” Berkedudukan sebagai mubtada, sehingga termasuk isim yang marfu’, tanda rofa’nya dengan dhommah.

“عليم” Berkedudukan sebagai khobar, sehingga termasuk isim yang marfu’, tanda rofa’nya dengan dhommah.

Demikian contoh sederhananya. Dan alhamdulillan, murid-murid yang saya ajar faham dengan i’rob ini. Sehingga, meski mereka baru di tingkat dasar, namun mereka sudah bisa mengi’rob kata. Walaupun baru berupa i’rob yang sederhana.

>>> Manfaat I’rob

Kenapa saya sengaja ajarkan i’rob dari semenjak dasar?

Sebab, i’rob ini sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai sarana memuroja’ah materi-materi yang diajarkan sebelumnya. Coba perhatikan kembali contoh diatas. Jika seseorang bisa mengi’rob kedua kata di atas, otomatis dia sudah mengulang kembali materi: Mubtada, khobar, marfu’, isim mufrod dan tanda rofa isim mufrod, isim ghoiru munshorif dan tanda rofa’ isim ghoiru munshorif. Makanya saya ajarkan i’rob sederhana ini dari semenjak dasar.

>>> Cara Menguasai I’rob

Banyak orang yang berpendapat bahwa i’rob adalah pelajaran tersulit dalam ilmu Nahwu. Dan memang demikianlah kenyataannya. Sebab, untuk bisa mengi’rob, kita harus mengingat-ingat kembali materi yang telah kita pelajari sebelumnya. Baru setelah itu kita bisa melakukan i’rob.

Namun, ada cara mudah untuk bisa menguasai i’rob. Yaitu dengan metode bertahap. Kita mulai pelajari i’rob dari yang paling mudah. Kita mulai dari mengi’rob kalimat-kalimat sederhana terlebih dahulu. Setelah itu, jika benar-benar telah mahir, kita lanjutkan dengan mengi’rob kalimat-kalimat yang agak sulit dan rumit susunan katanya. Insya Allah, jika kita mau bertahap dalam belajar serta bersabar dalam mempelajarinya, kita nantinya akan bisa juga menguasainya.

>>> Buku Panduan

Untuk belajar i’rob ada banyak buku panduan yang bisa kita jadikan sebagai sarana belajar. Diantaranya yang bagus –menurut saya- adalah buku yang berjudul “Amtsilatul Jumal fil Lughotil ‘Arobiyyah wa I’robuha” terbitan Gontor. Arti judul buku ini adalah “Contoh-contoh kalimat dalam bahasa Arab dan i’robnya”. Buku ini ada dua jilid. Jilid pertama untuk pemula dan jilid kedua untuk tingkat lanjutan. Jilid pertama membahas i’rob pada kalimat-kalimat yang masih sederhana dan jilid kedua membahas i’rob pada kalimat-kalimat yang agak rumit.

Bagusnya buku ini, disamping kita diajarkan mengi’rob kata, kita juga diajarkan pola-pola kalimat. Dari yang paling sederhana hingga yang rumit. Sehingga kita bisa jadikan sebagai sarana untuk berlatih membuat kalimat-kalimat dalam bahasa Arab.

Selain buku ini, masih banyak buku-buku latihan i’rob yang bisa kita jadikan panduan. Silakan cari di toko-toko buku/kitab.

Demikian saja. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

Bogor, 11 Jumadil Ula 1434 H/ 21 Maret 2013

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: